Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O Brien (kiri) dan Presiden Brasil Jair Bolsonaro bertepuk tangan saat melakukan pertemuan di Istana Itamaraty di Brasilia, pada 20 Oktober 2020. ( Foto: EVARISTO SA / AFP )

Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O Brien (kiri) dan Presiden Brasil Jair Bolsonaro bertepuk tangan saat melakukan pertemuan di Istana Itamaraty di Brasilia, pada 20 Oktober 2020. ( Foto: EVARISTO SA / AFP )

AS Janjikan Pembiayaan Impor ke Brasil

Kamis, 22 Oktober 2020 | 08:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BRASILIA, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjanjikan dana sebesar US$ 1 miliar dalam kesepakatan pembiayaan impor AS pada Selasa (20/10) waktu setempat. Tawaran menggiurkan tersebut sebagai kampanye untuk meyakinkan Brasil supaya tidak menggunakan jaringan 5G milik perusahaan Tiongkok, Huawei.

“Kesepakatan itu termasuk pinjaman, jaminan dan asuransi untuk mendanai impor Brasil atas barang-barang dan jasa AS – terutama di bidang telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi modern 5G yang penting,” ujar Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien, yang memimpin penandatanganan tersebut selama melawat ke Brasil, seperti dilansir AFP.

Sementara itu, usai menandatangani kesepakatan, Presiden Brasil Jair Bolsonaro menegaskan kembali dukungannya untuk terpilihnya kembali mitranya dari AS Donald Trump. Seruan terbaru dari pemimpin sayap kanan itu kerap kali disebut "Trump Tropis."

“Atas izin Tuhan, saya berharap dapat menghadiri pelantikan presiden Amerika Serikat yang akan segera terpilih kembali,” kata Bolsonaro.

Hubungan Amerika Serikat dan Brasil berada dalam kondisi yang nyaman di bawah kepemimpinan Trump dan Bolsonaro. Kedua pemimpin negara itu memiliki kesamaan menyukai kebijakan-kebijakan garis keras, retorika pedas, dan media sosial.

Tetapi masalah 5G telah menjadi sumber tekanan potensial. Pasalnya Brasil tengah merencanakan tender tahun depan untuk meningkatkan jaringan seluler di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Amerika Latin itu.

Sebagai informasi, Tiongkok adalah mitra dagang utama Brasil, dan Huawei telah muncul sebagai pemasok terkemuka dalam sektor infrastruktur telekomunikasi generasi mendatang yang cepat dan murah.

Namun pemerintahan Trump memperingatkan, bahwa Huawei merupakan perusahaan yang mengancam keamanan serta dituding memberikan data dan intelijen kepada Pemerintah Tiongkok.

Kedutaan Besar Tiongkok di Brasilia pun menanggapi dengan kemarahan atas komentar Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan O'Brien yang berkaitan dengan hal itu selama lawatannya.

“Mereka menyebarkan kebohongan tentang Tiongkok dengan itikad buruk, mengarang apa yang disebut 'ancaman Tiongkok' dan menyerang teknologi 5G Tiongkok,” kata juru bicara dalam wawancara yang diposting di situs laman resmi kedutaan besar.

Di samping itu, perselisihan lain juga terjadi pada hari yang sama ketika Pemerintah Swedia melarang penggunaan jaringan 5G Huawei dan sesama perusahaan Tiongkok, ZTE. Langkah terbaru sekutu AS itu dilakukan di tengah tekanan kampanye dari pemerintahan Trump untuk mengucilkan Tiongkok dari pasar telekomunikasi dunia.

Pemerintah Inggris pun pada Juli melarang pihak-pihak penyedia seluler untuk menggunakan peralatan Huawei di jaringan 5G baru mereka, dan memerintahkannya untuk menghapus peralatan yang sudah ada yang telah dibuat oleh perusahaan tersebut.

Prancis kemudian menyusul dengan memberlakukan pembatasan ketat pada penggunaan peralatan Huawei. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN