Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Penasihat Sains Operation Warp Speed Amerika Serikat (AS), Moncef Slaoui. ( Foto: SAUL LOEB /AFP via Getty Images )

Kepala Penasihat Sains Operation Warp Speed Amerika Serikat (AS), Moncef Slaoui. ( Foto: SAUL LOEB /AFP via Getty Images )

AS Kembali ke Normal Musim Panas 2021

Jumat, 27 November 2020 | 06:38 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Kepala Penasihat Sains Operation Warp Speed, Moncef Slaoui memperkirakan bahwa penduduk Amerika mulai dapat beraktivitas secara normal lagi pada musim panas 2021. Sementara itu, pada perayaan Hari Thanksgiving tahun ini banyak keluarga di seluruh Amerika Serikat (AS) yang harus terpisah demi menjaga keselamatan orang-orang yang dicintai.

 

Operation Warp Speed merupakan kemitraan publik-swasta yang diprakarsai oleh Pemerintah AS untuk memfasilitasi dan mempercepat pengembangan, pembuatan, dan distribusi vaksin, terapi, dan diagnostik virus corona Covid-19.

“Kami berharap akan memvaksinasi 70% hingga 80% populasi AS pada Mei atau Juni 2021. Jadi saya berharap pada musim panas, kita akan kembali normal secara substansial,” ujar Slaoui kepada CNBC, Rabu (25/11) waktu setempat.

Namun, para dokter dan ilmuwan meyakinkan penduduk Amerika bahwa akan ada penangguhan. Menurut laporan, dua pekan setelah perayaan Thanksgiving, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA) dijadwalkan melakukan pertemuan untuk membahas apakah akan memberikan lampu hijau pada vaksin Covid yang dikembangkan Pfizer. Jika ya, pemerintah berencana mengirimkan 6,4 juta dosis kepada masyarakat di seluruh negeri.

Slaoui menambahkan, proses untuk memvaksinasi semua orang Amerika akan menjadi tantangan, namun diakui hal itu dapat terlaksana.

“Masyarakat perlu tahu bahwa setiap tahun ada sekitar 140 juta hingga 180 juta dosis vaksin flu yang diproduksi, didistribusikan, dan disuntikan ke populasi AS dalam periode antara Agustus dan mungkin, Januari. Jadi, kami mungkin melipatgandakan jumlah vaksin itu selama periode waktu tertentu. Tetapi bukan memulai dari awal lagi, yang mana sangat berbeda dari pengujian,” kata Slaoui.

Pandemi virus corona telah menyebar ke kota-kota besar dan kecil di seluruh Amerika Serikat. Data yang dihimpun juga belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Berdasarkan catatan Covid Tracking Project, terdapat 88.000 orang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 pada Selasa. Angka kematian akibat virus itu juga meningkat.

Sedangkan hasil analisis CNBC terhadap data yang dikumpulkan John Hopkins menunjukkan bahwa pihak berwenang AS melaporkan lebih dari 2.100 jiwa meninggal dunia pada Selasa dan menjadi angka kematian terbanyak sejak Mei.

Keamanan Vaksin

Shepard Smith yang mewawacarai Slaoui mencatat ada tantangan lain yang dihadapi otoritas, yakni meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 aman untuk dikonsumsi. Pasalnya, jajak pendapat Gallup baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya 58% penduduk Amerika yang mengatakan akan menggunakan vaksin virus corona.

“Ini adalah perhatian besar dan sangat disayangkan, bahwa konteks politik dalam pengembangan vaksin telah memperburuk keragu-raguan dan kurangnya kepercayaan yang berasal dari fakta bahwa kami berjalan sangat cepat,” ungkap Slaoui.

Dia pun memberikan penjelasan, bahwa para ilmuwan tidak “memulai dari selembar kertas kosong” dan mampu melompat dari 10 hingga 15 tahun penemuan, seiring pengembangan pekerjaan yang terjadi di sekitar platform teknologi tempat vaksin dibuat.

Menurut Slaoui, meskipun biasanya dibutuhkan waktu 6 hingga 7 tahun untuk menemukan vaksin, ada banyak hal mendasar yang telah dilakukan sehubungan penelitian selama beberapa tahun terakhir. Faktor lain yang membantu mempercepat proses tersebut adalah banyaknya peserta dalam uji klinis vaksin Covid.

“Kita akan mengetahui lebih banyak tentang vaksin ini, dan kemanjuran serta keamanannya daripada vaksin rata-rata dalam waktu yang lebih singkat. Yang tidak banyak kita ketahui adalah seberapa jauh keamanan mereka dalam jangka panjang karena uji coba harus dilakukan dengan cepat, dan yang penting kita memvaksinasi orang. Karena sudah ada 2.000 orang yang meninggal setiap hari,” ujar dia.

Slaoui menambahkan, ada sistem pengawasan menyeluruh untuk melacak orang-orang setelah vaksinasi dilakukan. Sehingga apabila ada tanda-tanda masalah jangka panjang, hal itu akan ditangani denan “segera”.

“Tolong buka telinga dan pikiran Anda. Dengarkan, lalu nilai fakta dan datanya. Saya yakin jika kita melakukan itu maka banyak penduduk Amerika yang akan setuju untuk divaksinasi. Kemanjuran 95% menjadi jaminan untuk melawan pandemi ini,” kata dia.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN