Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin. ( Foto: SAUL LOEB / AFP )

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin. ( Foto: SAUL LOEB / AFP )

AS: Klaim Tiongkok di LTS Tanpa Dasar Hukum Internasional

Rabu, 28 Juli 2021 | 07:00 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

SINGAPURA, investor.id – Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan pada Selasa (27/7), bahwa klaim besar pemerintah Tiongkok atas Laut Tiongkok Selatan (LTS) tidak memiliki dasar dalam hukum internasional. Pimpinan Pentagon tersebut menyinggung aksi-aksi Tiongkok yang semakin unjuk diri di perairan yang diperebutkan itu.

Austin menyampaikan hal itu di awal lawatan pertamanya ke Asia Tenggara sebagai menhan AS. Ia berusaha menggalang sekutu di kawasan ini sebagai benteng terhadap Tiongkok.

Berkaca pada ketidakpastian posisi AS di era Donald Trump, pemerintahan AS di bawah Presiden Joe Biden ingin mengatur ulang hubungan dengan negara-negara Asia dan membangun aliansi untuk menghadapi Tiongkok.

Berbicara di Singapura, Austin mengkritik tindakan pemerintah Tiongkok di perairan yang dipersengketakan itu. Tiongkok memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih dengan beberapa negara Asia Tenggara.

"Klaim Tiongkok atas sebagian besar Laut Tiongkok Selatan tidak memiliki dasar dalam hukum internasional," katanya dalam pidato di acara yang diselenggarakan oleh lembaga kajian International Institute for Strategic Studies, yang dikutip AFP.

Austin menegaskan bahwa unjuk diri seperti itu menginjak-injak kedaulatan negara-negara di kawasan. Ia menambahkan bahwa pemerintah AS akan mendukung negara-negara tersebut dalam membela hak-haknya.

"(AS) tidak akan gentar ketika kepentingan kita (bersama) terancam. Saya berkomitmen untuk mengejar hubungan yang konstruktif dan stabil dengan Tiongkok, termasuk komunikasi krisis yang lebih kuat dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA)," kata Austin.

Tetapi ia bersikeras pemerintah AS tidak mencari konfrontasi dengan Tiongkok. Pemerintah Tiongkok sebelumnya mengklaim hampir seluruh laut yang kaya sumber daya, yang dilalui perdagangan pengiriman triliunan dolar setiap tahun. Klaim yang bersaing datang dari Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Menstabilkan Kekuatan

Terkait hal itu, pemerintah Tiongkok telah dituduh menyebarkan berbagai perangkat keras militer termasuk rudal anti-kapal, rudal permukaan-ke-udara, dan jammer elektronik di perairan yang diperebutkan.

Ia juga telah membangun pulau-pulau kecil dan fitur maritim lainnya menjadi fasilitas militer yang diperkuat.

Ketegangan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir antara pemerintah Tiongkok dan penuntut saingan.

Otoritas Filipina marah setelah ratusan kapal Tiongkok terlihat di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina. Sementara Malaysia mengerahkan jet tempur untuk mencegat pesawat militer Tiongkok yang muncul di lepas pantainya.

Kapal perang AS juga melakukan operasi kebebasan navigasi reguler di laut tersebut, yang selanjutnya memicu ketegangan antara pemerintah AS dan Tiongkok.

Setelah Singapura, Austin akan mengunjungi Vietnam dan Filipina. Ia mengatakan akan berusaha menggarisbawahi bahwa AS sebagai kekuatan penstabil di Asia Tenggara.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN