Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara kepada wartawan dalam konferensi pers pertama kepresidenan, di Ruang Timur, Gedung Putih, Washington, pada 25 Maret 2021. ( Foto: CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara kepada wartawan dalam konferensi pers pertama kepresidenan, di Ruang Timur, Gedung Putih, Washington, pada 25 Maret 2021. ( Foto: CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

AS Peringatkan Korut

Sabtu, 27 Maret 2021 | 05:53 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan Pemerintah Korea Utara (Korut) bahwa AS akan merespons dengan langkah yang sesuai jika Korut meningkatkan uji coba militernya. Sebelumnya, pemerintah Korut menembakkan dua rudal dalam provokasi besar pertama sejak Biden mulai menjabat.

Korut yang memiliki senjata nuklir memiliki sejarah panjang dalam menggunakan uji senjata untuk meningkatkan ketegangan. Proses itu dikalibrasi secara berhati-hati untuk mencoba mendorong tujuannya.

Tanggapan Biden menunjukkan perubahan nada dari pendahulunya Donald Trump, yang terlibat dalam hubungan diplomatik yang luar biasa dengan pemimpin Korut Kim Jong Un. Trump berulang kali meremehkan peluncuran rudal jarak pendek serupa, tahun lalu.

Pemerintah Korut telah menunggu waktunya sejak pemerintahan baru menjabat, bahkan tidak mengirim pengakuan secara resmi atas keberadaan pemerintahan baru sampai minggu lalu.

Tetapi pada Kamis (25/3) Korut meluncurkan dua senjata dari pantai timur ke Laut Jepang, yang dikenal sebagai Laut Timur Korea.

Itu merupakan pelanggaran resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “AS berkonsultasi dengan mitra dan sekutu kami," kata Biden, Kamis (25/3) waktu setempat, yang dikutip AFP.

Ia mengingatkan Korut akan ada tanggapan jika mereka memilih untuk eskalasi. “Kami akan menanggapi sesuai dengan itu. Saya juga siap untuk beberapa bentuk diplomasi, tetapi itu harus dikondisikan pada hasil akhir denuklirisasi," katanya kepada wartawan.

Kemampuan Nuklir

Pemerintah AS dan Jepang mengatakan Korut telah menembakkan rudal balistik. Pengembangan senjata tersebut dilarang di bawah Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB, yang telah memberlakukan berbagai sanksi terhadap negara terisolasi tersebut.

Otoritas Korut pada Jumat (26/3) bersikeras tes tersebut melibatkan proyektil taktis, dengan mesin berbahan bakar padat. Kantor berita resmi Korut KCNA melaporkan, uji coba itu diawasi oleh pejabat senior Ri Pyong Chol, bukan pemimpin Kim Jong Un.

Senjata tersebut mencapai target sejauh 600 kilometer (km). Senjata ini lebih jauh dari 450 km yang dilaporkan oleh militer Korea Selatan (Korsel) dan bisa membawa muatan 2,5 ton.

Gambar di surat kabar resmi Korut Rodong Sinmun menunjukkan petugas yang tersenyum bertepuk tangan setelah peluncuran, kebanyakan dari mereka tidak memakai masker.

Vipin Narang dari MIT mengatakan itu tampaknya senjata yang diperlihatkan Korut pada parade militer Januari.

"Hulu ledak seberat 2,5 ton mungkin menjawab pertanyaan apakah varian KN23 ini mampu membawa nuklir. Benar," tulisnya di media sosial Twitter.

Pemerintah AS menempatkan 28.500 tentara di Korsel untuk pertahanan dari negara tetangganya, yang menginvasi pada 1950. Sementara Korut mengatakan pihaknya membutuhkan senjata nuklir untuk mencegah kemungkinan invasi AS.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN