Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto tangkap layar dari saluran TV Kurdistan 24 pada 19 Februari 2021, memperlihatkan kerusakan pasca serangan roket dua hari lalu yang menargetkan kompleks militer di dalam bandara Arbil, yang menampung pasukan asing yang dikerahkan sebagai bagian dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). ( Foto: KURDISTAN 24 CHANNEL / AFP )

Foto tangkap layar dari saluran TV Kurdistan 24 pada 19 Februari 2021, memperlihatkan kerusakan pasca serangan roket dua hari lalu yang menargetkan kompleks militer di dalam bandara Arbil, yang menampung pasukan asing yang dikerahkan sebagai bagian dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). ( Foto: KURDISTAN 24 CHANNEL / AFP )

AS Serang Milisi yang Didukung Iran di Suriah

Sabtu, 27 Februari 2021 | 07:09 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIRUT, investor.id - Militer Amerika Serikat (AS) menyerang kelompok militan yang didukung Iran di Suriah timur, hingga menewaskan sedikitnya 22 milisi. Pentagon atau Departemen Pertahanan (Dephan) AS menyatakan, serangan tersebut sebagai pesan dari pemerintahan baru setelah serangan roket baru-baru ini yang menargetkan pasukan AS di Irak.

Dalam aksi militer pertamanya terhadap kelompok-kelompok terkait Iran sejak Joe Biden menjadi presiden AS lima pekan lalu, Pentagon mengatakan telah melakukan serangan udara pada Kamis (25/2) di sebuah titik kendali perbatasan Suriah-Irak. Tempat tersebut digunakan oleh kelompok-kelompok yang didukung Iran. Dikatakan, serangan militer AS menghancurkan banyak fasilitas.

"Atas arahan Presiden Biden, (serangan AS menargetkan) infrastruktur yang digunakan oleh kelompok militan yang didukung Iran di Suriah timur. Serangan ini diotorisasi sebagai tanggapan atas serangan baru-baru ini terhadap personel militer Amerika dan koalisi di Irak, juga terhadap ancaman yang sedang berlangsung terhadap personel tersebut,” tutur juru bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan, Jumat (26/2).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan, setidaknya 22 oang tewas ketika serangan itu menghantam tiga truk bermuatan amunisi yang datang dari Irak dekat kota perbatasan Albu Kamal di Suriah.

Pos perbatasan milisi juga dihancurkan. Observatorium menambahkan, semua yang tewas berasal dari pasukan paramiliter Hashed al-Shaabi yang disponsori pemerintah Irak, sebuah kelompok cabang yang mencakup banyak milisi kecil yang memiliki hubungan dengan Iran.

Kirby mengatakan, lokasi itu digunakan oleh Kataeb Hezbollah dan Kataeb Sayyid al-Shuhada, dua kelompok pro-Iran di Irak yang beroperasi di bawah payung Hashed.Kataeb Hezbollah belum berkomentar secara resmi, tetapi seorang pejabat kelompok itu mengatakan salah satu pejuangnya tewas.

"Salah satu pejuang kami tewas dan sejumlah kecil lainnya terluka oleh dua rudal yang menargetkan salah satu titik kami di sepanjang perbatasan Suriah-Irak," katanya kepada AFP tanpa menyebut nama.

Televisi pemerintah Suriah mengatakan telah mengecam agresi Amerika terhadap para militan Irak, yang bersekutu dengan Suriah.

Pembalasan

Tindakan AS itu menyusul tiga serangan roket terhadap fasilitas di Irak yang digunakan oleh AS dan pasukan koalisi yang memerangi kelompok ISIS.

Salah satu serangan menargetkan sebuah kompleks militer di ibukota wilayah Kurdi, Arbil pada 15 Februari. Ledakan menewaskan seorang warga sipil dan kontraktor asing yang bekerja dengan pasukan koalisi, serta melukai beberapa kontraktor AS dan seorang tentara.

Serangan di Irak menjadi tantangan bagi pemerintahan Biden yang baru, sekaligus membuka pintu untuk melanjutkan negosiasi dengan pemerintah Iran mengenai program nuklirnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN