Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden (tengah) sedang menghadiri pertemuan virtual dengan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador (pada layar monitor) di Ruang Roosevelt Gedung Putih, pada 1 Maret 2021 di Washington, DC. ( Foto: POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden (tengah) sedang menghadiri pertemuan virtual dengan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador (pada layar monitor) di Ruang Roosevelt Gedung Putih, pada 1 Maret 2021 di Washington, DC. ( Foto: POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

AS-Meksiko Upayakan Kesetaraan Hubungan

Rabu, 3 Maret 2021 | 07:09 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan kepada Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador bahwa kesuksesan Meksiko penting bagi AS. Ia mengatakan akan memandang sederajat negara tetangga di sebelah selatan AS itu.

Dalam pertemuan virtual membahas masalah imigrasi, Covid-19, dan masalah perdagangan, Biden membuka pembicaraan dengan mengingatkan Lopez Obrador tentang empat kunjungannya ke Meksiko saat menjabat sebagai wakil presiden.

"Amerika Serikat dan Meksiko lebih kuat ketika kita berdiri bersama. Tetapi kami belum menjadi tetangga yang sempurna satu sama lain," kata Biden di awal telekonferensi, seperti dilansir AFP, Selasa (2/3).

Selama pemerintahan Barack Obama-Biden, tambah dia, Pemerintah AS memandang Meksiko sebagai sederajat. “Anda setara," katanya.

Lopez Obrador berterima kasih kepada Biden karena menekankan hubungan berdasarkan rasa saling menghormati dan menekankan ikatan budaya, sejarah, dan perdagangan kedua negara.

"Ini penting bagi Meksiko dan kita harus terus bekerja sama untuk pembangunan lebih lanjut berdasarkan kemerdekaan dan otonomi, potensi apa yang berarti dari masyarakat kami bagi kami," katanya kepada pemimpin AS itu.

Itu adalah pertemuan bilateral kedua Biden dengan pemimpin asing sejak menjadi presiden pada 20 Januari. Pertemuan pertama dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Pembicaraan itu terjadi setelah empat tahun hubungan AS-Meksiko yang kacau di bawah kepemimpinan mantan presiden Donald Trump. Ia menutup perbatasan AS untuk migrasi, merobek perjanjian perdagangan NAFTA antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, serta melabeli imigran Meksiko sebagai pengedar narkoba dan pemerkosa.

Namun arus imigran dan perdagangan, legal maupun ilegal, perlintasan perbatasan AS-Meksiko akan menjadi fokus yang terpenting dari puncak pembicaraan.

Pejabat diplomatik, keamanan, dan imigrasi bergabung dalam seruan dari kedua belah pihak.

Pendekatan Bersama

Pertemuan itu terjadi di tengah laporan gelombang baru imigran tidak berdokumen yang mencoba memasuki wilayah AS dari Meksiko dan tetangganya di selatan, saat Biden meredakan rezim anti-imigrasi Trump yang keras.

Dalam pernyataan bersama setelah panggilan tersebut, kedua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam upaya pembangunan ekonomi di Meksiko selatan dan Amerika Tengah yang miskin, sumber sebagian besar imigran.

Keduanya juga sepakat untuk bekerja sama melawan pandemi Covid-19, meningkatkan kerja sama ekonomi, dan bekerja bersama tentang perubahan iklim, menurut pernyataan itu.

Kedua negara berbagi perbatasan dengan banyak titik yang tidak terjaga, hampir 3.200 kilometer (km). Perdagangan bergulir senilai ratusan miliar dolar setiap tahun disertai sejumlah besar penyeberangan legal harian oleh individu.

Namun jumlah penyeberangan imigran ilegal meningkat tinggi, ratusan ribu pencari suaka berusaha memasuki AS, dan perdagangan narkoba ilegal dalam jumlah besar dari selatan ke utara.

"Kedua pemimpin mengakui banyak kontribusi imigran terhadap kekuatan ekonomi, keragaman budaya, dan semangat inovatif Amerika Serikat dan Meksiko," bunyi pernyataan kedua presiden. Ditambahkan bahwa kedua pihak berkomitmen terhadap kebijakan imigrasi yang mengakui martabat imigran dan keharusannya migrasi yang teratur, aman, dan teratur.

Meksiko menjadi salah satu negara dengan korban tewas tertinggi di dunia akibat pandemi, setelah AS serta Brasil, dan sangat membutuhkan pasokan vaksin yang lebih besar.

Saat ditanya sebelum pertemuan apakah pemerintah AS akan mengirimkan vaksin Covid ke Meksiko, Biden menjawab akan membahas hal itu.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN