Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani perintah eksekutif untuk bantuan ekonomi kepada keluarga dan bisnis yang terkena pandemi Covid-19 di Ruang Makan Kenegaraan, di Gedung Putih, Washington, DC, pada 22 Januari 2021. ( Foto: Nicholas Kamm / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani perintah eksekutif untuk bantuan ekonomi kepada keluarga dan bisnis yang terkena pandemi Covid-19 di Ruang Makan Kenegaraan, di Gedung Putih, Washington, DC, pada 22 Januari 2021. ( Foto: Nicholas Kamm / AFP )

Biden Bergerak Atasi Krisis Kelaparan di AS

Sabtu, 23 Januari 2021 | 06:44 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memerintahkan penambahan tunjangan bagi penduduk Amerika yang dilanda kelaparan. Pasalnya, pandemi virus corona Covid-19 telah memicu krisis kelaparan terburuk yang pernah dialami AS di zaman modern.

Menurut Gedung Putih, keputusan tersebut merupakan salah satu dari dua perintah eksekutif berikut yang ditandatangani pada Jumat (22/1). Perintah ini terbilang sederhana dan jauh dari tindakan-tindakan yang diminta Kongres.

Meski demikian, surat keputusan itu merupakan salah satu tindakan pertama Biden sejak menjabat pada Rabu (20/1) yang bertujuan menghidupkan kembali negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Ini mengingat pandemi Covid-19 telah menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal mulai tahun lalu, yang membuat banyak orang bergegas membayar tagihan.

“Rakyat Amerika tidak dapat menunggu. Ada begitu banyak yang 'sekarat', mereka membutuhkan bantuan, dan kami berkomitmen untuk melakukan segala yang kami bisa guna memberikan bantuan itu secepat mungkin,” ujar Direktur Direktur Dewan Ekonomi Nasional (National Economic Council) Gedung Putih Brian Deese, yang dikutip AFP.

Selain itu, inisiatif utama Biden untuk membalikkan perekonomian adalah dengan paket penyelamatan senilai US$ 1,9 triliun yang telah dijelaskan pekan lalu. Kemudian diikuti janji membuat proposal untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, dan memacu perekrutan.

“Banyak, lebih banyak lagi yang dibutuhkan. Itulah sebabnya, saat kami mengambil tindakan ini, kami akan terus terlibat dengan Kongres dan dengan rakyat Amerika terkait kebutuhan untuk melanjutkan rencana penyelamatan Amerika,” kata Deese kepada wartawan.

Perintah tersebut juga menginstruksikan supaya lembaga-lembaga pemerintah membantu rakyat lebih cepat untuk mengakses pembayaran stimulus federal, memungkinkan para pekerja meninggalkan pekerjaan yang dapat membahayakan kesehatan mereka, dan memperluas perlindungan bagi pekerja federal, sambil meletakkan dasar-dasar untuk kenaikan upah minimum bagi para kontraktor federal.

Di sisi lain, kondisi perkonomian AS dilaporkan bergerak tersendat karena kerusakan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, yang merenggut korban hingga 400.000 jiwa. Padahal pemerintah telah meluncurkan dua paket bantuan besar-besaran.

Menurut laporan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS, terdapat lebih dari 1,3 juta permohonan baru tunjangan pengangguran yang diajukan pada pekan lalu. Bahkan pada pekan pertama Januari 2021, hampir 16 juta orang masih menerima beberapa bentuk tunjangan pengangguran dari pemerintah.

Ekonomi Hancur

Di tengah banyaknya pengangguran, banyak juga keluarga yang berjuang untuk membeli bahan-bahan makanan. Departemen Perdagangan AS melaporkan pada pertengahan Desember tahun lalu, bahwa ada sebanyak 13,7% orang dewasa yang tinggal dalam rumah tangga di mana terkadang atau seringnya tidak memiliki persediaan makanan yang cukup.

Jutaan anak pun bergantung pada makanan yang biasanya disediakan di sekolah-sekolah. Tetapi selama pandemi, sekolah-sekolah yang menyediakan makanan terpaksa tutup atau mengubah jadwalnya.

Tahun lalu, otoritas AS menawarkan bantuan makanan kepada keluarga yang nilainya setara dengan yang akan didapat anak-anak mereka di sekolah. Ada pun perintah Biden adalah meningkatka bantuan sebesar 15%. Jumlah ini, diklaim Gedung Putih akan tambahan lebih dri US$ 100 setiap dua bulan bagi keluarga yang memiliki tiga anak.

Perintah presiden lainnya, menginstruksikan Departemen Pertanian untuk mengeluarkan panduan yang akan memungkinkan negara-negara bagian memperluas bantuan pangan tambahan ke 12 juta orang, dan mengevaluasi kembali dasar-dasar untuk menentukan manfaat. Demikian disampaikan Gedung Putih.

Sebagai informasi, bulan lalu Kongres memberikan lembar cek stimulus Amerika dengan nilai total hingga US$ 600. Dan Biden telah meminta Departemen Keuangan AS untuk menemukan cara agar uang itu dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan lebih cepat, dan membantu warga yang belum pernah menerima pembayaran putaran pertama di musim semi lalu.

Selain itu, Biden telah meminta Departemen Tenaga Kerja untuk mengizinkan orang-orang menolak pekerjaan yang dapat membahayakan mereka, termasuk yang berpotensi membuat mereka terpapar Covid-19, dan diizinkan mengklaim tunjangan pengangguran.

Sedangkan perintah kedua Biden memulihkan hak tawar-menawar kolektif kepada pegawai pemerintah federal. Dia menginstruksikan lembaga-lembaga untuk melakukan pekerjaan awal yang memungkinkan dia mengeluarkan perintah baru dalam beberapa pekan mendatang, yang mengharuskan kontraktor federal membayar upah para pekerja mereka minimal US$ 15 per jam, dan memberi mereka cuti berbayar darurat.

“Langkah-langkah tersebut dirancang untuk membantu memastikan pemerintah federal adalah majikan teladan,” tambah Deese.

Biden senditi elah mengusulkan untuk menaikkan upah minimum nasional menjadi US$ 15, tetapi hal itu membutuhkan persetujuan Kongres di mana Demokrat memiliki suara mayoritas tipis.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN