Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menyampaikan pernyataan pembukaan melalui tautan video di Ruang Timur Gedung Putih, di Washington, DC., pada 23 Februari 2021. ( Foto: Pete Marovich / Pool / Getty Images / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menyampaikan pernyataan pembukaan melalui tautan video di Ruang Timur Gedung Putih, di Washington, DC., pada 23 Februari 2021. ( Foto: Pete Marovich / Pool / Getty Images / AFP )

Biden dan Trudeau Pulihkan Hubungan AS-Kanada

Kamis, 25 Februari 2021 | 06:57 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Joe Biden menyatakan bahwa Kanada dan Amerika Serikat (AS) adalah sahabat terbaik. Perdana Menteri Justin Trudeau menyebut jalinan persahabatan itu luar biasa. Pernyataan dalam pertemuan virtual kedua pemimpin tersebut menandai hubungan baru kedua negara.

“Amerika Serikat tidak memiliki teman dekat selain Kanada,” ujar Biden, dalam pertemuan yang dilakukan melalui tautan video antara Gedung Putih dan kantor Trudeau di Ottawa pada Selasa (23/2) waktu setempat, yang dilansir AFP.

Meskipun aturan pembatasan Covid-19 membuat kedua pemimpin terpisah secara fisik, mereka berusaha keras menunjukkan bahwa negara-negara tetangga raksasa itu kembali ke kedekatan lama mereka menyusul ketegangan di masa pemerintahan Donald Trump dengan kebijakan “America First”.

“Kami memiliki agenda yang kuat hari ini dan kami semua terlayani dengan baik, ketika Amerika Serikat dan Kanada bekerja sama dan memimpin bersama,” kata Biden dalam sambutannya sebelum melakukan pembicaraan secara tertutup.

Membalas pujian tersebut, Trudeau mengatakan kedua belah pihak akan bekerja bersama untuk melewati Covid, tetapi juga untuk memastikan kami menarik beban kami di seluruh dunia dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang.

Trudeau juga menyampaikan terima kasih kepada Biden atas kebijakan pemanasan global, dan mengembalikan AS ke dalam Pakta Iklim Paris tentang pengurangan emisi karbon global.

“Kepemimpinan AS telah sangat dirindukan selama beberapa tahun terakhir,” katanya secara terselubung terkait Trump.

Di samping itu, Gedung Putih telah sesumbar bahwa pembicaraan ekstensif yang berlangsung pada Selasa, akan memberikan “peta jalan” untuk hubungan yang lebih baik.

Sebelumnya pada era Trump – kerap mengkategorikan kembali Kanada dan sekutu-sekutu AS lainnya sebagai pesaing. Walau terkadang memiliki hubungan pribadi yang tegang dengan Trudeau.

Gedung Putih sendiri menekankan bagaimana hubungan AS-Kanada memainkan peran penting dalam pengaturan multilateral, mulai dari kelompok G-7 hingga Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), aliansi intelijen Five Eyes, dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Namun, sementara Kanada menantikan perilaku yang lebih dapat diprediksi dari mitra dagang terbesarnya, Biden telah memulai gesekan barunya dengan membatalkan proyek jalur pipa lintas batas Keystone XL karena masalah lingkungan.

Mengkritik Tiongkok

Dalam pertemuan virtual Biden dan Trudeau, keduanya membahas beberapa prioritas bersama, termasuk perubahan iklim dan peningkatan ekonomi Amerika Utara.

“Karena berada pada garis yang sama dalam beberapa topik, seperti perubahan iklim atau kebangkitan ekonomi, kita dapat melakukan lebih banyak hal bersama-sama,” demikian pernyataan kantor Trudeau.

Kedua pemimpin negara itu juga sama-sama terlibat dalam masalah pelik, tentang persaingan perdagangan global dengan Tiongkok dan penahanan lanjutan Negeri Tirai Bambu terhadap dua warga negara Kanada.

Mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor ditangkap di Tiongkok pada 2018. Insiden ini dipandang sebagai aksi balasan atas penangkapan eksekutif Huawei Meng Wanzhou di Vancouver di tahun yang sama atas surat perintah AS.

Namun ada satu hal yang tidak dikomentari oleh Biden dan Trudeau, yakni soal keputusan AS untuk membatalkan izin pipa Keystone XL. Proyek ini diketahui mendapat tentangan keras oleh para pencinta lingkungan, tetapi didukung oleh Kanada dan sebelumnya oleh Trump. Biden mencabut izin tersebut atas perintah eksekutif pada hari pertamanya menjabat.

“Presiden menjelaskan bahwa ini adalah komitmen yang dia buat di masa lalu, bahwa ini bukan untuk kepentingan Amerika Serikat dan bahwa kami ingin mencoba mengatasi krisis iklim kami, sambil juga menciptakan serikat pekerja serikat dengan gaji yang bagus. Perdana menteri mengemukakan keprihatinannya langsung dengan presiden, sebelumnya, dan dia tentu saja menyambut hari ini,” kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN