Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat berpidato pada jam tayang utama dari Ruang Timur Gedung Putih, di Washington, DC,  pada 11 Maret 2021. ( Foto: ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat berpidato pada jam tayang utama dari Ruang Timur Gedung Putih, di Washington, DC, pada 11 Maret 2021. ( Foto: ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Biden Hari Ini Teken Stimulus US$ 1,9 Triliun

Jumat, 12 Maret 2021 | 05:42 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara kepada rakyat pada Kamis (11/3) dalam pidato televisi pertamanya di jam tayang utama. Ia menyampaikan pesan bahwa ada harapan setelah Kongres mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) bantuan stimulus Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun untuk pemulihan setelah setahun pandemi.

"Ada alasan nyata untuk berharap rekan-rekan, saya berjanji kepada Anda," kata Biden seperti dimuat dalam pidatonya, Kamis (11/3), yang dilansir AFP.

Pidato pukul 20:00 itu akan menjadi salvo pembuka pemerintah yang baru untuk merebut inisiatif, setelah Kongres mengesahkan Rencana Penyelamatan Amerika pada Rabu (10/3). Paket raksasa itu akan membagikan bantuan langsung US$ 1.400 kepada kebanyakan warga Amerika, membantu para pengangguran, memperluas layanan kesehatan publik, dan meningkatkan dana untuk vaksinasi Covid-19.

Pada Jumat (12/3), Biden akan menandatangani RUU tersebut, yang meskipun ditentang oleh semua anggota parlemen Republik, peringkat persetujuan pemilih di Kongres mencapai 60% lebih.

Beberapa minggu mendatang presiden dan staf utama akan menyebar ke seluruh negeri, menjelaskan bagaimana uang itu akan didistribusikan. Pihaknya memanfaatkan sambutan publik yang sejauh ini hangat untuk memuji rencana ambisius pemerintah di masa depan.

Dalam pidatonya pada Kamis, Biden akan menandai peringatan satu tahun pandemi yang telah menewaskan lebih dari setengah juta orang Amerika dan mengubah ekonomi terbesar di dunia.

Sekarang dalam 50 hari pemerintahan baru, Demokrat akan menggabungkan empati khasnya dengan jaminan lonjakan produksi vaksin dan stimulus ekonomi menawarkan jalan yang jelas menuju pemulihan.

Biden berkata, dirinya akan berbicara tentang apa yang dialami sebagai sebuah bangsa tahun lalu. Tetapi yang lebih penting, ia akan berbicara tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Saya akan meluncurkan fase berikutnya tanggap Covid-19, menjelaskan apa yang akan kami lakukan sebagai pemerintah, dan apa yang akan kami minta dari rakyat Amerika. Ada cahaya di ujung terowongan," tuturnya.

Paket Belanja Besar

Rencana Penyelamatan Amerika melewati DPR dengan hasil 220-211 dalam pemungutan suara, tanpa dukungan dari Partai Republik. Oposisi menuduh Biden mengabaikan janji Hari Pelantikannya untuk menyatukan bangsa yang terpecah.

Selain membantu orang miskin dan meningkatkan program vaksinasi, program ini juga memperluas moratorium penggusuran dan penyitaan. Selain itu menuangkan miliaran dolar ke pemerintah negara bagian dan pemerintah lokal, membantu usaha kecil yang terpukul parah, serta memberikan US$ 130 miliar bantuan tambahan untuk sekolah-sekolah.

Anggota Kongres dari Republik telah mengecam pengeluaran besar-besaran, menyebutnya sebagai sosialis, dan berpendapat bahwa hanya sedikit dana yang digunakan langsung untuk memerangi Covid-19.

Namun demikian Demokrat mengatakan, sifat umum dari RUU tersebut sesuai dengan kerugian ekonomi mengerikan yang diakibatkan oleh pandemi dan penguncian. Misalnya, mereka berpendapat ketentuan dalam RUU untuk memperluas kredit pajak anak akan memotong kemiskinan anak hingga 50%.

Hal terpenting dari perspektif pemerintah AS, jajak pendapat menunjukkan RUU tersebut mendapat dukungan kuat dari para pemilih, termasuk mayoritas dari Partai Republik. Biden berharap dapat memanfaatkan niat baik itu dengan putaran kemenangan.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN