Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat berpidato di kota Pittsburgh, Pennsylvania, pada 31 Maret 2021. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat berpidato di kota Pittsburgh, Pennsylvania, pada 31 Maret 2021. ( Foto: JIM WATSON / AFP )

Biden Umumkan Belanja Infrastruktur US$ 2 T

Kamis, 1 April 2021 | 06:12 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (31/3) waktu setempat mengumumkan rencana belanja infrastruktur sebesar US$ 2 triliun. Pemerintahannya akan menggunakan anggaran tersebut untuk memodernisasi jaringan transportasi AS yang rusak, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan juga mengukuhkan dominasi atas Tiongkok.

Tahap pertama dari program belanja yang disebut "Build Back Better" itu diumumkan Biden dalam pidato di kota Pittsburgh. Ia merinci investasi besar-besaran yang akan dijalankan selama delapan tahun.

Pemerintahan Biden berencana menyuntikkan dana senilai US$ 620 miliar untuk sektor transportasi. Di antaranya memperbaiki dan meningkatkan 32.000 kilometer (km) jalan raya dan jalan tol, memperbaiki ribuan jembatan, serta menggandakan dana federal untuk angkutan umum.

Presiden, yang oleh Donald Trump digambarkan sebagai "Sleepy Joe" dan orang yang tanpa ide atau motivasi yang kuat, bermaksud menjadikan rencana infrastruktur besar-besaran sebagai salah satu kebijakan andalannya.

"Beliau memandang perannya sebagai meletakkan visi yang luas, visi yang berani tentang bagaimana kita dapat berinvestasi di Amerika, kepada para pekerja Amerika dan masyarakat kita," kata Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, sebelum pengumuman rencana anggaran tersebut.

Sebagian investasi tersebut akan didanai dengan menaikkan pajak korporasi. Dari sebelumnya 21% menjadi 28%.

"Presiden mengusulkan untuk secara fundamental mereformasi tarif pajak perusahaan, sehingga memberikan insentif pada penciptaan lapangan kerja dan investasi serta dan memastikan perusahaan besar membayar bagian mereka secara adil," ujar seorang pejabat senior pemerintahan menjelang pidato Biden.

Rencana belanja ini digulirkan tak lama setelah Kongres mengesahkan rencana stimulus untuk mengatasi dampak Covid-19 ke ekonomi senilai hampir US$ 2 triliun.

Namun rencana ini hampir dipastikan membuka pertempuran sengit baru di Kongres. Karena kubu Partai Demokrat hanya memegang mayoritas tipis dan akan menghadapi penolakan kuat dari kubu Partai Republik.

Kritik pertama terhadap rencana tersebut datang bahkan sebelum Biden menyampaikan pidatonya. Beberapa di antaranya berasal dari kubu sayap progresif di partainya sendiri. Anggota DPR Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez mengatakan paket itu harus jauh lebih besar.

Di lain kubu, Senator Republik John Barrasso menolak rencana itu dan menyebutnya sebagai kuda Troya untuk pengeluaran yang lebih liberal serta pajak yang lebih tinggi.

Urgensi Saat Ini

Dengan demikian, beberapa bulan mendatang akan menguji kemampuan negosiasi presiden Demokrat tersebut. Karena ia dikenal sebagai veteran politik AS dan pembuatan kesepakatan. Tapi peluang rencana infrastrukturnya disahkan menjadi undang-undang tetap tidak pasti.

"Ini merupakan prakarsa penting dan untuk menunjukkan secara jelas bahwa presiden punya rencana. Dan bahwa dia terbuka untuk mendengarkan apa yang dipikirkan orang lain," tambah pejabat pemerintah tersebut.

Tetapi, lanjut dia, Biden tidak akan berkompromi tentang urgensi dari belanja tersebut untuk saat ini, memenuhi harapan rakyat Amerika, dan memenuhi janji untuk membangun lebih baik.

Rencana tersebut juga menjanjikan untuk memicu revolusi kendaraan listrik. Yakni dengan membangun jaringan 500.000 pengisi baterai mobil listrik menggantikan 50.000 kendaraan transit diesel, dan memperbarui 20% bus sekolah. Dengan harapan bahwa infrastruktur ke depan lebih tahan terhadap perubahan iklim.

Karena banyak infrastruktur negara yang sudah menua, karena dibangun sejak 1950-an, keinginan akan jalan, jembatan, rel kereta api, dan bandara baru sudah menjadi impian kebanyakan warga Amerika.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN