Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Miliarder Amerika Serikat (AS), Bill Gates. ( Foto: Jeff Pachoud / AFP / Getty Images )

Miliarder Amerika Serikat (AS), Bill Gates. ( Foto: Jeff Pachoud / AFP / Getty Images )

Bill Gates: Vaksin Covid Sanggup Lawan Varian Baru

Sabtu, 20 Februari 2021 | 06:31 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Miliarder Bill Gates menyampaikan bahwa vaksin Johnson & Johnson (J&J) dan Novavax akan tetap menjadi instrumen penting untuk melawan kemunculan varian baru dari virus corona Covid-19. Padahal perusahaan-perusahaan tersebut telah mengatakan, bahwa vaksinnya mungkin kurang ampuh melawan jenis virus yang ditemukan di Afrika Selatan (Afsel).

Pada pernyataan yang disampaikan Novavax pada 28 Januari, vaksin buatannya hampir 90% efektif dalam melindungi dari Covid-19. Hal ini dilandaskan pada uji coba fase tiga yang dilakukan di Inggris, di mana tingkat kemanjurannya menunjukkan 49,4% di antara 44 kasus di negara. Tetapi responsnya diredam di Afrika Selatan.

Selang satu hari kemudian J&J mengungkapkan, vaksin buatannya 66% efektif secara keseluruhan. Tetapi hanya 57% efektif untuk turunan virus corona bernama B.1.351 menyebar dengan cepat di Afrika Selatan.

Gates – yang mana yayasannya telah berdonasi jutaan untuk pengembangan vaksin virus corona dan penelitian pengobatan – menyampaikan kepada CNBC, bahwa kedua vaksin yang belum diizinkan penggunannya di Amerika Serikat (AS) dapat melawan mutasi virus corona secara efektif.

“Orang-orang memahami bahwa ada penurunan efektivitas, meskipun Novavax dan Johnson & Johnson masih mempertahankan banyak kemampuan melawan varian tersebut,” ujar dia dalam wawancara dengan Andrew Ross Sorkin di program “Squawk Box” CNBC pada Kamis (18/2) waktu setempat.

Dalam kesempatan itu, Gates juga mempertanyakan apakah dosis ketiga dari sebuah vaksin akan cukup sebagai dorongan untuk melindungi dari virus varian baru.

“Saat ini terjadi berbagai dialog antara yayasan kami, Dr. Fauci dan orang-orang pemerintahan lainnya tentang strategi varian ini,” kata Gates, sebagai salah satu ketua Bill and Melinda Gates Foundation sekaligus salah satu pendiri Microsoft.

Percepat Vaksinasi

Komentar Gates ini muncul di saat para pejabat AS mendorong penduduk Amerika untuk divaksinasi secepat mungkin, sebelum potensi varian virus baru dan bahkan lebih berbahaya muncul.

Sebagai informasi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Selasa (16/2) telah mengidentifikasi 1.277 kasus varian baru virus corona yang disebut B.1.1.7 – yang kali pertama diidentifikasi di Inggris.

CDC juga sudah mengidentifikasi 19 kasus turunan dari virus corona dari Afrika Selatan yang dinamai B.1.351; serta tiga kasus P.1, yakni varian baru yang pertama kali diidentifikasi di Brasil.

“Amerika Serikat (AS) perlu segera menyebarkan vaksin Covid serta meningkatkan pengurutan varian genetiknya sebelum virus dapat bermutasi lagi, dan membuat pandemi menjadi lebih buruk,” demikian disampaikan kepada CDC dalam makalah yang diterbitkan pada Rabu (17/2).

“Varian B.1.1.7 telah terbukti sangat mudah menular, dan data awal menunjukkan kemungkinan peningkatan keparahan penyakit dengan infeksi,” tulis Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky di pendapat penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA).

Sedangkan Dr. Anthony Fauci – sebagai kepala penasihat medis Gedung Putih dan pakar penyakit menular terkemuka AS – telah berulang kali mengatakan dalam beberapa pekan terakhir, bahwa virus tidak dapat bermutasi jika tidak ada inang untuk menginfeksi dan tidak dapat bereplikasi.

Mencegah Pemberatan

Di samping itu, Fauci yang baru-baru ini memuji vaksin buatan J & J, mengatakan meskipun tampaknya kurang efektif dibandingkan vaksin buatan Pfizer dan Moderna, vaksin tersebut masih dapat membuat orang-orang tidak dirawat di rumah sakit dan mencegah mereka terpapar penyakit parah.

“Hal yang paling penting, lebih penting daripada apakah Anda mencegah seseorang dari sakit dan sakit tenggorokan, adalah mencegah orang terpapar penyakit parah. Itu akan mengurangi begitu banyak stres dan penderitaan serta kematian manusia dalam epidemi ini,” ungkap Fauci, yang juga menjabat sebagai direktur Institut Nasional Penyakit Alergi dan Infeksi atau National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), pada bulan lalu.

Gates pun meyakini bahwa negara-negara dan para produsen obat akan mampu meningkatkan produksi sehingga mencapai dosis yang cukup untuk mengimunisasi dunia. Dia menambahkan, dengan memvaksinasi negara-negara berkembang akan menjadi satu-satunya cara untuk mengakhiri pandemi.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN