Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bitcoin dan emas batangan. ( Foto: irishtechnews.ie )

Ilustrasi bitcoin dan emas batangan. ( Foto: irishtechnews.ie )

Bitcoin 'Volatile', Investor Bisa Kembali ke Emas

Jumat, 20 Agustus 2021 | 06:34 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Executive Chairman Evolution Mining Jake Klein mengatakan bahwa pergerakan liar harga mata uang kripto (cryptocurrency) pada akhirnya bakal mendorong para investor bitcoin untuk kembali berinvestasi ke emas.

Menurut Klein, jalan bitcoin masih panjang untuk menunjukkan bukti ketahanan dan keamanan seperti yang telah terbukti ditawarkan emas kepada investor selama 70 tahun terakhir.

“Mata uang kripto mengelola sejumlah besar uang spekulatif. Saya pikir perubahan mendadak (volatilitas) di ruang kripto pada akhirnya akan menyebabkan orang kembali ke emas,” ujar dia kepada CNBC “Squawk Box Asia”, Kamis (19/8).

Laporan pekan lalu menunjukkan penurunan pada harga emas, dan para analis mengatakan bahwa harganya kemungkinan akan turun lebih jauh.

Manajer dana lindung nilai (hedge fund) David Neuhauser menyampaikan kepada CNBC di awal pekan ini, bahwa penurunan harga emas merupakan peluang bagi investor untuk melakukan pembelian besar-besaran sekarang.

Namun, Klein mengatakan keduanya dapat hidup berdampingan. Ada peluang bagi emas untuk duduk bersama bitcoin, sebagai lawan dari bitcoin yang mengancam logam mulia.

Sementara itu, para investor bullish yang melihat bitcoin sebagai emas digital dan lindung nilai terhadap inflasi, memprediksi mata uang kripto dihargai dari waktu ke waktu.

Pandangan berbeda disampaikan oleh investor Amerika, Tyler Winklevoss, yang mendirikan Winklevoss Capital Management serta pertukaran matauang kripto Gemini. Dia mengatakan pada tahun lalu bahwa “bitcoin adalah emas 2.0”, dan hal tersebut bakal mengganggu emas.

Sedangkan investor miliarder Kevin O'Leary mengungkapkan pada April, bahwa bitcoin akan selalu menjadi 'emas' dan ethereum akan selalu menjadi 'perak'. Tetapi ada juga investor lain yang tidak setuju.

Menurut manajer dana lindung nilai Ray Dalio – yang tidak mengungkapkan jumlah bitcoin yangdimiliki – pada awal bulan ini: “Jika Anda menodongkan pistol ke kepala saya, dan Anda berkata, saya hanya dapat memiliki satu, saya akan memilih emas.”

Sebagai informasi, bitcoin mencapai US$ 48.000 selama akhir pekan dan merupakan level tertingginya sejak Mei. Namun, pada Kamis pagi selama transaksi perdagangan Asia, beberapa kenaikan harganya terpangkas hingga terakhir berada di atas US$ 44.000. Demikian menurut data CoinDesk.

Lonjakan yang terjadi akhir pekan mengikuti aksi jual pada Juni dan Juli, ketika bitcoin turun di bawah US$ 30.000.

Harga emas juga telah berayun antara keuntungan dan kerugian pada tahun ini. Dari level di atas US$ 1.900 pada Januari, harganya telah turun ke atas US$ 1.700 pada Maret. Kemudian pada Juni, harga logam mulia itu melonjak ke hampir US$ 1.900 lagi, sebelum keuntungannya terpangkas saat diperdagangkan di atas US$ 1.700 pada Agustus.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN