Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda. ( Foto: AFP Photo/STR )

Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda. ( Foto: AFP Photo/STR )

BOJ Turunkan Prospek Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 30 Oktober 2020 | 07:04 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

TOKYO, investor.id – Bank of Japan (BOJ) menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi untuk tahun fiskal saat ini. Bank sentral Jepang tersebut juga tidak menyentuh kebijakan pelonggaran moneter besar-besaran. Meski demikian, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan, bahwa para pejabat telah siap untuk mengungkap langkah-langkah bantuan baru jika diperlukan.

“Ekonomi Jepang kemungkinan mengikuti tren yang membaik, seiring dengan kembalinya aktivitas ekonomi dan dampak dari virus corona yang terus berkurang secara bertahap. Namun kecepatannya diperkirakan masih lamban, sementara tingkat kewaspadaan terhadap Covid-19 terus berlanjut,” demikian isi laporan kuartalan yang disampaikan BOJ usai menggelar rapat kebijakan, Kamis (29/10), seperti dilansir oleh AFP.

Dikatakan dalam laporan, bahwa perkiraan pertumbuhan ekonomi saat ini lebih rendah dibandingkan Juli tetapi agak lebih tinggi untuk tahun fiskal 2021, dan tidak terlalu banyak mengalami perubahan untuk tahun fiskal 2022. Hal ini, terutama disebabkan oleh tertundanya pemulihan di sektor permintan jasa.

Sementara itu perubahan harga year-on-year (yoy) – kecuali makanan segar – sekarang ini kemungkinan masih negatif. Menurut para pejabat, itu dikarenakan oleh faktor-faktor seperti pandemi virus corona, penurunan harga minyak sebelumnya, dan program subsidi perjalanan domestik.

Berdasarkan catatan, untuk tahun ini hingga Maret 2021 BOJ memprediksi tingkat ekonomi kontraksi 5,5% dibandingkan 4,7% pada perkiraan Juli. Sedangkan harga menunjukkan penurunan 0,6% dibandingkan perkiraan penurunan sebelumnya 0,5%.

Namun untuk tahun fiskal hingga Maret 2022, BOJ melakukan revisi pada laju pertumbuhan dan perkiraan inflasi yakni masing-masing dari 3,3% menjadi 3,6%; dan dari 0,3% menjadi 0,4%.

BoJ juga mempertahankan tingkat suku bunga negatif 0,1% untuk deposito bank, serta kebijakan pembelian tak terbatas obligasi pemerintah Jepang guna memastikan imbal hasil tenor 10 tahunnya tetap berada di kisaran nol persen.

“Kami menyadari bahwa prospek ekonomi masa depan akan terus menjadi sangat tidak pasti. Ada rasa ketidakpastian ekonomi yang kuat, sehingga kami perlu memantau tren dengan cermat. Kami tidak akan ragu untuk memperkenalkan langkah-langkah pelonggaran tambahan jika perlu,” ujar Kuroda kepada wartawan, seraya menyebutkan faktor penyebaran infeksi virus corona lebih lanjut di seluruh dunia dan pemberlakuan auran karantina (lockdown) di Eropa.

Di sisi lain, situasi pandemi virus corona Covid-19 di Jepang sendiri relatif stabil dalam beberapa bulan terakhir. Tercatat sampai saat ini ada sekitar 100.000 kasus infeksi dan 1.700 korban meninggal dunia. Namun gelombang kedua semakin cepat merebak di pasar-pasar utama, termasuk di Eropa, di mana Prancis telah mengumumkan aturan lockdown nasional yang baru.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN