Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengenakan masker, melambaikan tangan saat meninggalkan 10 Downing Street, di pusat kota London pada 14 Oktober 2020. ( Foto: TOLGA AKMEN / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengenakan masker, melambaikan tangan saat meninggalkan 10 Downing Street, di pusat kota London pada 14 Oktober 2020. ( Foto: TOLGA AKMEN / AFP )

Boris Johnson Isolasi Mandiri

Selasa, 17 November 2020 | 07:36 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Perdana Menteri (PM) Boris Johnson pada Senin (16/11) mengaku kondisi kesehatannya baik dan tidak menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19. Tapi, ia isolasi mandiri setelah seorang anggota parlemen yang kontak dengannya positif terinfeksi virus corona baru tersebut.

“Ini bukan masalah saya segar bugar, merasa sangat sehat walau pernah terkena penyakit ini dan saya sudah banyak antibodi. Tapi kita harus menghentikan penyebaran penyakit ini dan salah satu cara yang bisa kita lakukan sekarang adalah dengan isolasi mandiri selama 15 hari karena ada kontak dari hasil tes dan pelacakan,” tutur Johnson, dalam video yang dirilis di Twitter, seperti dilansir AFP.

Ia menambahkan akan memimpin penanggulangan virus ini dari kediamannya di Downing Street, London. Johnson pada April 2020 lalu dirawat tiga hari di ICU setelah terinfeksi Covid-19.

Kali ini ia mengaku tidak mengalami gejala apa pun. Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pada Senin menggambarkan kondisinya sangat segar.

Johnson diberi tahu oleh skema Test and Trace Inggris bahwa ia harus isolasi mandiri setelah anggota Parlemen Konservatif Lee Anderson positif terinfeksi Covid-19. Johnson bertemu Anderon pada Kamis (12/11).

Johnson tidak dapat melaksanakan tugas selama hampir satu bulan. Setelah terinfeksi Covid-19 pada gelombang pertama penyebaran virus ini pada Maret 2020.

Tapi ketua Partai Konservatif ini menegaskan ia akan memiliki lebih banyak waktu untuk rapat via Zoom. “Dan media komunikasi elektronik lainnya selama saya isolasi mandiri,” tandas Johnson.

Ia mengaku bahwa sakit Covid-19-nya dulu menjadi berat karena dirinya kelebihan berat badan. Tapi ia sekarang mengaku sudah turun 12 kilogram (kg).

“Saya akan melanjutkan diet, karena kamu harus menemukan pahlawan dalam dirimu sendiri supaya si orang itu dapat lebih ramping,” ujar dia, sambil bercanda, bulan lalu.

Vaksin

Inggris sekarang menjadi negara terdampak paling parah di Eropa. Dengan mencatatkan lebih dari 50.000 kematian dari 1,2 juta kasus positif Covid-19.

Tapi Johnson menegaskan negaranya memiliki dua senjata utama untuk mengatasi virus ini. Yakni pengujian cepat dan massal serta kandidat vaksin. Yang menurutnya dapat tersedia bagi kelompok warga paling rentan sebelum Natal tahun ini.

Pemerintah Inggris pada Senin mengumumkan bahwa kapasitas tes harian akan ditingkatkan lebih dari dua kali lipat pada awal tahun depan. Dengan membuka dua laboratorium besar baru yang sanggup memproses hingga 600.000 sampel per hari.

Hancock pada Senin mengkritik kelompok-kelompok yang menentang vaksin. Sikap tersebut, ujar dia kepada Times Radio, sangat tidak patut.

“Kami tidak mengajukan dan mengizinkan vaksin di negeri ini kecuali sudah melewati persyaratan keselamatan paling ketat di dunia. Menerima vaksin, baik itu untuk flu biasa atau harapannya untuk virus corona, tidak hanya akan melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar. Jadi ini sangat penting,” tutur Hancock.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN