Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo produsen mobil Amerika Serikat (AS), Tesla dan Bitcoin. ( Foto: Artur Widak / NurPhoto via Getty Images )

Logo produsen mobil Amerika Serikat (AS), Tesla dan Bitcoin. ( Foto: Artur Widak / NurPhoto via Getty Images )

Dampak Investasi Tesla, Bitcoin Menuju US$ 50.000

Rabu, 10 Februari 2021 | 06:31 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Nilai mata uang kripto (cryptocurrency) Bitcoin dilaporkan melesat mendekati angka US$ 50.000 pada Selasa (9/2). Menyusul pengumuman dari produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) Tesla. Pada Senin (8/2), Bitcoin melonjak 20% setelah Tesla mengumumkan investasi sebesar US$ 1,5 miliar dan berencana menggunakan mata uang kripto sebagai alat pembayaran untuk pembelian kendaraan listriknya.

Kenaikan tersebut adalah kenaikan harian terbesar dalam lebih dari tiga tahun. Harga satu Bitcoin menguat US$ 48.216 pada Selasa – hampir cukup untuk membeli salah satu kendaraan Tesla terlaris, Tesla Model Y SUV. Sedangkan mata uang kripto Ethereum, rival Bitcoin, mencatatkan rekor tertinggi US$ 1.784,85 pada Selasa.

Miliarder dan pendiri Tesla Elon Musk sendiri dikenal sebagai pendukung mata uang kripto. Bahkan dia memperkirakan menerima pembayaran untuk mobil Tesla dengan mata uang digital.

Para analis menganggap rencana Musk sebagai pergeseran yang lebih besar karena perusahaan, dan rumah-rumah investasi besar mengikuti pedagang kecil ke dalam aset. Di samping itu, investasi Tesla dalam mata uang kripto telah membuat para investor memperhitungkan kemungkinannya menjadi aset utama bagi perusahaan dan pengelola uang.

Mata uang kripto paling populer itu dilaporkan telah menguat 1,150% dari posisi terendah pada Maret 2020. Ini disebabkan, para investor institusional mencari tempat penyimpanan kekayaan alternatif dan para pedagang ritel mengikuti arus. Padahal mata uang kripto sempat diperdagangkan dengan harga ratusa dolar pada lima tahun yang lalu.

“Bitcoin pasti menarik perhatian investor. Saya pun memiliki lebih banyak pertanyaan tentangnya. Dari sudut pandang praktis, menggunakan Bitcoin untuk membeli apa pun – termasuk mobil Tesla – akan tetap sangat sulit mengingat volatilitasnya yang berlebihan,” ujar Marija Vertimane, ahli strategi senior di State Street Global Markets, yang dikutip Reuters.

Di sisi lain, ketidakstabilan Bitcoin telah menjadi penghalang bagi beberapa investor yang serius, dan poin penting dalam menggunakannya untuk transaksi. Volatilitas yang disadari atau perubahan harga harian yang diukur dalam hal harga penutupan Bitcoin selama 90 hari terakhir berada pada 72% dibandingkan 16% untuk indeks saham S&P 500, dan 6% untuk mata uang euro.

Terlebih lagi, dengan nilai bitcoin yang naik tiga kali lipat dalam tiga bulan terakhir, kalangan analis mempertanyakan tentang bagaimana volatilitasnya akan memengaruhi seseorang yang membeli mobil Tesla dalam bentuk Bitcoin.

“Kecuali jika harga Bitcoin stabil. Harga Bitcoin akan turun drastis dan Anda akhirnya memenangkan Tesla dalam lotre, atau harganya tiga kali lipat dan Anda akhirnya membayar Tesla Anda terlalu mahal,” kata Ipek Ozkardeskaya, analis senior di Swissquote Bank.

Dia menggambarkan, semisal seseorang membeli Tesla Model 3 dengan harga satu Bitcoin pada Minggu – yang mana harganya mencapai US$ 38.000 – mobil yang sama dapat dibeli hanya dengan 0,8 Bitcoin pada Selasa,yaitu ketika mata uang kripto diperdagangkan pada US$ 46.413, pukul 11.45 GMT.

CEO Tesla Elon Musk ketika mengunjungi lokasi konstruksi raksasa mobil listrik AS masa depan Tesla, di Grunheide dekat Berlin, Jerman, pada 3 September 2020. ( Foto: Odd Andersen / AFP
CEO Tesla Elon Musk ketika mengunjungi lokasi konstruksi raksasa mobil listrik AS masa depan Tesla, di Grunheide dekat Berlin, Jerman, pada 3 September 2020. ( Foto: Odd Andersen / AFP

Fase Terbaru

Sebagai informasi, miliarder Musk telah lama menjadi penggemar mata uang kripto. Bahkan dia kerap membahasnya secara online. Tetapi investasi mata uang Tesla yang tidak mungkin terdepresiasi (hard currency muncul sebagai kejutan di bawah sektor ini.

“Saat ini, pengejaran untuk memperoleh Bitcoin masih santai. Tapi saya pikir di akhir tahun, dengan laju arus kelembagaan yang masuk saat ini, akan menjadi jelas bahwa ini adalah lahan sekali seumur hidup,” kata Jehan Chu, pendiri dan mitra pengelola di Kenetic, yang berinvestasi di perusahaan terkait blockchain.

Namun, dalam survei pengelola dana BofA Januari, Bitcoin menduduki puncak daftar perdagangan “paling ramai”. Sedangkan survei lain yang dilakukan Deutsche Bank, memperingatkan adanya gelembung (bubble) harga dalam mata uang kripto.

Menurut laporan, harga Bitcoin sudah naik 67% tahun ini, di atas reli 300% tahun lalu. Pasalnya, para investor mencari alternatif untuk dolar karena tingkat suku bunga 0% The Federal Reserve (The Fed). Bahkan nilai tukar dolar melemah terhadap sebagian besar mata uang pada Selasa.

“Kami berada dalam posisi di mana ini adalah fase paling awal dari alokasi Bitcoin dari komunitas kelembagaan dan perusahaan,” tutur Michael Bucella dari perusahaan investasi kripto BlockTower kepada CNBC.

Dalam gelombang digital yang sedang berlangsung, para gubernur bank sentral dan regulator, terutama di Tiongkok, juga mulai menggaet penerbit mata uang digital mereka sendiri untuk penggunaan sehari-hari. Pihak berwenang Tiongkok menyatakan akan mengeluarkan mata uang digital senilai 10 juta yuan (US$ 1,55 juta) agar dapat digunakan penduduknya selama liburan Tahun Baru Imlek yang dimulai pada 12 Februari. Demikian laporan media dalam negeri.

Namun, mantan wakil presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Vitor Constancio menulis di Twitter bahwa para pembuat kebijakan harus fokus pada pengaturan mata uang kripto, dan hanya mengembangkan mata uang digital jika ingin membantu bank dalam menjalankan peran pembuatan kredit.

“Harga Bitcoin harus muncul di daftar komoditas, bukan di kolom forex,” pungkasnya.

Reli yang dipimpin berita Tesla melampaui Bitcoin. Saham-saham perusahaan yang menyediakan platform perdagangan untuk Bitcoin dan teknologi menambang mata uang kripto melonjak di Tiongkok, Korea Selatan, dan Australia, serta perusahaan produsen chip komputer besar seperti SK Hynix juga ikut naik.

Bahkan nilai Dogecoin, mata uang kripto dengan simbol anjing, meningkat setelah Musk menyebutkannya di Twitter. Menurut CoinMarketCap, mata uang ini telah melonjak 13% dalam satu hari terakhir. “Ini benar-benar menjadi budaya populer dan arus utama. Orang-orang tidak lagi bertanya mengapa saya harus berinvestasi dalam Bitcoin, mereka harus berkata mengapa tidak,” kata Chu.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN