Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Executive Officer (CEO) TotalEnergies Patrick Pouyanne menyampaikan pidato kepada karyawan pada 9 Februari 2021, di La Defense, di luar Paris, Prancis. ( Foto: Handout / TOTAL / AFP )

Chief Executive Officer (CEO) TotalEnergies Patrick Pouyanne menyampaikan pidato kepada karyawan pada 9 Februari 2021, di La Defense, di luar Paris, Prancis. ( Foto: Handout / TOTAL / AFP )

Dampak Pandemi, Total Catat Rugi Bersih Tahunan US$ 7,2 M

Rabu, 10 Februari 2021 | 06:53 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id - Raksasa energi Prancis, Total, melaporkan pada Selasa (9/2) bahwa kerugian bersih sepanjang 2020 mencapai US$ 7,2 miliar, dibandingkan dengan laba US$ 11,2 miliar tahun sebelumnya. Dikatakan, penurunan itu disebabkan pandemi virus corona Covid-19 yang berdampak pada anjloknya permintaan.

Perwakilan perusahaan mengatakan, laba bersih disesuaikan -yang tidak termasuk belanja luar biasa dan satu kali- telah anjlok 66% pada 2020 menjadi lebih dari US$ 4,0 miliar. Perusahaan tersebut akan mengubah namanya menjadi TotalEnergies untuk mencerminkan transisi dari bahan bakar fosil.

"Tahun 2020 melihat dua krisis besar. Pandemi Covid-19 yang sangat memengaruhi permintaan global dan krisis minyak yang mengakibatkan harga minyak Brent turun di bawah US$ 20 per barel di kuartal kedua," ujar CEO Total Patrick Pouyanne mengatakan dalam sebuah pernyataan, Selasa (9/2).

Harga minyak bahkan jatuh ke wilayah negatif pada satu titik awal tahun lalu, saat pandemi yang menimpa memaksa pemerintah di seluruh dunia memberlakukan penguncian yang keras.

Namun dalam beberapa bulan terakhir harga telah pulih di kisaran yang stabil, dengan minyak mentah Brent sekarang kembali di atas level US$ 60 setelah produsen memangkas produksi dan ekonomi global menunjukkan tanda-tanda rebound.

Total menyatakan produksi minyak dan gasnya turun 5,0% tahun lalu, sementara juga harus menanggung biaya sebesar US$ 8,1 miliar untuk menutupi penurunan nilai aset.

"Grup menegaskan keinginannya untuk bertransformasi menjadi perusahaan multi-energi untuk menghadapi tantangan transisi energi. Yakni lebih banyak energi, lebih sedikit emisi (gas rumah kaca)," tambah Pouyanne.

Perubahan ini mendasari keputusan untuk mengganti nama perusahaan menjadi TotalEnergies, yang akan masuk dalam pembahasan dan pemungutan suaran bersama para pemegang saham pada Mei.

Akuisisi Adani

Sementara itu, Total mengatakan akan menggelontorkan US$ 2,5 miliar untuk 20% saham di Adani Green Energy Limited (AGEL) India. Perusahaan tersebut adalah produsen energi surya besar, mendiversifikasi bahan bakar fosil menjadi energi terbarukan.

Bersamaan dengan 20% saham langsung, terdapat 50% kepemilikan dalam portofolio aset energi surya yang dioperasikan oleh AGEL, bagian dari grup Adani. Kedua perusahaan telah menjalin kerja sama sejak 2018, saat Total mengakuisisi saham Adani Gas Limited.

India sangat bergantung pada batu bara, tetapi telah beralih ke energi terbarukan dan gas alam dalam upaya mengurangi tingkat dan biaya polusi yang merusak.

Total menggambarkan AGEL sebagai pengembang energi surya terbesar di dunia. Perusahaan tersebut mengoperasikan 3,0 gigawatt (GW) aset energi terbarukan, dengan 3,0 GW lainnya sedang dibangun dan 8,6 GW dalam pengembangan. AGEL menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 25 GW pada 2015.

"Mengambil saham di AGEL adalah langkah besar dalam strategi yang diterapkan Adani dalam bidang energi terbarukan India. Mengingat besarnya pasarnya, India adalah negara yang tepat untuk menjalankan strategi transisi energi kami berdasarkan dua pilar yaitu solar dan gas alam," kata Pouyanne dalam pernyataannya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN