Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masyarakat mengenakan masker dan pelindung wajah saat sedang menyeberang jalan di Manila pada 7 September 2021. ( Foto: TED ALJIBE / AFP )

Masyarakat mengenakan masker dan pelindung wajah saat sedang menyeberang jalan di Manila pada 7 September 2021. ( Foto: TED ALJIBE / AFP )

Demi Ekonomi, Filipina Longgarkan Pembatasan

Rabu, 15 September 2021 | 06:30 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

MANILA, investor.id – Pemerintah Filipina akan melonggarkan pembatasan terkait virus corona Covid-19 di ibu kota Manila meskipun ada rekor jumlah infeksi. Hal ini dilakukan karena pemerintah berusaha untuk memacu kegiatan ekonomi.

Restoran, gereja, dan salon kecantikan di wilayah ibu kota nasional akan dibuka dengan kapasitas lebih rendah pada Kamis (16/9), untuk memungkinkan puluhan ribu orang kembali bekerja.

"Kita harus berjuang untuk kesehatan secara total dan ini hanya dapat diwujudkan dengan menyeimbangkan respons Covid-19 kita dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan kesehatan rakyat kita dan kesehatan ekonomi bangsa," kata juru bicara Presiden Rodrigo Duterte, Harry Roque pada Selasa (14/9), yang dikutip AFP.

Jumlah kasus virus telah melonjak ke tingkat rekor, dengan lebih dari 140.000 kasus dalam sepekan terakhir akibat wabah varian Delta yang sangat menular.

Kota Metropolitan Manila akan ditempatkan pada aturan peringatan tertinggi kedua, di bawah sistem klasifikasi baru. Aturan baru itu menggantikan pedoman lama, yang membuat banyak warga dan pemilik bisnis bingung tentang kegiatan mana yang diizinkan.

Karantina (lockdown) lokal akan diterapkan pada bangunan-bangunan, jalan-jalan, atau lingkungan tertentu. Ini akan diberlakukan untuk memeriksa penyebaran virus, menggantikan skema saat ini yang mencakup seluruh kota dan wilayah.

Pelanggan yang telah divaksinasi penuh di wilayah ibu kota sekarang dapat dilayani di dalam ruangan di restoran dan salon kecantikan dengan kapasitas hingga 10%, serta di tempat terbuka dengan kapasitas hingga 30% terlepas dari status vaksinasi.

Enam dari 10 orang dewasa di Manila telah menerima vaksin, dibandingkan dengan 22% orang dewasa Filipina di seluruh negeri, kata laporan pejabat.

Gereja juga akan diizinkan untuk menampung 10% dari kapasitas mereka untuk kegiatan ibadah. Tetapi aktivitas kelompok dalam ruangan lainnya, termasuk yang mengarah pada kerumunan, tetap dilarang.

Penutupan berturut-turut sejak awal pandemi telah membuat lebih dari dua juta pekerja di sektor makanan dan rekreasi di ibu kota saja. Demikian menurut Menteri Perdagangan Ramon Lopez.

Jutaan anak sekolah memulai tahun kedua pelajaran jarak jauh pada minggu ini di Filipina, setelah terus-menerus meliburkan sekolah sejak awal pandemi virus corona.

Pejabat mengatakan pada Selasa, bahwa ketika tingkat siaga dikurangi menjadi terendah kedua, ruang kelas dapat dibuka kembali bersamaan dengan kegiatan hiburan dalam ruangan dan acara sosial dengan kapasitas hingga 50%.

Duterte sebelumnya mengatakan negara itu tidak mampu lagi melakukan karantina. Tetapi pihak berwenang memiliki beberapa pilihan untuk memperlambat penyebaran virus, karena rumah sakit telah penuh.

Presiden mengatakan dalam pidato televisi yang direkam sebelumnya dan disiarkan Selasa, bahwa vaksinasi dapat dimulai untuk populasi orang dewasa umum bulan depan. "Jika ada pasokan vaksin yang stabil," katanya, Selasa (14/9). Adapun saat ini, vaksinasi di Filipina masih terbatas pada para pelaku sektor prioritas.

Virus corona telah menginfeksi lebih dari 2,2 juta orang dan membunuh lebih dari 35.000 di negara itu sejak awal pandemi.

 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN