Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serika (AS) Joe Biden menyampaikan pidato pengukuhannya setelah dilantik sebagai Presiden ke-46 AS pada 20 Januari 2021, di US Capitol di Washington, DC. ( POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Presiden Amerika Serika (AS) Joe Biden menyampaikan pidato pengukuhannya setelah dilantik sebagai Presiden ke-46 AS pada 20 Januari 2021, di US Capitol di Washington, DC. ( POOL / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP )

Demokrasi Telah Menang

Kamis, 21 Januari 2021 | 06:26 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Joe Biden menjadi presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) pada Rabu (20/1) waktu setempat, dan menyatakan demokrasi telah menang sekaligus menyerukan persatuan. Dia juga bersumpah untuk menjembatani perpecahan yang dalam dan mengalahkan ekstremisme domestik. Setelah dua pekan aksi serangan massa pendukung Donald Trump yang mencoba membatalkan kemenangannya dalam pemilihan umum (pemilu) 3 November 2020.

Di hari pelantikannya, suhu udara terasa dingin tapi matahari bersinar cerah. Biden pun diambil sumpah jabatan presiden beberapa saat setelah Kamala Harris – yang menjadi wakil presiden wanita pertama Amerika. Dengan demikian, keduanya resmi membalik halaman dari kepemimpinan Trump selama empat tahun yang penuh gejolak.

“Demokrasi itu berharga, demokrasi rapuh dan pada saat ini, teman-teman saya, demokrasi telah menang,” ujar Biden dalam pidato yang disampaikan di area taman National Mall, yang hampir kosong karena penjagaan keamanan yang sangat ketat, dan pandemi Covid-19 yang berkecamuk yang dijanjikan segera ditangani.

“Kita harus mengakhiri perang tidak beradab yang mempertemukan merah dengan biru, pedesaan versus perkotaan, konservatif versus liberal. Kita bisa melakukan ini jika kita membuka jiwa kita alih-alih mengeraskan hati kita, jika kita menunjukkan sedikit toleransi dan kerendahan hati dan kita bersedia berdiri di posisi orang lain,” lanjut Biden.

“Bersama-sama kita akan menulis cerita Amerika tentang harapan, bukan ketakutan, persatuan, bukan perpecahan, terang, bukan kegelapan. Kisah kesopanan dan martabat, cinta dan penyembuhan dan kebaikan. Saya akan menjadi presiden untuk semua orang Amerika,” kata Biden.

Tetapi Biden menghadapi langsung kebangkitan ekstremisme domestik, seperti yang disaksikan selama kepresidenan Trump mulai dari aksi massa di gedung Capitol, serangan mematikan terhadap sinagog dan imigran, serta pawai disertai kekerasan oleh neo-Nazi di Charlottesville, Virginia.

“Amerika Serikat menghadapi kebangkitan ekstremisme politik, supremasi kulit putih, terorisme domestik yang harus kami hadapi, dan kami akan kalahkan. Sejarah kami adalah pergulatan terus-menerus antara cita-cita Amerika, bahwa kita semua diciptakan sederajat dan kenyataan buruk yang pahit bahwa rasisme, nativisme, ketakutan dan demonisasi telah lama memisahkan kita,” ujar Biden.

Pelantikan Biden kali ini terasa berbeda, karena Trump melanggar tradisi selama 152 tahun dengan menolak menghadiri acara pelantikan penggantinya. Bagi Trump, dirinya merasa telah dicurangi untuk melanjutkan periode masa jabatan kedua. Dia juga menghasut para pendukungnya yang berdampak pada serbuan ke gedung Capitol pada 6 Januari.

Biden pun mengimbau para pendukung Trump. Dia berjanji untuk mendengarkan semua pihak setelah empat tahun polarisasi mendalam, di mana Trump meremehkan kelompok minoritas dan mencoba meragukan fakta-fakta dasar.

 

 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN