Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham Wall Street, AS. Foto: AFP

Ilustrasi bursa saham Wall Street, AS. Foto: AFP

Dow Naik Lebih 200 Poin, Kembali Cetak Rekor Baru

Sabtu, 8 Mei 2021 | 08:30 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tiga indeks utama saham di Wall Street mengakhiri sesi Jumat (Sabtu pagi) dengan penguatan, di tengah laporan pekerjaan April yang mengecewakan di bawah ekspektasi. Faktor ini menumbuhkan sentimen kebijakan longgar masih berlanjut sehingga mendorong pasar.

S&P 500 naik 0,7% menjadi 4.232,60, mencapai rekor tertinggi. Dow Jones Industrial Average naik 229,23 poin, atau 0,7% menjadi 34.777,76 mencapai penutupan level tertinggi lainnya. Nasdaq Composite berteknologi tinggi melonjak 0,9% menjadi 13.752,24.

Untuk minggu ini, Dow menguat 2,7% memecahkan penurunan beruntun selama 2 minggu. S&P 500 sepanjang minggu ini naik 1,2%, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,5% minggu ini.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan nonfarm payrolls meningkat hanya 266.000 pada bulan April, jauh lebih kecil dari perkiraan total 1 juta seperti yang disurvei Dow Jones. Tingkat pengangguran naik menjadi 6,1% bulan lalu di tengah meningkatnya kekurangan pekerja, lebih tinggi dari ekspektasi 5,8%. Sementara itu perkiraan semula pada bulan Maret sebanyak 916.000 direvisi menjadi 770.000.

Investor berspekulasi bahwa kehilangan pekerjaan dapat membuat bank sentral AS, Federal Reserve mempertahankan kebijakan mudahnya, termasuk menahan suku bunga rendah dan program pembelian obligasi besar-besaran.

Saham teknologi, yang telah meraup keuntungan di bawah rezim suku bunga rendah selama pandemi, melonjak setelah data pekerjaan diumumkan. Microsoft dan Tesla keduanya naik lebih 1%. Sementara Netflix, Alphabet, dan Apple juga di area positif.. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan pertumbuhan saham karena mengurangi pendapatan di masa depan.

"The Fed akan merasakan beberapa pembenaran dalam keragu-raguan mereka untuk melakukan pelonggaran kebijakan," kata Foinder Vital Knowledge, Adam Crisafulli, dalam sebuah catatan menyusul laporan pekerjaan Jumat.

Riset Bank of America baru-baru ini memperingatkan bahwa data ekonomi yang kuat dapat menggerus bursa saham, terutama saham teknologi. Pasalnya, bank sentral menarik kembali kebijakan moneternya yang mudah.

Sementara beberapa investor percaya bahwa jumlah pekerjaan di bulan April tidak persis seperti yang terlihat. “Itu adalah kejutan besar,” kata Kepala Ekonom Goldman Sachs Jan Hatzius di “Squawk on the Street” CNBC.

Ekonom Goldman Sachs memperkirakan sebanyak 1,3 juta pekerjaan bertambah pada bulan April.

Beberapa ekonom memperkirakan pertumbuhan dua digit pada kuartal saat ini setelah produk domestik bruto naik pada laju tahunan 6,4% pada kuartal pertama dan data yang lebih lemah dapat menempatkan perkiraan tersebut pada risiko.

"Itu adalah pembacaan yang mengecewakan tentang penciptaan lapangan kerja dan mempertanyakan asumsi bahwa Q2 akan meneruskan momentum positif yang ditetapkan pada awal tahun," kata Ian Lyngen, kepala divisi suku bunga AS di BMO, dalam sebuah catatan.

Saham Roku menguat lebih dari 11% setelah perusahaan streaming melampaui ekspektasi dengan hasil kuartal pertama. Roku membukukan laba yang disesuaikan sebesar 54 sen per saham, dibandingkan dengan perkiraan kerugian 13 sen per saham, menurut Refinitiv. Pendapatan naik 79% dari tahun lalu dan melebihi ekspektasi.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN