Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang diambil pada 24 April 2020 memperlihatkan orang-orang memakai masker saat berjalan melewati simbol mata uang Euro di Frankfurt am Main, Germany barat. ( Foto:  YANN SCHREIBER / AFP )

Foto yang diambil pada 24 April 2020 memperlihatkan orang-orang memakai masker saat berjalan melewati simbol mata uang Euro di Frankfurt am Main, Germany barat. ( Foto: YANN SCHREIBER / AFP )

ECB Khawatir dengan Situasi Pandemi

Jumat, 22 Januari 2021 | 07:13 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

FRANKFURT, investor.id – Presiden Bank Sentral Eropa atau ECB Christine Lagarde pada Kamis (21/1) mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih menimbulkan risiko-risiko serius bagi perekonomian zona euro. Kekhawatiran ini muncul seiring menyebarnya varian baru Covid-19 dan pada saat yang sama program vaksinasi berjalan lamban.

Dalam pertemuan kebijakan pertamanya di tahun ini, ECB mempertahankan kebijakan moneter sangat longgar. Setelah pada Desember 2020 menaikkan stimulus untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Lagarde menekankan bahwa stimulus moneter yang cukup tetap sangat penting. Untuk membawa 19 negara zona euro melewati krisis pandemi ini. Ia mengatakan bahwa ECB siap bertindak lebih banyak, bilamana itu diperlukan.

“Pandemi tetap menimbulkan risiko-risiko serius terhadap kesehatan masyarakat, terhadap ekonomi zona euro maupun global,” ujar Lagarde, dalam konferensi pers yang digelar virtual dari kantor pusat ECB di Frankfurt, Jerman.

Ia menambahkan bahwa program vaksinasi massal di UE merupakan langkah besar. Tapi lamban dan menghadapi hambatan di banyak negara.

Kekhawatiran bertambah dengan munculnya varian baru Covid-19 di Inggris dan Afrika Selatan. Sementara banyak negara sudah kesulitan untuk menurunkan jumlah kasus positif Covid-19.

Jerman pada pekan ini memperpanjang karantina sebagian menjadi sampai 14 Februari 2021. Kanselir Jerman Angela Merkel juga mempertimbangkan pemeriksaan di perbatasan untuk meredam penyebaran varian baru Covid-19.

Sementara Prancis dan Spanyol sudah memperketat jam malam. Sedangkan di hampir seluruh negara, aktivitas bisnis non-esensial dan kegiatan hiburan ditutup.

“(Varian) virus terbaru ini memukul kegiatan ekonomi yang sebelumnya sudah terganggu. Sektor jasa kembali terpukul sangat keras. Intensifikasi pandemi ini berpotensi menurunkan prospek ekonomi dalam jangka pendek,” tutur Lagarde.

ECB pada Desember 2020 memperkirakan ekonomi zona euro tumbuh 3,9% pada 2021. Sedangkan pada 2020 diprediksi kontraksi 7,3%. Lagarde mengatakan, untuk saat ini proyeksi-proyeksi tersebut masih valid.

Ia juga mengatakan bahwa inflasi berpeluang menguat dalam beberapa bulan ke depan. Sebagian disebabkan oleh berakhirnya pemangkasan pajak penjualan di Jerman bulan ini.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN