Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt am Main, Jerman barat, pada 12 Maret 2020. ( Foto: Daniel Roland / AFP  )

Kantor pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt am Main, Jerman barat, pada 12 Maret 2020. ( Foto: Daniel Roland / AFP )

ECB Tidak Boleh Menunda Menaikkan Inflasi

Senin, 12 April 2021 | 06:51 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

FRANKFURT, investor.id – Bank sentral Eropa (ECB) seharusnya tidak menerima penundaan lebih lanjut dalam menaikkan inflasi kembali ke targetnya. Mengingat prospek saat ini tidak memuaskan dan terus-menerus berisiko mengalami kehilangan yang merusak perekonomian. Demikian disampaikan anggota dewan ECB Fabio Panetta kepada surat kabar Spanyol, El Pais.

ECB gagal mencapai target mendekati 2% hampir delapan tahun dan proyeknya menunjukkan bahwa ECB akan terus luput selama bertahun-tahun yang akan datang. Ini karena blok negara-negara Uni Eropa (UE) berjuang menerapkan kelonggaran yang ditinggalkan akibat resesi yang dipicu pandemi virus corona Covid-19.

Dengan stimulus yang sudah mendekati batasnya, beberapa pembuat kebijakan berpendapat bahwa ECB harus menerima kenaikan tekanan harga yang lebih lambat ketimbang mencoba melakuka lebih banyak lagi. Namun, Panetta menolak argumen ini dan memperingatkan bahwa biayanya lebih besar daripada manfaatnya.

“Argumen bahwa kami dapat memperluas pemahaman guna mencapai tujuan itu tidak meyakinkan. ECB telah gagal mencapai tujuannya selama bertahun-tahun. Menunggu akan lebih mahal. Ini bakal lebih sulit untuk menambarkan kembali ekspektasi inflasi dan kami akan mengambil risiko pengurangan potensi ekonomi secara permanen demikian dikutip El Pais dan dilansir Reuters pada Minggu (11/4).

ECB meningkatkan stimulus bulan lalu tetapi masih hanya melihat inflasi naik menjadi 1,4% pada tahun 2023, tingkat yang disebut Panetta tidak memuaskan.

Dengan vaksinasi yang semakin cepat, beberapa pembuat kebijakan telah membuat kasus untuk membatasi pembelian obligasi darurat mulai kuartal ketiga dan seterusnya, tetapi Panetta memperingatkan, dengan alasan bahwa pendekatan yang bijaksana dalam krisis seperti itu menyuntikkan terlalu banyak stimulus daripada terlalu sedikit.

Memang, Panetta bahkan meminta pemerintah Eropa untuk meningkatkan dukungan fiskal yang memperingatkan bahwa ekonomi blok tersebut kemungkinan besar menderita lebih banyak kerusakan akibat pandemi daripada yang terlihat saat ini.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN