Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri dan CEO produsen mobil listrik Tesla, Elon Musk. ( Foto: Jim WATSON / AFP )

Pendiri dan CEO produsen mobil listrik Tesla, Elon Musk. ( Foto: Jim WATSON / AFP )

Elon Musk: AS Sebaiknya Tidak Meregulasi Kripto

Kamis, 30 September 2021 | 06:12 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LOS ANGELES, investor.id – CEO Tesla Elon Musk berpendapat regulator Amerika Serikat (AS) sebaiknya tidak mencoba membatasi mata uang kripto dengan regulasi dan aturan-aturan. Pada sebuah konferensi di California, ia meminta mata uang digital tersebut untuk bebas bergerak terbang.

Pengusaha tersebut dikenal sebagai penggemar uang digital yang kerap menyampaikan opininya secara blak-blakan. Musk berbagi pandangannya di Code Conference di Beverly Hills, ketika pemerintah di seluruh dunia resah atas mata uang kripto yang mengancam kendali mereka atas sistem keuangan negara.

"Saya akan mengatakan, tidak melakukan apa-apa. Saya sebenarnya akan mengatakan, biarkan saja terbang," kata Musk pada Selasa (28/9), ketika ditanya oleh pewawancara Kara Swisher tentang apa yang harus dilakukan regulator AS terkait mata uang kripto.

Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS Gary Gensler mengatakan sebelumnya, ada potensi kripto dianggap sebagai sekuritas dan diterapkan peraturan atas platform tersebut.

Bank sentral Tiongkok (PBoC) pekan lalu mengatakan, semua transaksi keuangan yang melibatkan kripto adalah ilegal. Ini membunyikan lonceng kematian bagi pasar digital di negara itu, setelah tindakan keras terhadap mata uang volatil tersebut.

"Tidak mungkin untuk menghancurkan kripto, tetapi mungkin bagi pemerintah untuk memperlambat kemajuannya," ujar Musk.

Nilai global kripto, termasuk Bitcoin, telah berfluktuasi secara besar-besaran selama setahun terakhir. Sebagian disebabkan peraturan dari pemerintah Tiongkok, yang berusaha mencegah spekulasi dan pencucian uang.

"Tampaknya mereka tidak menyukai kripto. Itu halus, tetapi mengisyaratkan ke arah itu. Saya kira kripto pada dasarnya ditujukan untuk mengurangi kekuatan pemerintah terpusat. Dan mereka tidak suka itu," ujar Musk ketika ditanya tentang tindakan keras di Tiongkok.

Musk beralasan, bagian dari kekhawatiran pemerintah Tiongkok juga bisa menjadi masalah kekurangan listrik karena penambangan kripto menggunakan energi dalam jumlah besar.

Tesla pada awal tahun ini mengumumkan telah membeli Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar. Perusahaan juga sempat menerima pembayaran mobil listriknya dengan mata uang digital tersebut.

"Saya tidak akan mengatakan bahwa saya adalah ahli hebat kripto. Saya pikir ada beberapa nilai dalam kripto. Saya tidak berpikir itu seperti kedatangan mesias yang kedua, itulah yang tampaknya dipikirkan beberapa orang," kata Musk.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN