Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kesehatan Olivier Veran saat menggelar  jumpa pers di kantor Kementerian Kesehatan tentang situasi pandemi virus corona Covid-19 di Prancis, pada 23 September 2020. ( Foto: ELIOT BLONDET / AFP / POOL )

Menteri Kesehatan Olivier Veran saat menggelar jumpa pers di kantor Kementerian Kesehatan tentang situasi pandemi virus corona Covid-19 di Prancis, pada 23 September 2020. ( Foto: ELIOT BLONDET / AFP / POOL )

Eropa Tembus 5 Juta Kasus Covid-19

Kamis, 24 September 2020 | 07:17 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id – Kasus positif virus corona Covid-19 di Eropa tembus lima juta kasus pada Rabu (23/9). Prancis dan Spanyol bersiap menjalankan pembatasan-pembatasan lebih ketat untuk meredam lonjakan kasus baru di Paris dan Madrid.

Di seluruh dunia, sudah hampir 32 juta orang yang terinfeksi dan lebih dari 971.000 orang meninggal dunia. Sejak virus ini muncul pertama kali di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019, untuk kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Eropa tadinya tampak mampu mengendalikan jumlah kasus dan mulai melonggarkan karantina serta membuka kembali perekonomian. Tapi sekarang dihadapkan pada lonjakan kasus baru, sehingga memaksa pemerintahnya masing-masing untuk menerapkan kembali langkah-langkah pembatasan.

Lebih dari separuh kasus infeksi Covid-19 di Eropa terjadi di Rusia, disusul oleh Spanyol, Prancis, dan Inggris. Sepanjang pekan lalu tercatat ada 380.000 kasus baru, yang merupakan angka tertinggi sejak Eropa mengalami pandemi ini.

Pemerintah Prancis pada Rabu waktu setempat bersiap mengumumkan langkah-langkah pembatasan lebih ketat untuk Paris. Setelah infeksi di seluruh negeri melonjak sejak karantina dicabut. Beberapa kali bahkan mencapai lebih dari 10.000 kasus per hari.

Pembatasan yang menurut jadwal akan diumumkan Presiden Prancis Emmanuel Macron itu disebutkan antara lain larangan penjualan minuman beralkohol setelah pukul 20.000. Juga pembatasan kerumunan orang serta percepatan pengujian.

“Kami meminta semua orang untuk waspada. Kita harus hidup dengan virus ini cukup lama. Tujuannya adalah melindungi diri anda sendiri dan menata kehidupan sosial,” ujar Anne Souyris, wakil walikota Paris, seperti dikutip AFP.

Sementara Madrid sudah lebih dulu mengarantina 850.000 orang dan akan menambah langkah-langkah baru pada Jumat (25/9).

Restoran di Farmers Market tidak membuka meja untuk para pelanggan di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) pada 22 September 2020. ( Foto: VALERIE MACON / AFP )
Restoran di Farmers Market tidak membuka meja untuk para pelanggan di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) pada 22 September 2020. ( Foto: VALERIE MACON / AFP )

AS Tembus 200.000 Kematian

Sementara itu, angka kematian di Amerika Serikat (AS) telah melewati 200.000 jiwa. AS mencapai angka kematian itu hanya 41 hari sebelum pemilihan presiden pada 3 November 2020.

Presiden AS Donald Trump, yang akan bersaing melawan calon Demokrat Joe Biden, mengatakan pencapaian 200.000 itu memalukan dan mengalihkan kesalahan ke pemerintah Tiongkok.

Trump menggunakan rekaman video yang disampaikan pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menyerang Tiongkok karena tidak berhenti menyebarkan apa yang dia sebut sebagai virus Tiongkok.

"Kita harus meminta pertanggungjawaban bangsa yang melepaskan wabah ini ke dunia, Tiongkok," tuturnya acara pameran diplomatik PBB, Rabu (23/9) yang diadakan hampir seluruhnya secara virtual karena pandemi.

WHO melaporkan pada Senin (21/9) malam, hampir dua juta infeksi tercatat di seluruh dunia dalam satu minggu hingga 20 September 2020.

Peningkatan 6% dibandingkan pekan sebelumnya adalah jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan dalam satu minggu sejak awal epidemi, menurut badan kesehatan PBB tersebut.

Lewati Musim Dingin

Di Eropa, lonjakan kasus baru memaksa Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengumumkan langkah-langkah baru untuk mencoba meredakan kenaikan angka korban tewas.

"Untuk membantu menahan virus, pekerja kantoran yang dapat bekerja secara efektif dari rumah harus melakukannya," kata pemerintah, meski ada kekhawatiran akan dampak ekonomi yang menghancurkan.

Aturan baru mulai berlaku untuk bisnis pub dan tempat perhotelan lainnya pada Kamis (24/9) dan rencana untuk mengizinkan penonton hadir di acara olahraga telah ditunda. Sejumlah pemain sepak bola Liga Premier dinyatakan positif, mengirim mereka ke isolasi dan memaksa penundaan pertandingan.

Johnson memperingatkan, pembatasan baru bisa bertahan hingga enam bulan dan menyerukan upaya kolektif untuk melalui musim dingin ini bersama-sama.

Penasihat ilmiah Inggris mengatakan, negara tersebut dapat mencatat 50.000 kasus virus corona yang menghancurkan setiap hari pada pertengahan Oktober, jika tidak ada tindakan yang diambil. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN