Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

Mata uang kripto, bitcoin. ( Foto: Getty Images )

ETF-nya Diluncurkan, Bitcoin Tembus US$ 65.000

Kamis, 21 Oktober 2021 | 05:56 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

NEW YORK, investor.id – Bitcoin mencatatkan rekor terbaru pada Rabu (20/10). Harganya melampaui angka US$ 65.000 setelah mata uang kripto terbesar dunia ini menjejak langkah berikutnya untuk mendapatkan status mainstrem, dengan resmi masuk ke Wall Street.

Kontrak berjangka exchange-traded fund (ETF) -salah satu instrumen finansial- bitcoin melakukan debutnya di Bursa New York pada Selasa (19/10) waktu setempat. Sehari kemudian, harga mata uang kripto ini melonjak ke angka US$ 65.778, menurut data CoinMarketCap yang dikutip AFP.

ETF akan menjadikan bitcoin lebih mudah diakses oleh para investor mainstream atau arus utama. Yang dengan demikian dapat meningkatkan transaksi di kripto.

ProShares sebagai pemimpin dalam ETF, membunyikan bel pembukaan perdagangan ETF bitcoin di NYSE pada Selasa (19/10) waktu setempat. Adapun ETF merupakan jenis investasi yang terkait dengan indeks.

Bitcoin Strategy ETF, diperdagangkan di bawah ticker "BITO", naik 4,9% menjadi US$ 41,94 di sesi pertama. Titik tonggak ini telah ditunggu-tunggu di dunia mata uang kripto, yang mendorong masa depan bitcoin.

Tidak seperti reksa dana, yang diperdagangkan hanya sekali sehari, ETF dapat ditransaksikan di sepanjang sesi perdagangan. Aturan ini menjadikannya lebih seperti saham individu dan semakin populer di kalangan investor sehari-hari.

"Daripada investasi langsung dalam mata uang digital, BITO akan berinvestasi terutama di bitcoin berjangka," kata ProShares, Selasa (19/10).

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) telah berulang kali menolak ETF yang terkait langsung dengan bitcoin. Pihaknya kerap mempertahankan pernyataan bahwa bitcoin rentan terkena dampak manipulasi pasar.

Kepala SEC Gary Gensler mengatakan kontrak berjangka yang terhubung ke bitcoin juga bisa berubah-ubah. Tetapi ia mencatat bahwa ETF ProShares terkait dengan kontrak berjangka yang telah diatur oleh Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka (CFTC) sejak 2017.

Saya pikir apa yang Anda miliki di sini adalah sebuah produk, sudah diawasi selama empat tahun," tambah Gensler di CNBC, dilansir dari AFP.

Ia menyampaikan, SEC memiliki yurisdiksi atas ETF berdasarkan undang-undang Amerika Serikat (AS) yang sudah berlangsung lama.

"Jadi kami memiliki beberapa kemampuan untuk membawanya ke dalam perlindungan investor (tetapi) kelas aset itu masih sangat spekulatif. (Aset) ini, masih memiliki aspek volatilitas dan spekulasi yang sama," katanya.

Sementara itu perusahaan-perusahaan pengelola investasi lainnya sedang merencanakan jenis ETF yang terkait dengan bitcoin, termasuk Valkyrie Investments.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN