Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota suku Yaman ketika memprotes Amerika Serikat (AS) dan keputusan pemerintahan demisioner Trump yang menyebut

Anggota suku Yaman ketika memprotes Amerika Serikat (AS) dan keputusan pemerintahan demisioner Trump yang menyebut "teroris" pada gerakan yang didukung Iran, di ibu kota yang dikuasai Huthi, Sanaa pada 4 Februari 2021. ( Foto: Mohammed Huwais / AFP )

Faksi-Faksi di Yaman Sambut Usulan Damai dari Biden

Sabtu, 6 Februari 2021 | 07:15 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

DUBAI, investor.id – Faksi-faksi yang bertikai di Yaman menyatakan kesiapannya untuk berunding setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan pembicaraan baru untuk mengakhiri konflik bersaudara yang berlarut-larut di negara itu. Tetapi para ahli mengatakan pada Jumat (5/2), solusi nyata masih jauh dari jangkauan.

Perang enam tahun di Yaman telah menewaskan puluhan ribu dan membuat jutaan orang lainnya mengungsi. Perang bersaudara ini telah memicu apa yang disebut oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Dalam pidato kebijakan luar negeri besar pertamanya sejak menggantikan Donald Trump bulan lalu, Biden menunjuk utusan untuk mendorong perdamaian di Yaman. Ia mengatakan, Pemerintah AS akan mengakhiri semua dukungan untuk perang Arab Saudi di Yaman.

"Perang ini harus diakhiri. Untuk menggarisbawahi komitmen kami, kami mengakhiri semua dukungan Amerika untuk operasi ofensif dalam perang Yaman, termasuk penjualan senjata yang relevan," kata Biden.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Saudi, menyambut dengan baik pidato tersebut dan menekankan pentingnya mendukung upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis.

Hal ini menyerukan penunjukan Timothy Lenderking sebagai utusan AS, menggambarkannya sebagai langkah penting lain yang diambil oleh pemerintah AS untuk mengakhiri perang yang disebabkan oleh kelompok Huthi yang didukung Iran.

Pemberontak Huthi, yang menguasai sebagian besar negara termasuk ibu kota Sanaa, mengatakan pihaknya mendukung pendekatan pemerintah AS yang baru.

"Bukti nyata untuk mencapai perdamaian di Yaman adalah diakhirinya agresi dan pencabutan blokade. Rudal Yaman adalah untuk pertahanan Yaman dan menghentikan itu datang, ketika mengakhiri agresi dan pencabutan blokade tercapai sepenuhnya," juru bicara Huthi Mohamed Abdel Salam dalam mengungkapkan lewat media sosial Twitter.

Pemerintah Arab Saudi bereaksi dengan menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi politik di Yaman. Lewat pernyataan resmi Saudi Press Agency, Saudi juga menyambut komitmen Biden bekerja sama dengan kerajaan untuk mempertahankan kedaulatannya dan melawan ancaman terhadapnya.

Tetapi seperti pemerintah Yaman, pihaknya tidak membahas keputusan Biden untuk mengakhiri dukungan militer pada perang Yaman.

Arab Saudi, yang telah memimpin intervensi militer terhadap Huthi sejak 2015, berulang kali diserang rudal atau serangan pesawat tanpa berawak dari pemberontak Syiah.

Saudi berkali-kali menuduh saingan regionalnya Iran telah memasok senjata canggih kepada pemberontak Huthi. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Iran.

Trump, yang berpendapat penjualan senjata menciptakan pekerjaan pertahanan AS, memandang perang sebagai cara untuk membalas Iran, musuh bebuyutan Amerika.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga mengatakan, dirinya akan meninjau kembali sebutan Trump atas Huthi sebagai kelompok teroris.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN