Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bendera AS

bendera AS

Fokus Pasar: AS Terancam Resesi, Fitch Turunkan Peringkat Kredit Italia

Kamis, 30 April 2020 | 09:59 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – Perekonomian Amerika Serikat (AS) terancam memasuki fase resesi setelah pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 Negeri Paman Sama menunjukkan penurunan yang signifikan, yakni -4,8%. Ini merupakan penurunan terdalam sejak 2008 silam.

"Penurunan kuartal saat ini (kuartal II-2020) mungkin lebih buruk dari yang kami perkirakan sebelumnya, yang hanya sekitar -3,5%," jelas Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasan hasil risetnya, Kamis (30/4).

Lebih lanjut dijelaskan, fase ekspansi ekonomi AS yang terjadi sejak pertengahan 2009 telah berakhir dan berkontribusi kepada produk domestik bruto (PDB) sebanyak US$ 7 triliun. Ini sejalan dengan penurunan level pengangguran yang mencapai 3,5% dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.

"Pada kuartal II nanti, konsumsi diperkirakan masih mengalami penurunan kembali karena masih adanya penutupan restauran dan beberapa toko lainya," papar Pilarmas.

Di sisi lain, hal itu diperkuat oleh pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang mendesak anggota parlemen AS kembali memberikan stimulus fiskal baru untuk melindungi jalanya perekonomian.

Sementara itu, lembaga pemeringkat Fitch Rating kembali menurunkan peringkat kredit Italia sebanyak satu tingkat di atas peringkat junk bond. Ini lantaran kondisi ekonomi negara produsen kendaraan kuda jingkrak tersebut terus menurun yang disebabkan oleh wabah Covid-19 yang belum juga selesai.

Dalam pemeringkatan yang dipublikasikan, Fitch Rating mengubah peringkat kredit yang diberikan sebelumnya BBB, menjadi BBB-.

"Hal itu mencerminkan meningkatnya keraguan tentang kelayakan kredit di Italia yang diakibatkan sektor-sektor penting yang terkena dampak virus korona," jelas lembaga pemeringkatan itu dalam keterangan resmi, Kamis (30/4).

Lebih lanjut Fitch memproyeksikan perekonomian Italia pada tahun ini akan mengalami kontraksi sebesar 8% dan pemulihan diprediksi akan dimulai pada tahun 2021. Namun, waktu pemulihan dapat menjadi lebih lama apabila gelombang kedua virus korona tersebut kembali menyerang Italia.

"Rasio utang Italia terhadap PDB diperkirakan akan meningkat sekitar 20 poin tahun ini menjadi 156% dari PDB pada akhir tahun 2020," papar Fitch.

Kendati demikian, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan, taman, perusahaan, dan pabrik-pabri akan kembali dibuka pada tanggal 4 Mei mendatang. Namun, sekolah akan tutup hingga bulan September 2020.

Sebelumnya, Fitch sempat memberikan prospek ekonomi Italia menjadi stabil, hal tersebut dikarenakan Bank Sentral Eropa memfasilitasi pembelian aset bersih sebagai respons terhadap situasi dan kondisi fiskal substansial terhadap wabah Covid-19.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN