Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang anak sedang bermain di taman air umum, di tengah cuaca panas terik yang menyengat daerah Richmond, di British Columbia, Kanada, pada 29 Juni 2021. ( Foto: DON MACKINNON / AFP )

Seorang anak sedang bermain di taman air umum, di tengah cuaca panas terik yang menyengat daerah Richmond, di British Columbia, Kanada, pada 29 Juni 2021. ( Foto: DON MACKINNON / AFP )

Kanada dan AS

Gelombang Panas Renggut Nyawa 134 Orang

Jumat, 2 Juli 2021 | 06:50 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

VANCOUVER, investor.id – Gelombang panas telah meningkatkan layanan darurat pada Rabu (30/6) waktu setempat di Kanada dan Amerika Serikat (AS,  dan sedikitnya telah merenggut nyawa 134 orang secara mendadak sejak Jumat (25/6).

Laporan menyebutkan, jutaan warga di Kanada bagian barat dan Amerika Serikat (AS) bagian barat laut berada di bawah peringatan gelombang panas pada Rabu (30/6). Wilayah ini dilaporkan disengat suhu panas yang telah memecahkan rekor. Polisi juga juga melaporkan sejumlah kematian yang kemungkinan terkait suhu yang sangat panas.

“Suhu yang tercatat minggu ini belum pernah terjadi sebelumnya, karena banyak nyawa yang hilang dan risiko kebakaran hutan berada pada tingkat yang sangat tinggi,” ujar Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau, yang dikutip AFP.

Pejabat kesehatan di negara bagian Washington di barat laut AS mencatat sedikitnya 16 kematian terkait gelombang panas, termasuk dua orang meninggal dunia akibat hipertermia karena tubuh yang terlalu lama terpapar panas.

Temperatur dilaporkan melonjak di daerah lembah, gunung, dan gurun California sehingga menimbulkan kekhawatiran atas kebakaran hutan di tengah kondisi kering berangin, dan disertai badai petir yang diperkirakan dapat memicu kebakaran di beberapa bagian di barat AS.

Menanggapi situasi ini, Presiden Joe Biden menggelar pertemuan virtual dengan para gubernur dari negara bagian di barat AS. Dia menyampaikan peringatan soal ancaman kebakaran hutan di wilayah barat pada tahun ini akan sama parahnya dengan sebelumnya.

Tahun lalu, bencana kebakaran hutan menghanguskan lebih dari 10 juta acre (empat juta hektar) di seluruh Amerika Serikat dan menyebabkan langit berwarna jingga, bagaikan mau kiamat. Biden pun mengingatkan, bahwa tahun ini bisa lebih keras.

Para pejabat federal mengatakan bahwa musim kebakaran tahun lalu sudah melampaui catatan terburuk di California, yang dilanda kekeringan. Saat itu, sekitar 9.000 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memadamkan api belasan negara bagian AS, khususnya Lava Fire California utara, yang telah menghanguskan lebih dari 17.000 hektare.

Kebakaran Kota

Sebanyak 250 penduduk terpaksa mengungsi dari kota Lytton, yang berjarak sekitar 250 kilometer dari timur Vancouver menyusul kebakaran hutan yang mulai menyebar dengan cepat pada Rabu.

“Seluruh kota terbakar. Butuh, sekitar 15 menit dari isyarat asap pertama. Kemudian tiba-tiba, ada api di mana-mana,” ungkap Wali Kota Lytton Jan Polderman kepada lembaga penyiaran Kanada, CBC News.

Rekaman menunjukkan api berkobar di perbukitan yang menghadap ke Lytton. Kobarannya melanda kota, di saat penduduk setempat bergegas menuju ke tempat yang aman di bawah gumpalan awan asap.

Penghuni dari 241 rumah lainnya di area itu juga dikeluarkan berdasarkan perintah evakuasi otoritas daerah.

Layanan cuaca Environment Canada melaporkan suhu di kota Lytton mencatatkan angka tertinggi untuk hari ketiga berturut-turut pada Selasa (29/6), mencapai 49,5 derajat Celcius (121 derajat Fahrenheit).

Departemen Kepolisian Vancouver mengatakan pada Rabu, bahwa pihaknya telah merespons lebih dari 98 kematian mendadak sejak Jumat, di mana sebagian besar terkait dengan suhu panas.

Di sisi lain, kota-kota di bagian pantai Pasifik selama beberapa hari mencatat suhu sekitar 32,2 derajat Celcius (90 derajat Fahrenheit) – hampir 20 derajat di atas suhu musiman normal.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN