Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Morgan Stanley. Foto ilustrasi: nbcnews.com

Morgan Stanley. Foto ilustrasi: nbcnews.com

Goldman dan Morgan Stanley Terhindar dari Kerugian

Rabu, 31 Maret 2021 | 06:06 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK – Jatuhnya saham ViacomCBS pada pekan lalu telah memicu gelombang aksi penjualan paksa senilai US$ 20 miliar di bank-bank Wall Street yang melayani Archegos Capital Management – kantor keluarga yang didirikan oleh mantan analis Tiger Management, Bill Hwang. Para investor yang lebih dahulu keluar menjadi diuntungkan karena terhindar dari kerugian.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, ketika bank Credit Suisse asal Swiss dan bank Nomura dari Jepang – sebagai dua pialang utama Archegos – mengumumkan pada Senin (29/3) waktu setempat bahwa akan menghadapi kerugian yang bisa jadi sangat signifikan bagi bank. Sedangkan rivalnya, Goldman Sachs dan Morgan Stanley telah selesai menurunkan posisi mereka.

Sumber mengatakan, Goldman berhasil menjual sebagian besar saham yang terkait dengan permintaan margin Archegos pada Jumat (26/3) sehingga membantu perusahaan menghindari kerugian dalam episode tersebut. Sedangkan Leslie Picker dari CNBC melaporkan Morgan Stanley menjual saham senilai US$ 15 miliar selama beberapa hari dan menghindari kerugian yang signifikan.

Di sisi lain, investor menghukum dua bank non-Amerika Serikat (AS), di mana saham Nomura ditutup melemah 14% pada Senin. Sementara Credit Suisse ditutup melemah 11,5%. Ada pun Morgan Stanley turun 2,6% dan saham Goldman turun 0,5%.

Kantor berita Bloomberg dan lainnya melaporkan, sebelum penjualan saham menjadi perhatian publik akhir pekan lalu, lima bank Archegos telah membicarakan dengan Hwang untuk membahas cara-cara mencegah penjualan tersisa yang berantakan. Namun, gencatan senjata tidak bertahan, dan Goldman cepat-cepat melempar nasabah ke sejumlah besar saham.

“Dalam lingkungan itu, di mana informasi mengalir dengan cepat dan Anda harus bergerak cepat, ini menunjukkan kelemahan yang signifikan dari pihak manajemen risiko Nomura. Apakah mereka tidak memahami risiko yang mereka hadapi, atau apakah mereka mengabaikannya karena ingin tumbuh?” ujar Mark Williams, dosen keuangan Universitas Boston dan mantan pemeriksa The Federal Reserve (The Fed).

Selain tidak dapat bertindak cukup cepat untuk mencegah kerugian – masing-masing Nomura dan Credit Suisse mengindikasikan bahwa mereka masih melepas posisi pada Senin. Kedua perusahaan mungkin tidak disiplin dengan hedge fund Hwang, seperti saingan besar Amerika mereka. Demikian menurut para pengamat industri.

Nomura telah memperkiran bahwa saat harga pasar Jumat, perusahaan menghadapi kerugian sebesar US$ 2 miliar. Sementara itu, Credit Suisse mengatakan kekurangan tersebut bisa sangat signifikan dan material untuk hasil kuartal pertama bank.

Menurut sumber yang melacak pendapatan industri, Morgan Stanley, Goldman, dan JPMorgan Chase adalah pialang utama terbesar di dunia. Sementara Credit Suisse berada di peringkat ketujuh, dan Nomura berada di luar sepuluh besar.

“Perusahaan yang lebih kecil terkadang menerima lebih sedikit agunan atau menawarkan persyaratan pembiayaan yang lebih murah demi memperoleh nasabah di dunia pialang utama yang sangat kompetitif,” kata sumber tersebut.

Sumber menambahkan, itu berfungsi ketika pasar naik, tetapi dapat menyebabkan kerugian ketika saham jatuh dan taruhan leverage meledak.

Menurut informasi yang diperoleh Bloomberg via surat elektronik (email) dari klien, Nomura dan Credit Suisse juga memiliki operasi perdagangan yang lebih kecil di AS, yang mungkin membatasi kemampuan mereka untuk segera melepas blok besar saham setelah mengetahui jelas apa yang terjadi. Sementara itu pada 26 Maret, Goldman menjual saham perusahaan senilai US$ 10,5 miliar milik Baidu Inc., Tencent Music Entertainment Group, ViacomCBS dan Discovery.

Ledakan di Archegos – sebagai entitas yang relatif tidak terlalu dikenal sebelum kehancuran spektakulernya pekan lalu – menimbulkan pertanyaan, apakah ada risiko lain yang bersembunyi di antara buku klien bank investasi besar.

“Haruskah mereka berada dalam bisnis mengambil taruhan di mana mereka bisa kehilangan US$ 2 miliar dalam sepekan? Sepertinya mereka memperluasnya, jika mereka bisa kehilangan sebanyak itu,” kata Williams.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN