Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grab Tech Center. (Dok: Grab)

Grab Tech Center. (Dok: Grab)

Grab Pertimbangkan IPO di AS

Selasa, 19 Januari 2021 | 07:43 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Grab, raksasa pengantaran makanan dan transportasi online Asia Tenggara, dilaporkan sedang mempertimbangkan listing di Amerika Serikat (AS) tahun ini. Didorong oleh kuatnya minat investor terhadap penawaran-penawaran umum perdana (IPO) saham.

IPO Grab, kata salah satu sumber yang dikutip Reuters, Senin (18/1), dapat menghasilkan dana sedikitnya US$ 2 miliar. Perolehan dana sebesar itu akan menjadi IPO terbesar oleh perusahaan Asia Tenggara di luar negeri.

“Pasarnya bagus dan bisnis juga lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sehingga akan sangat mendukung untuk melepas saham,” kata sumber itu.

Grab dilaporkan belum sampai pada finalisasi berapa banyak saham yang akan dilepas ke publik. Juga kapan waktunya. Karena semuanya akan bergantung pada kondisi pasar. Pihak Grab yang berbasis di Singapura menolak berkomentar tentang rencana IPO tersebut.

Grab sudah memperluas bisnis sejak memulai sebagai perusahaan transportasi online di Malaysia pada 2012 hingga menjadi perusahaan rintisan terbesar di Asia Tenggara. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 16 miliar.

Pemodal asing di Grab saat ini antara lain Softbank Group Corp dan Mitsubishi UFJ Financial Group dari Jepang.

Grab sekarang juga memberikan jasa finansial dan baru-baru ini mendapatkan lisensi untuk menjalankan bisnis bank digital di Singapura. Grab bulan ini menyatakan bahwa pendapatan grup sudah kembali di atas level sebelum pandemi Covid-19.

Grab juga menyatakan bahwa bisnis transportasi online-nya sudah balik modal di seluruh daerah operasi. Termasuk di Indonesia yang merupakan pasar terbesarnya. Grab memperkirakan bisnis pengantaran makanannya akan balik modal pada akhir tahun ini.

Rencana IPO Grab ini keluar setelah rencana merger dengan rivalnya di Indonesia, Gojek, dihentikan. Sebaliknya, Gojek dan pemimpin bisnis e-commerce Indonesia Tokopedia sedang menyiapkan merger senilai US$ 18 miliar, sebelum rencana dual listing di Jakarta dan di AS.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN