Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menerima suntikan ketiga vaksin Covid-19 buatan Pfizer sebagai booster, di Gedung Putih, Washington, DC., pada 27 September 2021. ( Foto: BRENDAN SMIALOWSKI / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menerima suntikan ketiga vaksin Covid-19 buatan Pfizer sebagai booster, di Gedung Putih, Washington, DC., pada 27 September 2021. ( Foto: BRENDAN SMIALOWSKI / AFP )

Strategi Perang AS Lawan Omicron

Gratiskan Tes Covid dan Tetapkan Syarat Baru Pelancong Internasional

Sabtu, 4 Desember 2021 | 06:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menyusun strategi untuk memerangi varian virus corona Covid-19, Omicron dan Delta selama musim dingin. Langkah ini termasuk pelaksanaan tes Covid-19 gratis dan yang didanai oleh asuransi, serta memberlakukan persyaratan baru bagi para pelancong internasonal.

Sebagai informasi, tercatat lebih dari 786.000 orang meninggal karena Covid-19 di AS. Pada November saja, angkanya sudah 37.000.

Menurut para pejabat administrasi, Pemerintah AS akan mewajibkan perusahaan asuransi kesehatan swasta untuk mengembalikan kelebihan yang dikeluarkan 150 juta pelanggan yang melakukan tes Covid-19 di rumah, dan menggratiskan 50 juta tes yang dilakukan di kinik-klinik pedesaan dan pusat-pusat kesehatan yang tidak diasuransikan.

Namun, penerapan penggantian biaya tes ini baru dimulai pada Januari mendatang, sehingga melewatkan periode liburan penting di mana banya keluarga dan kelompok orang berkumpul dalam satu ruangan.

“Kita akan memerangi varian ini dengan ilmu pengatahuan dan kecepatan, bukan dengan kekacauan dan kebingungan. Tindakan yang saya umumkan adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh semua penduduk Amerika dan harus menyatukan kita semua dalam perang melawan Covid-19,” ujar Biden di National Institutes of Health, Maryland, sambil memperingatkan bahwa infeksi akan meningkat pada musim dingin ini, yang dilansir Reuters.

Pemerintah juga telah mendesak semua warga negara Amerika yang memenuhi syarat untuk segera divaksinasi atau mendapat vaksin booster guna melawan virus dan terlindung dari Omicron – yang mana penyebarannya demikian cepat ke seluruh dunia. Pihak berwenang AS pun telah berencana untk menambah lokasi vaksinasi keluarga dan memperluas ketersediannya di apotek-apotek.

Sebagai informasi, kurang dari 60% populasi AS atau 196 juta penduduk yang telah divaksinasi lengkap. Catatan ini merupakan salah satu yang paling rendah di antara negara-negara kaya. Namun, pemerintah mengatakan ada tambahan 100 juta yang sudah memenuhi syarat untuk mendapat vaksin booster.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah menyampaikan bahwa semua orang dewasa yang sudah divaksinasi harus mendapatkan vaksin booster, mengingat tingkat perlindungannya mengalami penurunan dari waktu ke waktu dan terlebih lagi ada varian Omicron yang muncul.

Di samping itu, Pemerintah AS berencana mewajibkan penumpang internasional untuk melakukan tes Covid -19 satu hari sebelum keberangkatan, terlepas dari status vaksinasinya. Pemakaian masker saat di pesawat, kereta api, dan kendaraan umum juga akan diperpanjang hingga 18 Maret.

“Rencana tersebut termasuk meningkatkan perawatan bagi yang terkena Covid-19, dengan melipatgandakan jumlah tim tanggap lonjakan, menyediakan staf tambahan di rumah sakit yang dibanjiri pasien menjadi 60 dari level saat ini. Langkah ini akan mempercepat pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter-dokter sungguhan, bukan ahli teori konspirasi,” kata Biden.

Upaya-upaya untuk memperluas pengujian dan vaksinasi itu datang ketika dunia sedang menghadapi ancaman baru varian Omicron. Di sisi lain, Pemerintah AS dihadapi budaya anti-vaksinasi yang mengakar kuat dan didorong secara politis.

Kekhawatiran tentang varian Omicron telah menggempur pasar keuangan dan menciptakan keraguan atas kecepatan laju pemulihan ekonomi global saat pandemi berlanjut.

“Gedung Putih sedang mempertimbangkan pembatasan lebih lanjut dan cara-cara untuk meningkatkan pengujian dan vaksinasi yang akan bergantung pada tingkat keparahan varian,” tutur Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki.

Asuransi Minta Kejelasan

Psaki menambahkan pada Kamis, bahwa pemerintahan Biden akan mengklarifikasi apakah perusahaan asuransi kesehatan swasta bakal mendapatkan dana dari pemerintah untuk mengganti kelebihan biaya nasabah yang menjalani tes, ketika merilis panduan tentang masalah ini pada pertengahan Januari mendatang.

Namun, salah seorang pejabat Gedung Putih menyampaikan pada Kamis, bahwa pemerintah tidak akan mengganti uang asuransi kesehatan swasta untuk biaya tes di rumah. “Pihak penanggung diharuskan menanggung tes diagnostik Covid-19 tanpa persyaratan pembagian biaya apa pun selama darurat kesehatan masyarakat,” kata pejabat itu.

Sementara itu, Psaki menuturkan, tes gratis tambahan di klinik kesehatan harus tersedia segera pada bulan ini

Sedangkan, Biden mengatakan bahwa tes gratis akan tersedia di ribuan lokasi yang nyaman bagi mereka yang tidak memiliki asuransi swasta.

“Intinya: Pada musim dingin ini, Anda akan dapat tes secara gratis dalam rumah Anda yang nyaman dan Anda dapat berpikir tenang,” ujar dia.

Ada pun perusahaan-perushaan asuransi kesehatan terbesar di AS, meliputi Cigna Corp, UnitedHealth Group, dan CVS Health Corp. Saat ini, perusahaan asuransi mendapatkan penggantian sejumlah uang yang ditetapkan oleh pemerintah untuk sebagian besar tes Covid-19 yang diperlukan secara medis, yang dilakukan di laboratorium dan kantor medis.

Juru bicara lobi industri asuransi AHIP, Kristine Grow mengatakan bahwa industri tersebut bekerja sama dengan pemerintah guna memastikan dampak dari rencana pengujian apa pun dipahami sepenuhnya.

“Area yang menjadi perhatian termasuk mencurangi harga tes ini, premi yang lebih tinggi serta aturan dan panduan yang jelas untuk implementasi,” katanya.

Analis Morningstar, Julie Utterback memandang rencana pemerintah sebagai pergeseran lokasi pengujian potensial, daripada peningkatan biaya yang signifikan untuk asuransi kesehatan, dengan asumsi tes di rumah dapat diterima sebagai valid.

“Untuk mengendalikan penyebaran virus dari perspektif kebijakan, saya melihat logika dalam upaya menjaga orang-orang yang terinfeksi di rumah daripada memaksa mereka berinteraksi dengan orang di luar rumah ketika mereka mengalami gejala,” ujar Utterback.

Sedangkan Analis Evercore ISI, Michael Newshel mengatakan strategi Biden dapat bisa menimbulkan biaya yang besar bagi perusahaan asuransi kesehatan, dengan persyaratan pertanggungan yang mungkin berlangsung hingga semester pertama tahun ini.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN