Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: MANDEL NGAN / AFP )

Hakim Pennsylvania Tolak Klaim Kecurangan Pemilu AS

Senin, 23 November 2020 | 06:50 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Hakim pengadilan di Negara Bagian Pennsylvania menolak klaim gugatan yang diajukan Presiden Donald Trump tentang kecurangan pemilihan umum Amerika Serikat (AS) yang meluas. Penolakan hakim pada Sabtu (21/11) waktu setempat telah menghalangi upaya Partai Republik untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilihan presiden (pilres) AS.

Keputusan pengadilan tersebut membuka jalan bagi Pennsylvania untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden dari Partai Demokrat, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (23/11) waktu setempat.

Dalam keputusannya, Hakim Matthew Brann menulis bahwa tim Trump telah mempresentasikan argumen hukum yang tegang, tanpa alasan dan tuduhan spekulatif dalam pengajuan keluhan mereka tentang surat suara yang masuk di Pennsylvania.

“Di Amerika Serikat, hal ini tidak dapat membenarkan pencabutan hak satu pemilih, apalagi semua pemilih dari negara bagian keenam terpadat. Orang-orang, hukum, dan institusi kami menuntut lebih banyak,” demikian tulis Brann, seperti dilansir AFP.

Jadwal pelantikan Biden pada 20 Januar 2021, semakin mempersempit ruang gerak dan waktu tim Trump untuk menghentikan negara-negara bagian di medan pertempuran mengesahkan hasil pemunguran suara. Hal ini seiring dengan semakin banyak gugatan hukum yang gagal.

Menurut laporan, Biden memenangkan suara Electoral College negara bagian, yakni 306 banding 232, yang pada akhirnya memutuskan siapa yang mengambil kursi Gedung Putih.

Sebelumnya, Electoral College akan melakukan pemungutan suara secara resmi pada 14 Desember, dengan sertifikasi surat suara yang telah dilakukan terlebih dahulu.

Sertifikasi negara-negara bagian atas hasil pemungutan suara kerap dilakukan usai pelaksanaan pilpres AS. Tetapi penolakan Trump untuk menerima kekalahan dari Biden telah memperumit proses, dan menimbulkan kekhawatiran bahwa ia dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang atas kepercayaan masyarakat Amerika dalam sistem pemungutan suara mereka.

Sejauh ini, baru sedikit dari anggota Partai Republik yang mengakui Biden sebagai pemenang dan meminta Trump untuk menyerah. Namun putusan pengadilan Pennsylvania telah mendorong senator Republik dari negara bagian itu, Pat Toomey, untuk bergabung dan mengatakan Biden telah memenangkan pemilu 2020, dan akan menjadi presiden ke-46 Amerika Serikat.

“Presiden Trump harus menerima hasil pemilu dan memfasilitasi proses transisi kepresidenan,” tutur Toomey dalam sebuah pernyataan ucapan selamat kepada Biden.

Hasilnya Sudah Jelas

Putusan yang dikeluarkan pengadilan Pennsylvania tersebut datang selang beberapa jam setelah Partai Republik juga mengajukan penundaan sertifikasi di Michigan. Melalui sebuah surat kepada Negara Bagian Michigan, mereka kembali menuding adanya penyimpangan surat suara yang memenangkan Biden dengan 155.000 suara.

Mereka meminta penundaan sertifikasi selama dua pekan untuk memungkinkan dilakukan audit menyeluruh atas hasil pemungutan suara di Wayne County, negara bagian terbesar, di mana wilayah Detroit yang mayoritas dihuni warga kulit hitam telah memenangkan suara untuk Biden.

Dewan pemungutan suara Michigan – yang terdiri dari dua orang dari Demokrat dan dua Republik juga akan bertemu pada Senin untuk mengesahkan hasil. Ketua komite nasional Partai Republik Ronna McDaniel dan Ketua partai Michigan Laura Cox telah meminta dewan untuk melakukan penundaan selama 14 hari dengan tujuan menjalankan audit dan investigasi penuh atas anomali dan penyimpangan itu.

Namun Sekretaris Negara Bagian Michigan Jocelyn Benson menyampaikan, bahwa proses audit tidak dapat dilakukan sampai diperoleh sertifikasi. Pasalnya, para pejabat tidak memiliki akses hukum ke dokumen yang diperlukan sampai saat itu.

Dia pun mencuit di Twitter pada Sabtu, bahwa tidak ada bukti yang mempertanyakan hasil pemilu.

“Singkatnya: 5,5 juta warga Michigan telah memberikan suara. Hasil pemungutan suara mereka jelas. Tidak ada bukti yang muncul untuk merongrong itu,” cuit Benson.

Sebelumnya, pada Jumat (20/11) Trump mengundang anggota parlemen Michigan ke Gedung Putih sebagai bagian dari upayanya untuk menumbangkan hasil suara yang diberikan para pemilih, tetapi anggota legislatif bersikukuh akan menghormati hasil pemilu.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN