Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Paspor luar negeri Inggris atau British National (Overseas) dan paspor Hong Kong. ( Foto: Asia Times )

Paspor luar negeri Inggris atau British National (Overseas) dan paspor Hong Kong. ( Foto: Asia Times )

Hong Kong Tidak Berhak Dikte Pengakuan Paspor Inggris

Sabtu, 27 Maret 2021 | 06:27 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

HONG KONG, investor.id – Pemerintah Inggris menyampaikan kepada otoritas Hong Kong pada Jumat (26/3) bahwa bekas koloninya itu tidak berhak memerintahkan negara-negara lain untuk tidak menerima dokumen perjalanan Inggris terkait skema pekerjaan untuk orang muda. Pernyataan ini disampaikan, menyusul langkah Hong Kong yang memastikan telah membuat permintaan tersebut ke beberapa negara lain.

Kekisruhan itu merupakan pertikaian diplomatik terbaru seputar paspor Nasional Inggris (Luar Negeri) – yang disebut British National (Overseas) atau BNO – ketika Tiongkok melakukan tindakan tegas terhadap aksi perbedaan pendapat di Hong Kong.

Paspor BNO itu sendiri adalah warisan dari penyerahan Hong Kong ke Tiongkok oleh kolonial Inggris pada 1997.

Hingga baru-baru ini, undang-undang (UU) tersebut mengizinkan warga Hong Kong yang lahir sebelum 1997 untuk menggunakan hak istimewa perjalanan yang lebih luas ke Inggris. Tetapi tidak memiliki hak untuk bekerja atau menetap.

Namun setelah Pemerintah Tiongkok memberlakukan UU keamanan nasional yang luas di Hong Kong pada tahun lalu, otoritas Inggris mulai menawarkan jalur kewarganegaraan bagi para pemegang paspor BNO dan keluarga mereka.

Sebagai tanggapan, Hong Kong dan Tiongkok menyatakan tidak akan lagi mengakui paspor BNO sebagai dokumen perjalanan yang sah.

Bahkan pada Kamis (25/3) malam, Pemerintah Hong Kong mengonfirmasi laporan media bahwa baru-baru ini pihaknya telah menulis kepada 14 konsulat. Dalam surat itu, mereka menyatakan kepada konsulat untuk tidak mengizinkan orang-orang muda menggunakan paspor BNO-nya guna mengajukan visa liburan kerja di Eropa, Amerika Utara dan sebagian Asia.

“Peserta Hong Kong di bawah Skema Liburan Kerja harus dibatasi untk pemegang paspor HKSAR,” ujar Juru bicara Departemen Tenaga Kerja Hong Kong dalam sebuah pernyataan, yang dilansir AFP.

Tindakan Hong Kong memicu kemarahan di Inggris, dengan mengatakan negara-negara memiliki hak membuat aturan mereka sendiri tentang dokumen perjalanan mana yang mereka terima untuk identifikasi.

“Pemerintah Hong Kong tidak memiliki kewenangan untuk mendikte paspor mana yang diakui sah oleh pemerintah asing. Inggris akan terus menerbitkan paspor Warga Negara Inggris (Luar Negeri) yang tetap menjadi dokumen perjalanan yang sah,” kata Juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris pada Jumat.

Ada pun ke-14 negara yang telah menandatangani perjanjian libur kerja dengan Hong Kong adalah Australia, Austria, Kanada, Prancis, Jerman, Hongaria, Irlandia, Italia, Jepang, Korea Selatan, Belanda, Selandia Baru, Swedia, dan Inggris.

Menurut salah seorang diplomat Barat di Hong Kong kepada AFP, bahwa sebagian besar negara itu masih menerima paspor BNO untuk skema liburan kerja dan Pemerintah Hong Kong tidak memiliki cara untuk menegakkan permintaannya.

Sebagai informasi, penduduk Hong Kong tidak lagi diizinkan masuk ke Hong Kong dan wilayah Tiongkok daratan dengan paspor BNO. Larangan tersebut memiliki efek praktis terbatas karena warga Hong Kong meninggalkan bandara menggunakan kartu identitas, dan sebagian besar memiliki paspor Hong Kong.

Keputusan itu hanya berdampak pada sejumlah kecil warga Hong Kong di Asia Selatan yang hanya memiliki paspor BNO, dan tidak dianggap sebagai warga negara Tiongkok oleh pihak berwenang.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN