Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi berbicara pada sesi World Leaders Summit Accelerating Clean Technology Innovation and Deployment di Konferensi Iklim COP26, di Scottish Event Campus di Glasgow, Skotlandia pada 2 November 2021. ( Foto: JEFF J MITCHELL / POOL / AFP )

Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi berbicara pada sesi World Leaders Summit Accelerating Clean Technology Innovation and Deployment di Konferensi Iklim COP26, di Scottish Event Campus di Glasgow, Skotlandia pada 2 November 2021. ( Foto: JEFF J MITCHELL / POOL / AFP )

India Melarang Kripto

Jumat, 26 November 2021 | 06:46 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

MUMBAI, investor.id - Pemerintah India akan memperkenalkan undang-undang untuk melarang mata uang kripto swasta. Parlemen menyampaikan pengumuman mengejutkan tersebut, di tengah penyusunan kerangka kerja untuk uang digital yang didukung bank sentral.

Rancangan undang-undang (RUU) yang diusulkan tersebut berusaha untuk melarang semua mata uang kripto swasta di India, kata Dewan Rakyat Lok Sabha, yang menjadi bagian dari parlemen India.

Pengumuman disampaikan setelah Perdana Menteri India Narendra Modi minggu lalu memperingatkan bahwa Bitcoin menghadirkan risiko bagi generasi muda. Mata uang kripto, kata dia, bisa merusak masa muda jika berakhir di tangan yang salah. Demikian dilaporkan AFP.

Ini adalah langkah terbaru oleh salah satu negara ekonomi pasar berkembang, setelah pemerintah Tiongkok mengumumkan semua transaksi mata uang kripto ilegal pada September 2021.

Pasar kripto India telah berkembang pesat sejak Mahkamah Agung negara itu membatalkan larangan sebelumnya pada April 2020. Nilainya tumbuh lebih dari 600% selama setahun terakhir, menurut penelitian oleh perusahaan platform data Chainalysis.

Antara 15-100 juta orang di India, ekonomi terbesar ketiga di Asia, diperkirakan memiliki mata uang kripto dengan total kepemilikan hingga miliaran dolar. Investasi mereka sekarang akan menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Bank sentral India (RBI) mengumumkan pada Juni 2021 bahwa mereka sedang berupaya untuk memperkenalkan mata uang digitalnya sendiri pada akhir tahun ini. Pihaknya juga memperingatkan ada keprihatinan serius tentang kripto swasta seperti Bitcoin, Ethereum, dan sejenisnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN