Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Masyarakat berjalan melewati spanduk yang mengumumkan penutupan sementara pusat vaksinasi karena kekurangan pasokan vaksin, di rumah sakit Fortis di Mumbai pada 8 April 2021, di tengah meningkatnya kasus virus corona Covid-19. ( Foto: AFP )

Masyarakat berjalan melewati spanduk yang mengumumkan penutupan sementara pusat vaksinasi karena kekurangan pasokan vaksin, di rumah sakit Fortis di Mumbai pada 8 April 2021, di tengah meningkatnya kasus virus corona Covid-19. ( Foto: AFP )

India Menepis Isu Kekurangan Vaksin

Jumat, 9 April 2021 | 07:06 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW DELHI, investor.id – Pemerintah India pada Kamis (8//4) menepis isu pihaknya kekurangan vaksin Covid-19, setelah banyak negara bagian mengeluh harus menutup pusat-pusat vaksinasi lantaran tidak ada pasokan. Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan mengatakan, negaranya masih memiliki lebih dari 43 juta dosis vasin Covid-19 yang siap disalurkan.

“Sebaiknya kita sudahi penyebaran ketakutan ini sekarang! Dari mana asalnya soal kelangkaan itu? Kami terus memonitor dan meningkatkan pasokan,” ujar Vardhan via Twitter.

India sejauh ini sudah menyalurkan lebih dari 90 juta dosis vaksin Covid-19. Tapi media-media setempat melaporkan pada Kamis bahwa lebih dari 700 juta orang di seluruh India sedang menghadapi kekurangan vaksin Covid-19. Sementara itu jumlah kasus infeksi harian kembali naik.

Padahal sebelumnya jumlah kasus Covid-19 di India telah berkurang. Namun gelombang kedua virus kembali melanda dengan dahsyat, dan mencatatkan lebih dari 126.000 kasus infeksi baru dalam 24 jam terakhir.

Beberapa wilayah di India kemudian memgambil langkah dengan memperketat aturan pembatasan kegiatan. Sedangkan otoritas Negara Bagian Maharashtra, sebagai episentrum epidemi di India saat ini dan rumah bagi kota mega Mumbai, akan memberlakukan karantina atau lockdown pada akhir pekan ini.

Perdana Menteri India Narendra Modi yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua pada Kamis mengatakan bahwa vaksin merupakan salah satu di antara sedikit cara yang harus kita lakukan untuk mengalahkan virus tersebut. Dia pun mendesak masyarakat untuk mengikuti jejaknya dengan menjalani vaksinasi Covid.

Namun, program vaksinasi besar-besaran di India dilaporkan mengalami masalah karena sejauh ini baru memberikan 87 juta dalam populasi 1,3 miliar orang.

Menurut surat kabar harian Times of India, 10 negara bagian di India dilaporkan hanya memiliki persediaan vaksin untuk tiga atau empat hari lagi. Ini termasuk di Uttar Pradesh, rumah bagi sekitar 200 juta orang, serta Bihar dan Benggala Barat.

Laporan dari Daerah

Sementara itu, Menteri Kesehatan Maharashtra, Rajesh Tope mengeluarkan peringatan mengerikan pada Rabu (7/4). Dia mengungkapkan bahwa persediaan vaksin akan habis dalam tiga hari kecuali mendapat tambahan lagi.

“Kami harus memberitahu masyarakat karena persediaan vaksin belum tiba, mereka harus pulang,” ujar Tope kepada wartawan.

Di samping itu, pusat-pusat vaksinasi besar di Mumbai – yang telah mencatat lebih dari 480.000 kasus infeksi – menyatakan telah kehabisan persediaan dosis vaksin Covid-19 pada Kamis. Bahkan, Rumah Sakit Umum besar di Kota Lokmanya Tilak berhenti memberikan vaksin sama sekali.

Sedangkan di pusat vaksinasi yang dikelola pemerintah di wilayah Mumbai, yakni di Dharavi – sebuah daerah kumuh terbesar di India – terlihat antrean panjang orang-orang yang menunggu untuk mendapatkan vaksin.

Menurut Afrin Sultana Khan, yang bertanggung jawab atas fasilitas tersebut, pihaknya hanya dapat memvaksinasi 440 orang lagi - rata-rata hariannya - sebelum menutup pusat vaksinasi.

“Kami mencoba melihat apa yang bisa kami lakukan untuk menghemat stok besok. Jelas kami sangat khawatir,” demikian peringatan dokter itu kepada AFP.

Dia menambahkan, tidak tahu kapan dosis baru akan tiba.

Menurut laporan surat kabar India Economic Times, satu distrik di negara bagian Andhra Pradesh juga dilaporkan telah kehabisan vaksin Covid-19 sejak Selasa (6/4). Sementara seluruh wilayah tenggara yang berpenduduk 55 juta orang kemungkinan tidak memiliki persediaan vaksin lagi untuk Kamis.

Namun di negara bagian timur Odisha, sepucuk surat dari menteri kesehatan yang dilihat AFP, menyebutkan bahwa daerah itu dapat melanjutkan pemberian vaksinasi untuk dua hari ke depan, setelah Rabu.

Vardhan pada Rabu malam mengatakan bahwa banyak negara bagian yang berusaha mengalihkan perhatian dari kegagalannya dan menyebarkan kepanikan di masyarakat.

Ajay Ghai, seorang pejabat kesehatan senior di Uttar Pradesh, menambahkan bahwa persediaan vaksin dikirimkan secara bergilir dan begitu juga pengisiannya. “Tidak ada kekurangan sama sekali,” kata dia.

 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN