Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Republik Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr dan istrinya, Louise Araneta Marcos di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/9/2022). (Foto: Sekretariat Presiden)

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Republik Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr dan istrinya, Louise Araneta Marcos di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/9/2022). (Foto: Sekretariat Presiden)

Indonesia Mungkin akan Kalah dalam Sengketa Nikel WTO Melawan UE

Rabu, 7 September 2022 | 13:43 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Indonesia kemungkinan akan kalah dalam sengketa perdagangan dengan Uni Eropa (UE) terkait larangan ekspor bijih nikel pada 2020, kata Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Rabu (7/9).

Namun terlepas dari keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam perselisihan tersebut, pemerintah akan melanjutkan rencana untuk memberlakukan larangan serupa pada ekspor komoditas mentah lainnya, kata presiden dalam forum ekonom di Jakarta.

Indonesia adalah pengekspor nikel terbesar di dunia sebelum melarang ekspor bijih nikel dua tahun lalu demi menarik investor asing untuk mengembangkan smelter nikel dan industri hilir di darat. Tiongkok menjadi sumber investasi yang signifikan.

Baca juga: Vale Indonesia (INCO) Sepakati Proyek Nikel US$ 2,1 Miliar dengan Shandong Xinhai dan Baowu Steel

Ketika larangan pada 2020 membayangi, Komisi Eropa meluncurkan keluhan kepada WTO. Pihaknya mengatakan pembatasan itu secara tidak adil membatasi akses produsen baja nirkarat (stainless steel) ke nikel secara khusus, dan komoditas lainnya.

“Sepertinya kita akan kalah di WTO, tapi tidak apa-apa, industrinya sudah dibangun,” kata Jokowi, Rabu.

Larangan tersebut telah meningkatkan pendapatan ekspor Indonesia, kata Jokowi. Ia mencatat pengiriman bijih nikel negara itu bernilai sekitar US$ 1 miliar tujuh tahun lalu, dibandingkan dengan ekspor produk berbasis nikel senilai US$ 20,9 miliar pada 2021.

WTO membentuk panel yang mengawasi perselisihan UE dan Indonesia pada April 2021 dan diperkirakan akan mengeluarkan laporan akhirnya pada kuartal terakhir 2022, menurut situs web badan internasional yang berbasis di Jenewa tersebut. Panel itu biasanya menilai apakah klaim pengadu beralasan. Jika ditemukan demikian, panel akan merekomendasikan perubahan.

Komisi Eropa sebagai badan eksekutif UE tidak segera menanggapi permintaan komentar oleh Reuters melalui surel.

Baca juga: Spin Off Antam akan Meningkatkan Pertumbuhan Segmen Nikel Perseroan

Jokowi menegaskan Indonesia akan berhenti mengekspor tembaga mentah, bauksit, dan timah untuk mendorong investasi asing serta membantu meningkatkan rantai nilai dalam pemrosesan sumber daya. Dia tidak memberikan kerangka waktu untuk penerapan kebijakan semacam itu.

“Jika kita konsisten (dengan kebijakan ekspor), saya yakin pada 2030 produk domestik bruto (PDB) kita akan mencapai di atas US$ 3 triliun,” katanya.

PDB Indonesia mencapai US$ 1,19 triliun pada 2021.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com