Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tumpukan kotak berisi vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca yang didonasikan ke Senegal oleh program vaksinasi Covid-19 global Covax, saat dibongkar di Daka, pada 3 Maret 2021. ( Foto: JOHN WESSELS / AFP )

Tumpukan kotak berisi vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca yang didonasikan ke Senegal oleh program vaksinasi Covid-19 global Covax, saat dibongkar di Daka, pada 3 Maret 2021. ( Foto: JOHN WESSELS / AFP )

Vaksin Covid-19

Indonesia Termasuk Penerima Terbesar dari Skema Covax

Kamis, 4 Maret 2021 | 07:29 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Skema Covax mengumumkan rencana pengiriman 238 juta dosis vaksin Covid-19 kepada 142 negara dan wilayah di seluruh dunia. Gelombang pertama distribusi diharapkan tersalurkan hingga 31 Mei 2021. Dalam pengumuman yang disampaikan pada Selasa (2/3) waktu setempat, Pakistan, Nigeria, dan Indonesia termasuk negara penerima terbesar vaksin Covid-19 tersebut secara gratis sebelum Juni tahun ini. Masing-masing negara ini bakal mendapatkan lebih dari 10 juta dosis vaksin.

Skema Covax ini sendiri bertujuan memastikan akses yang adil kepada vaksin Covid-19. Sekitar 238,2 juta dosis bakal didistribusikan ke seluruh dunia hingga akhir Mei tahun ini melalui program yang bertujuan meningkatkan akses vaksin virus corona ke negara-negara miskin.

Meskipun kampanye vaksinasi telah meningkat pesat secara global, sebagian besar vaksin Covid-19 mengarah ke negara-negara kaya. Padahal banyak negara yang belum menerima satu dosis pun vaksin tersebut.

Lima negara yang telah dikonfirmasi sebagai penerima terbesar vaksin Covid-19 dalam skema Covac adalah Pakistan (sebanyak 14.640.000 dosis), Nigeria (13.656.000), Indonesia (11.704.800), Bangladesh (10.908.000), dan Brasil (9.122.400).

Berikutnya adalah Etiopia (7.620.000 dosis), Republik Demokratik Kongo (5.928.000), Meksiko (5.532.000), Mesir (4.389.600) dan Vietnam (4.176.000). Sementara Iran, Myanmar, Kenya, dan Uganda masing-masing akan mendapatkan lebih dari tiga juta dosis vaksin.

Secara keseluruhan pada akhir Mei, India kemungkinan bakal menjadi penerima dosis vaksin terbesar yang didistribusikan oleh Covax. Tetapi alokasinya belum diselesaikan jelang publikasi daftar distribusi pada Selasa.

Adapun untuk negara-negara di kepulauan Pasifik, Tuvalu ditetapkan untuk menerima jumlah dosis vaksin terkecil, yakni 4.800. Diikuti oleh Nauru dan Monako yang masing-masing akan mendapat 7.200 dosis vaksin.

Akhiri Fase Akut Pandemi

Covax dipimpin bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aliansi vaksin Gavi, dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations). Skema Covac bertujuan mendistribusikan dosis yang cukup untuk memvaksinasi hingga 27% dari populasi di 92 negara termiskin yang berpartisipasi pada akhir tahun. Sedikitnya ada 1,3 miliar dosis yang akan digunakan.

“Misi Covax adalah membantu mengakhiri fase akut pandemi secepat mungkin,” ujar CEO Gavi Seth Berkley, yang dilansir AFP.

Menurut laporan, gelombang pengiriman vaksin pertama mencakup sekitar 237 juta dosis vaksin buatan AstraZeneca-Oxford, yang diproduksi di India dan Korea Selatan; dan 1,2 juta dosis vaksin buatan Pfizer-BioNTech, yang memerlukan lemari penyimpanan khusus dengan suhu yang sangat dingin. Selain itu, kedua vaksin tersebut diberikan dalam dua dosis suntikan.

Ghana, Pantai Gading, Korea Selatan, India dan Kolombia juga dilaporkan telah menerima pengiriman vaksin pertama mereka melalui Covax. Kemudian Nigeria, Angola, Kamboja pun sudah menerima dosis vaksin pertama melalui Covax pada Selasa (2/3). Sementara itu negara RD Kongo tengah dalam penjadwalan pengiriman.

Senegal sendiri ditetapkan mendapatkan vaksin Covid-19 gelombang pertamanya pada Rabu (3/3), dan sekitar 20 negara secara total akan menerima pengiriman vaksi pada pekan ini.

Rencana Produksi Afrika

Di sisi lain, Ghana dilaporkan telah menerima dosis vaksin pertama buatan AstraZeneca dari skema Covax, yang diterbangkan pada 24 Februari. Bahkan Presiden Nana Akufo-Addo secara terbuka menjalani vaksinasi pertamanya pada Senin (1/3).

Dia mengungkapkan pada Selasa, bahwa sudah sebuah keharusan bagi Afrika mengembangkan kapasitas produksi vaksinnya sendiri untuk memfasilitasi akses dosis yang mudah dan terjangkau.

Komisi Uni Afrika yang akan menjadi tuan rumah pertemuan pada 12 April memiliki tujuan mengembangkan peta jalan bagi Benua Hitam itu untuk mulai memproduksi vaksin Covid-19.

Menurut laporan terdapat sekitar 198 negara dan wilayah yang berpartisipasi dalam skema Covax, meskipun tidak semuanya berada dalam gelombang distribusi pertama.

Pada 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah yang berada dalam skema ini, pendanaan dibantu melalu donasi. Sedangkan untuk negara yang lebih kaya, operasi pembelian massal Covax ibarat polis asuransi cadangan bagi kesepakatan langsung mereka sendiri dengan para produsen vaksin.

Ada pun beberapa negara makmur yang dalam daftar distribusi, yakni Korea Selatan sebanyak 2,2 juta dosis, Kanada 1,6 juta, Arab Saudi 1,5 juta, Singapura 245.000 dan Selandia Baru 211.000.

Setiap vaksin yang diluncurkan melalui Covax bakal membutuhkan meterai persetujuan WHO, yang sejah ini baru diberikan kepada vaksi Covid-19 buatan Pfizer dan AstraZeneca. Sedangkan Novavax akan memberikan 1,1 miliar dosis vaksin Covid-19 kepada Covax, juga telah menandatangani kesepakatan dengan Sanofi-GSK serta dengan Johnson dan Johnson.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN