Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Orang-orang sedang berjalan melewati Times Square di New York City, Amerika Serikat (AS), pada 13 Juli 2021. ( Foto: ANGELA WEISS / AFP )

Orang-orang sedang berjalan melewati Times Square di New York City, Amerika Serikat (AS), pada 13 Juli 2021. ( Foto: ANGELA WEISS / AFP )

Inflasi Konsumen AS Tahunan Melambat Jadi 5,3%

Rabu, 15 September 2021 | 05:53 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Data Departemen Tenaga Kerja yang dirilis pada Selasa (14/9) waktu setempat menunjukkan, tingkat inflasi harga konsumen Amerika Serikat (AS) melambat pada Agustus, dengan kenaikan hanya 0,3% dibandingkan Juli. Sementara itu, tingkat tahunan turun menjadi 5,3%.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan, bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi pendorong utama indeks harga konsumen (IHK), tetapi tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak. IHK inti menunjukkan kenaikan hanya 0,1%, peningkatan terkecil sejak Februari.

Sebagai informasi, selamam 12 bulan terakhir, IHK inti naik 4% atau tiga persepuluh lebih lambat dari lonjakan tahunan Juli.

Keuntungan di bulan ini lebih lambat dari yang diperkirakan para ekonom, dan berkurangnya tekanan harga mendukung argumen The Federal Reserve (The Fed) bahwa sebagian besar lonjakan inflasi baru-baru ini disebabkan oleh faktor sementara yang akan memudar, karena hak ekonomi terbesar di dunia itu sendiri setelah Covid-19 yang mengejutkan.

Setelah terjatuh ketika pandemi dimulai dan perjalanan terhenti, harga minyak melonjak ketika warga negara Amerika melakukan perjakanan lewat darat dan udara. Harga bensin melonjak 2,8% pada Agustus, disesuaikan secara musiman, dan merupakan kenaikan bulanan ketiga berturut-turut.

“Mereka telah melonjak 42,7% selama tahun lalu,” demikian menurut laporan yang dikutip AFP.

Data juga menunjukkan bahwa harga mobil bekas dan tiket pesawat sebenarnya mengalami penurunan di bulan itu, sementara harga mobil baru naik tapi lebih lambat. Harga pangan pun terus meningkat, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat, dengan harga daging sapi naik 12,2% selama setahun terakhir.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN