Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menghadiri konferensi pers virtual di 10 Downing Street, di pusat kota London pada 22 Februari 2021. ( Foto:

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menghadiri konferensi pers virtual di 10 Downing Street, di pusat kota London pada 22 Februari 2021. ( Foto:

Inggris Bersiap Akhiri Karantina Ketiga

Selasa, 23 Februari 2021 | 07:06 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Senin (22/2) menjelaskan rencana pencabutan secara bertahap karantina ketiga akibat pandemi Covid-19. Sementara itu, gencarnya vaksinasi di seluruh Inggris sudah mulai mengurangi beban bagi banyak rumah sakit.

Dalam pidato di hadapan parlemen, Johnson mengonfirmasikan pembukaan kembali semua sekolah di Inggris mulai 8 Maret 2021. Ini akan menjadi langkah besar pertama untuk memulihkan kehidupan normal. Kebijakan tersebut dikeluarkan hampir setahun setelah ia memberlakukan perintah untuk tinggal di rumah.

Perdana menteri Konservatif tersebut sempat dituduh bertindak terlambat dan melonggarkan pembatasan terlalu awal tahun lalu. Johnson mengatakan dirinya akan membuat rencana hati-hati, tetapi tidak bisa diubah untuk memastikan tidak ada lagi karantina.

"Hari ini saya akan menetapkan peta jalan untuk membawa kita keluar dari penguncian dengan hati-hati," katanya dalam rilis Downing Street, Senin (22/2), sebelum pidatonya di Dewan Perwakilan dan konferensi pers yang disiarkan televisi.

Prioritas pemerintah selama ini, tambah dia, adalah mengembalikan anak-anak ke sekolah karena pendidikan sangat penting untuk mereka serta bagi kesehatan mental dan fisik mereka.

“Dan kami juga akan memprioritaskan cara orang-orang untuk bersatu kembali dengan orang yang dicintai dengan aman," jelasnya.

Inggris adalah salah satu negara yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19, dengan lebih dari 120.000 kematian.

Inggris juga adalah negara pertama yang memulai kampanye vaksinasi massal, pada Desember 2020. Tetapi jumlah kasus yang melonjak memaksa penutupan kembali diberlakukan. Sekolah-sekolah ditutup pada awal Januari setelah pelonggaran pembatasan selama Natal.

Lebih dari 17 juta orang kini telah menerima setidaknya dosis vaksin pertama, sepertiga dari jumlah populasi orang dewasa Inggris.

Jumlah Kasus Jatuh

Selama akhir pekan lalu, pemerintah mengatakan akan berusaha menawarkan dosis kepada semua orang yang berusia di atas 50 pada pertengahan April dan untuk setiap orang dewasa lainnya pada akhir Juli. Pihaknya mempercepat jadwal akhir dari sebelumnya pada September 2020.

Jumlah kasus kembali turun dan bukti awal menunjukkan vaksinasi mengurangi penyakit serius. Sebelumnya, sejumlah unit perawatan intensif melebihi kapasitas bulan lalu dan ambulans mengantri di luar rumah sakit, tidak dapat menransfer pasien mereka.

Johnson mengatakan relaksasi yang direncanakan akan seragam di seluruh Inggris, setelah tingkatan regionalisasi diberlakukan tahun lalu. Namun ia menekankan, kemajuan lebih lanjut akan bergantung pada faktor-faktor seperti varian baru Covid-19.

Kondisi itu dan bukti bahwa Layanan Kesehatan Nasional (NHS) tidak lagi menghadapi tekanan yang tidak bisa dipertahankan menawarkan Johnson beberapa fleksibilitas. Yakni atas desakan dari pendukung Konservatif yang mengharapkan normalitas pada musim panas mendatang.

Menteri Vaksinasi Inggris Nadhim Zahawi pada Senin pagi mengkonfirmasi para siswa akan kembali ke sekolah secara massal pada 8 Maret. Ia bersikeras pengujian yang meluas akan membuat situasi aman.

“Kami sengaja berhati-hati dan tentunya memberi izin kepada para guru untuk bisa bersiap. Ini ambisius, tetapi juga dengan hati-hati dan didorong oleh data,” ujarnya kepada radio BBC.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN