Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Olahraga dan Kebudayaan Inggris, Oliver Dowden saat  tiba di 10 Downing Street, di pusat kota London, pada 13 Mei 2020. ( Foto: TOLGA AKMEN / AFP)

Menteri Olahraga dan Kebudayaan Inggris, Oliver Dowden saat tiba di 10 Downing Street, di pusat kota London, pada 13 Mei 2020. ( Foto: TOLGA AKMEN / AFP)

Reaksi terhadap Liga Super Eropa

Inggris Ingatkan akan Pakai UU Persaingan Usaha

Selasa, 20 April 2021 | 06:49 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Pemerintah Inggris pada Senin (19/4) bertekad melakukan segala upaya untuk melindungi sepakbola. Ada kemungkinan memakai hukum persaingan usaha untuk mengadang rencana Liga Super Eropa atau European Super League (ESL) oleh klub-klub terkaya di Benua Biru tersebut.

Menteri Olahraga dan Kebudayaan Inggris Oliver Dowden mengatakan, dirinya sudah berbicara dengan pimpinan Liga Primer, FA Inggris, dan UEFA.

“Pesan kami kepada mereka jelas, kami dukung sepenuhnya. Kami akan merespons dengan sangat kuat. Harap catat, jika mereka tidak dapat bertindak, maka kami yang akan bertindak. Kami akan menggunakan segalanya untuk mencegah ini sampai terjadi,” ujar di kepada Parlemen Inggris di London.

Dowden menambahkan bahwa enam klub Inggris yang sudah menyatakan diri ikut serta akan menjalani pemeriksaan resmi berdasarkan UU antimonopoli Inggris, yang melarang adanya monopoli atau kartel korporasi.

Pemerintah Inggris juga akan mempertimbangkan perombakan tata kelola di klub-klub tersebut. Keuangannya akan diperiksa dan kemungkinan akan membentuk regulator independen urusan sepakbola.

Pemerintah Inggris pun akhirnya sudah meluncurkan forum yang dipimpin para fans untuk menyelidiki budaya sepakbola di Inggris. Idenya adalah mencontoh model di Jerman yang mana para penggemar menguasai mayoritas saham di klub-klub sepakbolanya. Klub-klub Jerman secara kebetulan menolak terlibat dalam ESL.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson juga menegaskan penolakannya terhadap rencana pembentukan ESL.

“Kami akan mempertimbangkan segala yang kami bisa dengan para otoritas sepakbola untuk memastikan ini tidak terwujud seperti rencana yang ada saat ini,” kata Johnson pada Minggu (18/4) malam.

Keenam klub Liga Pimer Inggris yang ikut serta, tambah dia, lebih dari sekadar kumpulan merek-merek global yang hebat.

“Mereka adalah klub yang mengakar dari kota-kota asalnya dan dari masyarakat setempatnya. Mereka harus tetap terikat kepada fansnya dan basis penggemar di masyarakatnya. Ini sangat penting untuk dijaga,” tutur Johnson.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Minggu juga mendukung posisi badan sepakbola Eropa, UEFA, yang menentang ESL. Istana Kepresidenan Prancis menyatakan, negara akan mendukung penuh langkah yang diambil LFP, FFF, UEFA, dan FIFA untuk melindungi integritas kompetesi federal, baik nasional atau pun Eropa.

Perdana Menteri Italia Mario Draghi pada Senin mendukung sikap UEFA terhadap ESL. Dalam pernyatannya, ia mengatakan bahwa pemerintah mencermati perdebatan tentang proyek tersebut.

Italia, kata dia, mendukung penuh posisi otoritas sepakbola Italia dan Eropa untuk menjaga kompetisi nasional, nilai-nilai dan fungsi sosial dari olahraga.

Pemerintah Spanyol pada Senin juga menentang ide ESL dan meminta klub-klub asal Spanyol yang hendak bergabung dengannya untuk berunding dengan UEFA maupun La Liga. Menteri Olahraga dan Kebudayaan Spanyol Jose Manuel Rodriguez Uribes sudah berbicara dengan pimpinan UEFA, federasi sepakbola Spanyol, La Liga, maupun presiden klub Real Madrid, Barcelona, serta Atletico Madrid.

Deretan logo klub-klub sepak bola Eropa. ( Foto: PAUL ELLIS, PIERRE-PHILIPPE MARCOU, ODD ANDERSEN, MARCO BERTORELLO, DANIEL LEAL-OLIVAS, PACO SERINELLI, ISABEL INFANTES, ISABELLA BONOTTO, TIM KEETON, JOSE MANUEL  RIBEIRO / AFP )
Deretan logo klub-klub sepak bola Eropa. ( Foto: PAUL ELLIS, PIERRE-PHILIPPE MARCOU, ODD ANDERSEN, MARCO BERTORELLO, DANIEL LEAL-OLIVAS, PACO SERINELLI, ISABEL INFANTES, ISABELLA BONOTTO, TIM KEETON, JOSE MANUEL RIBEIRO / AFP )

Keserakahan

Presiden UEFA Aleksander Ceferin pada Senin mengecam klub-klub yang terlibat dalam rencana pembentukan ESL. Ia secara khusus menyerang Chairman Juventus Andrea Agnelli dan Wakil Chairman Eksekutif Manchester United Ed Woodward.

“Saya sudah mengalami banyak hal dalam hidup. Saya juga adalah pengacara pidana selama 20 tahun tapi belum pernah melilhat orang-orang seperti ini,” ujar presiden asal Slovenia tersebut, seperti dikutip AFP.

Agnelli sebelumnya terlibat dalam negosiasi dengan UEFA mengenai reformasi kompetisi Liga Champions Eropa, baik selaku ketua Asosiasi Klub Eropa (ECA) dan sebagai anggota komisi eksekutif UEFA.

Akhirnya pada Senin UEFA mengumumkan rencana menambah jumlah peserta dari 32 menjadi 36 klub. Menambah jumlah pertandingan dari enam menjadi 10 dengan sistem liga, bukan lagi per grup. Ini demi memuaskan keinginan Agnelli dan klub besar lainnya agar jumlah pertandingan ditambah supaya penghasilan juga membesar.

Tapi pada Minggu, Agnelli mengundurkan dari dari UEFA maupun UCA, tepat sebelum UEFA menyetujui format baru itu dan tepat sebelum pengumuman tentang ESL dikeluarkan.

“Jika saya mulai dengan Ed Woodward, ia menelepon saya Kamis lalu dan menyatakan sangat puas dan mendukung penuh reformasi ini, serta hanya ingin membahas lagi masalah FFP, tapi nyatanya ia sudah meneken yang lain. Andrea Agnelli paling mengecewakan. Saya belum pernah melihat orang yang sering kali berdusta dan terus-terusan seperti dia. Luar biasa. Saya berbicara dengan dia Sabtu siang dan ia berkata tidak usah khawatir. Itu hanya rumor. Saya akan menelepon lagi dalam satu jam. Lalu memutus sambungan. Jelas sekali keserakahannya begitu besar hingga menerabas semua nilai-nilai kemanusiaan,” seru Ceferin.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN