Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat menggelar konferensi pers jarak jauh untuk menyampaikan informasi terbaru seputar pandemi COVID-19, di kantor 10 Downing Street di pusat kota London ( Foto: Andrew PARSONS / 10 Downing Street / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat menggelar konferensi pers jarak jauh untuk menyampaikan informasi terbaru seputar pandemi COVID-19, di kantor 10 Downing Street di pusat kota London ( Foto: Andrew PARSONS / 10 Downing Street / AFP )

Inggris Makin Perketat Pembatasan Pertemuan Natal

Minggu, 20 Desember 2020 | 09:09 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan akan makin memperketat pembatasan pertemuan Natal untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Toko-toko yang tidak penting harus tutup di London dan sebagian besar Inggris selatan.

Johnson mengatakan Sabtu (Minggu pagi WIB) bahwa ibu kota dan daerah lain di Inggris selatan yang saat ini berada di bawah Tingkat 3, tingkat pembatasan virus korona tertinggi, akan pindah ke Tingkat 4 baru yang lebih ketat yang mengharuskan toko-toko yang tidak penting, penata rambut, dan tempat rekreasi dalam ruangan ditutup setelah selesai dari jam kerja Sabtu.

Johnson juga mengatakan bahwa aturan pelonggaran sosialisasi lima hari yang direncanakan yang akan memungkinkan hingga tiga rumah tangga untuk bertemu dalam Natal akan dibatalkan untuk area Tier 4.

Pencampuran rumah tangga tidak diperbolehkan kecuali dalam kondisi yang sangat terbatas di luar di tempat umum. Dia mengatakan bahwa di seluruh Inggris, orang akan diizinkan untuk bertemu dalam gelembung Natal hanya untuk satu hari, bukan dari 23 Desember hingga 27 Desember, seperti yang direncanakan semula.

“Dengan sangat berat hati saya harus memberi tahu Anda bahwa kita tidak dapat melanjutkan Natal seperti yang direncanakan,” kata Johnson.

Menurut dia, "tidak ada alternatif yang terbuka" dan orang-orang harus mengorbankan Natal ini agar memiliki kesempatan yang lebih baik untuk melindungi kehidupan orang yang dicintai.

"Saya tahu seberapa besar emosi orang-orang yang diinvestasikan di sepanjang tahun ini, dan betapa pentingnya bagi kakek nenek untuk melihat cucu mereka," kata Johnson.

“Tetapi ketika virus mengubah metode serangannya, kita harus mengubah metode pertahanan kita.”

Dalam mengumumkan kategori Tingkat 4 baru, yang mencerminkan banyak batasan pada aktivitas publik yang diberlakukan selama penguncian nasional Inggris Raya awal tahun ini, Johnson mengutip peningkatan tingkat infeksi di sebagian besar Inggris selatan.

Kepala petugas medis Inggris mengatakan pada hari Sabtu bahwa berdasarkan data pemodelan awal, kelompok penasihat virus pemerintah berpikir bahwa jenis virus baru yang diidentifikasi minggu ini menyebar lebih cepat.

“Kami telah mengatakan selama pandemi ini bahwa kita semua harus dibimbing oleh sains. Ketika ilmu berubah, kita harus mengubah respons kita, ”ujarnya.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN