Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss. ( Foto: Daniel Leal-Olivas / AFP / Getty Images )

Menteri Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss. ( Foto: Daniel Leal-Olivas / AFP / Getty Images )

Inggris-Turki Teken Perjanjian Pasca-Brexit 18 Miliar Pounds

Rabu, 30 Desember 2020 | 07:20 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Pemerintah Inggris mengumumkan telah meneken kesepakatan perdagangan dengan Turki dengan nilai 18,6 miliar pounds atau setara US$ 25 miliar (20,5 miliar euro) pada Selasa (29/12). Kerja sama ini bertujuan meletakkan dasar-dasar untuk perjanjian pasca-Brexit yang lebih komprehensif di masa depan.

Menjelang penandatanganan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa langkah tersebut bakal menjadi kesepakatan paling penting kami sejak kesepakatan bea cukai yang disepakati Turki dengan Uni Eropa (UE) pada 1995.

Mengingat status Turki di bea cukai UE maka Inggris harus menunggu sampai akhirnya menyetujui kesepakatan perdagangan dengan UE pekan lalu, sebelum dapat menyelesaikan persyaratan perjanjian dengan Turki.

Pemerintah Inggris sendiri menyebut kesepakatan yang diraih dengan Turki – yang sebagian besar mereplikasi hubungan perdagangan saat ini- sebagai sebuah kemenangan besar bagi industri otomotif, manufaktur dan baja Inggris.

“Perjanjian tersebut membuka jalan bagi kesepakatan baru yang lebih ambisius dengan Turki dalam waktu dekat, dan merupakan bagian dari rencana kami untuk menempatkan Inggris di pusat jaringan perjanjian modern dengan ekonomi dinamis,” ujar Menteri Perdagangan Inggris Liz Truss, yang dikutip AFP.

Dia menambahkan, bahwa tarif preferensial akan dipertahankan untuk 7.600 pebisnis Inggris yang mengekspor barang-barang ke Turki serta melindungi rantai pasokan untuk produsen otomotif yang berbasis di Inggris.

Di sisi lain, raksasa otomotif Amerika Serikat (AS) Ford turut menyambut baik pengumuman, yang dikatakan oleh Presiden Ford Eropa Stuart Rowley sebagai tindakan sangat signifikan.

Pabrik Ford Dagenham di London mengekspor sebagian besar produksi mesin dieselnya ke usaha patungan Ford Otosan di Turki, di mana mesin tersebut dipasang pada kendaraan Ford Transit.

“Mengingat bahwa bisnis Ford dan Ford Otosan merupakan lebih dari 10% dari total volume perdagangan antara Inggris dan Turki maka perjanjian perdagangan ini sangat penting bagi kami, dan akan membantu mengamankan pekerjaan di kedua negara,” kata Rowley.

Menurut laporan, Inggris kini telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan 62 negara menyusul keputusan referendumnya pada 2016 untuk meninggalkan blok UE.

Direktur grup lobi bisnis Konfederasi Industri Inggris atau Confederation of British Industry (CBI), Andy Burwell mengatakan bahwa hubungan perdagangan Turki yang dalam dengan UE berarti perjanjian itu bakal cukup rumit.

“Tapi kecepatan di mana kesepakatan telah diselesaikan, menunjukkan adanya kekuatan dan kedalaman hubungan,” ungkap Burwell. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN