Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera Uni Eropa dan sebuah Inggris yang dipegang oleh seorang demonstran saat menggelar aksi di depan Elizabeth Tower (Big Ben) dan Gedung Parlemen di London, Inggris, pada 25 Maret 2017. ( Foto: Daniel Leal-Olivas / AFP )

Bendera Uni Eropa dan sebuah Inggris yang dipegang oleh seorang demonstran saat menggelar aksi di depan Elizabeth Tower (Big Ben) dan Gedung Parlemen di London, Inggris, pada 25 Maret 2017. ( Foto: Daniel Leal-Olivas / AFP )

Ini Skenarionya Jika Pasca-Brexit Tanpa Kesepakatan

Kamis, 17 Desember 2020 | 07:30 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id — Negosiasi antara Inggris dan Uni Eropa (UE) untuk mencapai kesepakatan perdagangan pasca-Brexit sudah berada di ujung tanduk. Para juru runding mengakui bahwa pembicaraan dapat berakhir pada dua kemungkinan, yakni adanya kesepakatan perjanjian perdagangan bebas kedua pihak atau tidak ada kesepakatan.

Inggris akan mengakhiri masa transisi Brexit pada 31 Desember 2020. Jadi, kesepakatan perdagangan pasca-Brexit harus tercapai sebelum itu. Kalau tercapai, harus ada waktu juga bagi parlemen Inggris dan Parlemen Eropa untuk meratifikasinya.

Berikut ini skenario-skenario yang akan terjadi mulai 1 Januari 2021, jika tidak ada kesepakatan, seperti dilansir CNBC pada Rabu (16/12):

  • Bilamana juga tidak ada perpanjangan masa transisi, hubungan perdagangan Inggris dan UE akan mengikuti peraturan WTO.
  • Akan ada bea impor untuk produk masing-masing pihak. Alur perdagangan juga akan menjadi lebih kompleks dan berbiaya tinggi. Harga-harga yang harus dibayar oleh konsumen akan naik.
  • Kapal-kapal penangkapan ikan dari UE tidak akan bisa lagi memasuki perairan Inggris.
  • Perjalanan ke UE dari Inggris juga akan terhenti dan industri jasa akan terdampak besar.
  • Industri jasa keuangan menghadapi ketidakpastian. UE belum memutuskan apakah akan memberikan akses ke pasar setelah 31 Desember 2020 kepada perbankan dan perusahaan-perusahaan jasa keuangan lainnya asal Inggris. Hingga Januari 2021, keputusan tentang ini diperkirakan belum keluar.
  • Selama enam bulan ke depan, perjalanan udara, kargo darat, dan perjalanan darat penumpang antara Inggris dan UE masih diperbolehkan tanpa hambatan.
  • Pasca-Brexit tanpa kesepakatan akan berdampak terhadap nilai tukar pound, produk domestik bruto (PDB), investasi asing, harga properti, dan harga-harga barang.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN