Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebuah bar terlihat tutup di kawasan resor ski alpine di Sestriere, Italia Barat Laut, pada 26 November 2020. ( Foto: Marco Bertorello / AFP )

Sebuah bar terlihat tutup di kawasan resor ski alpine di Sestriere, Italia Barat Laut, pada 26 November 2020. ( Foto: Marco Bertorello / AFP )

Italia Batasi Perjalanan Libur Natal

Jumat, 4 Desember 2020 | 07:24 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

ROMA, investor.id – Pemerintah Italia mengumumkan pembatasan perjalanan nasional untuk musim libur Natal pada Kamis (3/12), guna mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di negara Eropa yang pertama kali dilanda pandemi tersebut.

Larangan perjalanan antar wilayah Italia akan berlakukan mulai 21 Desember hingga 6 Januari 2021. Masyarakat juga dilarang bepergian ke luar kota tempat tinggalnya pada 25, 26 Desember, dan 1 Januari 2021. Keputusan tersebut mencakup rekomendasi ketat untuk menghindari menerima tamu yang tidak tinggal bersama.

Aturan pembatasan baru, bersama dengan penerapan jam malam dan peraturan lain yang sudah ada, ini berupaya membatasi sirkulasi penyebaran virus di seluruh negeri selama periode perayaan, dengan membatasi jumlah pertemuan.

Menurut laporan, langka-langkah pemberlakuan karantina atau lockdown terhadap 60 juta penduduk Italia pada awal tahun ini terbukti membantu mengendalikan wabah Covid-19. Namun, pemerintah berusaha untuk menghindari salah langkah yang dilakukan selama musim panas setelah mencabut status lockdown. Dengan kembalinya wisatawan dari berlibut telah memicu peningkatan kasus.

“Jika kita lengah sekarang, gelombang ketiga sudah dekat,” ujar Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza kepada parlemen pada Rabu (2/12), seperti dikutip AFP.

Peraturan lain yang akan ditandatangani Kamis malam diharapkan mengamanatkan masa karantina 10 hari bagi warga Italia yang pulang dari luar negeri, mulai 20 Desember. Langkah tersebut sebagian dirancang untuk mencegah penduduk Italia bepergian ke temat-tempat bermain ski yang masih terbuka di negara-negara tetangga Uni Eropa (UE).

Pemerintah Italia juga diharpkan untuk mempertahankan sistem risiko berbasis kode warna yang diberlakukan sesuai tingkat pembatasan anti-virus corona di berbagai wilayah.

Meski demikian, bar-bar dan restoran diperkiraka masih tutup untuk wilayah zona merah atau oranye. Penutupan tempat usaha dimulai pukul 18.00 untuk zona kuning, dan jam malam nasional mulai pukul 22.00.

Di zona kuning, restoran masih diperbolehkan buka dan wajib menutupnya pada pukul 18.00. Terkait hal ini, pemerintah masih membahas apakan akan mengizinkan restoran menyajikan makan siang pada Hari Natal dan 26 Desember.

Sedangkan tempat-tempat wisata ski diperkirakan dilarang untuk dibuka, begitu juga perjalanan menggunakan kapal pesiar. Laporan Kementerian Kesehatan Italia menyebutkan terdapat 20.709 kasus baru pada Rabu, dan 684 jiwa meninggal dunia. Catatan ini menjadikan jumlah kumulatif mencapai lebih dari 1,6 juta kasus infeksi.

Sebelumnya Pemerintah Jerman bakal mengupayakan kesepakatan dengan mitra-mitra lain di Eropa untuk menutup tempat-tempat ski hingga awal Januari tahun depan, guna mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Namun, banyak negara yang menolak, termasuk negara tetangganya Austria yang menolak keras.

Menurut Menteri Perekonomian Finlandia Mika Lintila, upaya Kanselir Angela Merkel akan berakibat fatal bagi industri pariwisata Lapland, sebagai lokasi resor-resor ski paling populer di negaranya.

Pembatasan di AS

Sementara, situs Worldometers pada Kamis, mencatat jumlah infeksi Covid-19 di Amerika Serikat (AS) mencapai 14.326.33 kasus dengan 280.115 jiwa meninggal. Catatan global menunjukkan 65.056.088 kasus infeksi dan 1.503.278 jiwa meninggal dunia.

Pakar penyakit menular AS Dr Anthony Fauci pada Minggu (29/11) waktu setempat mengingatkan, pemerintah harus menegakkan pembatasan-pembatasan yang berlaku saat ini, dan membatasi perjalanan pada musim libur Natal dan Tahun Baru.

Dia mendesak supaya warga Amerika berhati-hati usai kembali dari perjalanan liburan Thanksgiving, dan mengenakan masker untuk mengurangi penyebaran virus.

“Sayangnya, ini seperti yang kami perkirakan. Selama beberapa pekan ke depan hingga Desember, kemungkinan kita melihat lonjakan berlapis di atas lonjakan yang sudah kita alami. Saya tidak ingin menakut-nakuti orang, kecuali mengatakan bahwa belum terlambat untuk melakukan sesuatu tentang hal ini,” ujar Fauci saat diwawancarai dalam program NBC “Meet the Press”, seperti dilansir CNBC.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sendiri telah mengeluarkan peringatan pada November, agar masyarakat tidak bepergian untuk merayakan libur Thanksgiving. Namun catatan menunjukkan, lebih dari 9 juta orang melakukan perjalanan melalui bandara dalam sepekan menjelang liburan dan akhir pekan setelahnya.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN