Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pelanggan (kiri) mengambil foto seorang pelayan di teras Cafe Florian abad ke-18 di St Mark

Seorang pelanggan (kiri) mengambil foto seorang pelayan di teras Cafe Florian abad ke-18 di St Mark

Italia Melonggarkan Pembatasan Terkait Covid

Sabtu, 30 Januari 2021 | 07:19 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

ROMA, investor.id – Sejumlah daerah di Italia pada Jumat (29/1) dijadwalkan mengumumkan pelonggaran aturan-aturan pembatasan terkait penyebaran virus corona Covid-19. Walaupun diingatkan para pakar kesehatan masyarakat bahwa langkah itu terburu-buru.

Veneto, daerah yang melingkupi kawasan Venezia, akan menurunkan tingkat kewaspadaan zona dari oranye menjadi kuning. Yang berarti bar serta restoran diperbolehkan buka pada siang hari. Dan ada keleluasaan lebih besar untuk bepegian.

Perubahan serupa, seperti dilaporkan harian La Repubblica, Jumat, akan dilakukan wilayah Calabria di selatan dan Emilia-Romagna di utara.

Langkah-langkah tersebut terjadi pada saat negara-negara lainnya di Eropa justru mempertimbangkan untuk memperketat pembatasan-pembatasan dimaksud. Eropa sekarang sedang berjuang mengendalikan lonjakan kasus dan kematian akibat penyebaran varian baru Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO cabang Eropa pada Kamis (28/1) mengingatkan bahwa sekarang ini terlalu dini untuk melonggarkan pembatasan. Karena masih sangat tingginya penyebaran virus tersebut.

“Ya benar, Italia melawan arus,” ujar Walter Ricciardi, pakar kesehatan masyarakat dan penasihat menteri kesehatan Italia urusan pandemi Covid-19, seperti dikutip AFP.

Menurut dia, langkah-langkah karantina yang diterapkan Italia sepanjang liburan Natal dan Tahun Baru berhasil menstabilkan jumlah kasus Covid-19. Tapi belum dapat menurunkannya.

“Walau begitu, saat ini sangat sulit untuk menerapkan langkah-langkah lebih ketat karena keberatan dari sisi politik maupun pandangan masyarakat,” tambah Ricciardi.

Pada saat yang sama, Prancis akan menerapkan karantina ketiga. Presiden Emmanuel Macron diperkirakan mengumumkannya pada akhir pekan ini atau Senin pekan depan.

Italia menjadi salah satu negara pertama yang terdampak parah Covid-19. Pandemi ini telah menewaskan lebih dari 87.000 di Italia dan ekonominya tenggelam ke dalam resesi.

Menurut data lembaga independen GIMBE, sepanjang periode 20-26 Januari 2021 Italia mencatatkan 799 kasus Covid-19 per 100.000 penduduk.

Hingga angka itu berhasil diturunkan menjadi di bawah 50 kasus, tambah Ricciardi, mustahil untuk memastikan prosedur pengetesan dan pelacakan berjalan efektif.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN