Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan botol vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech disimpan dalam lemari pendingin sebelum dikemas untuk dikirim ke AGEPS (Agence Generale des Equipements et Produits de Sante - Badan Umum Peralatan dan Produk Kesehatan), sebuah gudang rumah sakit umum di pinggiran kota Paris, pada 30 Maret 2021. ( Foto:  JOEL SAGET / AFP )

Deretan botol vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech disimpan dalam lemari pendingin sebelum dikemas untuk dikirim ke AGEPS (Agence Generale des Equipements et Produits de Sante - Badan Umum Peralatan dan Produk Kesehatan), sebuah gudang rumah sakit umum di pinggiran kota Paris, pada 30 Maret 2021. ( Foto: JOEL SAGET / AFP )

Kabar Baik, Pfizer Klaim Vaksin Efektif 100% untuk Anak Remaja

Kamis, 1 April 2021 | 07:18 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer menyampaikan kabar baik bahwa vaksin Covid-19 buatannya, yang bekerja sama perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, menunjukkan efektivitas 100% dalam melawan virus corona di kelompok anak usia 12-15 tahun. Hasil menggembirakan tersebut dapat mendorong keluarnya persetujuan vaksinasi untuk siswa sekolah menegah, sebelum tahun ajaran berikutnya dimulai.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Pfizer Albert Bourla, pihaknya berencana mengirimkan data baru tentang vaksin Covid-19 yang dikembangkan bersama BioNTech, ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA) dan regulator lainnya secepat mungkin. Harapannya adalah supaya anak-anak di kelompok usia itu dapat divaksinasi sebelum tahun ajaran berikutnya.

“Kami membagikan urgensi untuk memperluas otorisasi vaksin kami untuk digunakan pada populasi yang berusia lebih muda dan didorong oleh data uji klinis dari kelompok remaja antara usia 12 dan 15,” ujar Bourla dalam siaran pers, Rabu (31/3), yang dikutip CNBC.

Sementara itu, ceo BioNTech menuturkan, hasil uji coba yang menunjukkan tingkat perlindungan tinggi untuk remaja sangat menggembirakan. Ini mengingat tren yang telah dilihat dalam beberapa pekan terakhir terkait penyebaran varian virus B.1.1.7 di Inggris.

Menurut laporan perusahaan, pelaksanaan uji coba diikuti 2.260 peserta di Amerika Serikat. Dalam kelompok peserta ini terdapat 18 kasus infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di kelompok plasebo, dan kasus tanpa infeksi yang dikonfirmasi di kelompok penerima vaksin.

“Uji coba menghasilkan kemanjuran vaksin 100%,” kata perusahaan.

Perusahan juga menambahkan, vaksin Covid-19 dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping yang dialami umumnya konsisten dengan yang dialami orang dewasa. Vaksin ini menimbulkan respons antibodi yang kuat pada anak-anak, melebihi uji coba sebelumnya yang dilakukan pada kelompok usia 16 hingga 25 tahun.

“Memvaksinasi anak-anak sangat penting untuk mengakhiri pandemi. Bangsa ini tidak mungkin mencapai kekebalan kelompok sampai anak-anak dapat divaksinasi, kendati sudah cukup banyak orang dalam komunitas tertentu yang memiliki antibodi terhadap penyakit tertentu,” demikian disampaikan kata pejabat kesehatan masyarakat dan ahli penyakit menular.

Data pemerintah menunjukkan, jumlah anak-anak di AS mencapai sekitar 20% dari total populasi di Negeri Paman Sam. Para ahli mengatakan, antara 70% dan 85% populasi AS perlu mendapat vaksinasi Covid-19 untuk mencapai kekebalan kawanan, meskipun beberapa orang dewasa mungkin menolak untuk divaksinasi.

Langkah Besar

Menurut perkiraan Dr. Scott Gottlieb, mantan komisaris di FDA dan anggota dewan Pfizer, akan membutuhkan waktu sekitar satu bulan bagi lembaga AS untuk meninjau data baru tersebut.

“Jika proses FDA berjalan dengan baik, vaksin dapat tersedia untuk anak-anak usia 12 dan 15 tahun pada musim gugur,” katanya kepada CNBC.

Isaac Bogoch – seorang spesialis penyakit menular dan dewan pemantau keamanan – menyebut hasil uji coba tersebut sebagai berita bagus. Dia mengatakan, bahwa ini adalah langkah maju yang besar dalam melindungi lebih banyak orang dari virus, dan membuat sekolah lebih aman bagi anak-anak.

“Kami berbicara tentang meningkatkan keamanan aktivitas remaja, seperti olahraga, seni, dan ekstrakurikuler,” tutur dia.

Sebagai informasi, vaksin Pfizer telah diizinkan untuk digunakan di AS pada kelompok usia 16 tahun ke atas. Namun studi uji klinis yang menguji vaksin pada anak-anak masih perlu diselesaikan, mengingat usia anak-anak memiliki sistem kekebalan yang merespons secara berbeda dari orang dewasa.

Kepala penasihat medis Gedung Putih Dr Anthony Fauci telah menyampaikan di hadapan komite Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada bulan ini, bahwa AS dapat mulai memberikan suntikan vaksin Covid-19 ke anak-anak yang lebih tua pada musim gugur ini. Sedangkan untuk anak-anak usia sekolah dasar kemungkinan mendapatkan vaksinasi di awal tahun depan.

Selain Pfizer, Moderna juga telah menyampaikan pada 16 Maret, bahwa pihaknya sudah mulai menguji vaksinnya terhadap anak-anak di bawah usia 12 tahun. Sebelumnya pada Desember tahun lalu, Moderna telah memulai penelitian dengan menguji anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun.

Sementara itu, surat kabar The New York Times melaporkan bahwa Johnson & Johnson berencana menguji vaksin dosis tunggal pada bayi dan bahkan pada bayi baru lahir, setelah mengujinya terlebih dahulu pada anak-anak yang lebih besar,

Tahapan Pengujian

Pfizer sendiri disebut-sebut mulai menguji vaksinnya pada anak-anak usia 12 tahun pada Oktober. Kemudian pada pekan lalu, mengumumkan akan memulai uji klinis yang menguji vaksin Covid-19 pada anak-anak berusia 6 bulan hingga 11 tahun dengan kondisi sehat.

Dalam tahap pertama uji coba itu, perusahaan akan mengidentifikasi tingkat dosis untuk tiga kelompok usia, yakni antara 6 bulan dan 2 tahun; 2 dan 5 tahun, serta mulai 5 hingga 11 tahun.

Menurut perusahaan, anak-anak itu akan mulai dengan menerima dosis vaksin sebanyak 10 mikrogram sebelum secara bertahap naik ke dosis yang lebih tinggi. Peserta juga memiliki pilihan untuk menerima 3 dosis mikrogram.

Bogoch mengungkapkan, sulit untuk memprediksi apakah vaksin akan bekerja dengan baik pada anak-anak seperti pada remaja. Tapi dia mengaku optimistis.

Pada Rabu, Pfizer mengatakan berencana meminta amandemen izin penggunaan darurat saat ini dengan FDA untuk memasukkan remaja berusia 12 hingga 15 tahun. Di samping itu, semua peserta dalam uji coba akan terus dipantau selama dua tahun berikutnya setelah menerima dosis kedua.

Baik Pfizer dan BioNTech berencana untuk mengirimkan data uji coba untuk diulas oleh para sejawat ilmiah.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN