Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Unilever terlihat di kantor pusat di Rotterdam, Belanda. ( Foto: Reuters )

Logo Unilever terlihat di kantor pusat di Rotterdam, Belanda. ( Foto: Reuters )

Karantina Covid Tak Membantu Penjualan Unilever

Jumat, 23 Oktober 2020 | 08:47 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

DEN HAAG, investor.id – Unilever pada Kamis (22/10) mengumumkan bahwa penjualan turun sepanjang kuartal III 2020. Walaupun konsumen terus memborong berbagai barang kebutuhan sehari-hari, seiring karantina Covid-19 terus berlangsung di banyak negara.

Raksasa produk konsumsi Inggris-Belanda yang berkantor pusat di London dan Rotterdam itu menyatakan, penjualan pada kuartal tersebut mencapai 12,9 miliar euro atau turun 2,4% dibandingkan periode sama tahun sebelumnnya. Fluktuasi nilai tukar mata uang juga berdampak negatif terhadap penjualan. .

“Covid-19 terus memengaruhi perilaku konsumen dan dinamika di pasar kami,” kata Unilever dalam pernyataannya, seperti dikutip AFP.

Saat terjadi lonjakan kasus baru Covid-19 belakangan ini, banyak negara menerapkan langkah-langkah penanggulangan yang lebih ketat dibandingkan pada awal pandemi. Terutama di Eropa. Irlandia menjadi negara pertama yang menjalankan karantina nasional kedua. Sedangkan kasus harian di Jerman pada Kamis mencapai rekor tertinggi.

Unilever menyatakan bahwa penjualan di pasar Amerika Utara naik 9,1% menjadi 2,5 miliar euro. Faktor pendorongnya adalah lonjakan permintaan untuk makanan santap di rumah.

Permintaan untuk produk pembersih tangan juga tetap tinggi. Tapi turun dibandingkan kuartal II. Sedangkan produk-produk pembersih rumah tangga terus meningkat penjualannya.

Untuk konsumsi di rumah, Unilever menyatakan penjualan es krim Magnum dan Ben&Jerry sangat baik. Dan mampu menutupi penjualan es krim di gerai.

Sementara divisi jasa makanan, yang spesialis di sektor hiburan, menunjukkan penurunan penjualan lebih dari 20%.

“Tapi tren terus menunjukkan peningkatan dan pasar Tiongkok sekarang kembali ke lajur pertumbuhan,” kata Unilever.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN