Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wisatawan sedang melihat hasil uji Covid-19 setelah menjalani tes di bandara Internasional JFK di New York, Amerika Serikat (AS), pada 22 Desember 2020. ( Foto: Kena Betancur / AFP )

Wisatawan sedang melihat hasil uji Covid-19 setelah menjalani tes di bandara Internasional JFK di New York, Amerika Serikat (AS), pada 22 Desember 2020. ( Foto: Kena Betancur / AFP )

Kasus Varian Baru Covid Kian Banyak Ditemukan di AS

Senin, 4 Januari 2021 | 07:07 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Tiga negara bagian di Amerika Serikat (AS), yakni Florida, California, dan Colorado telah mengidentifikasi temuan kasus varian baru dari virus corona Covid-19 terhadap orang-orang yang tidak memiliki riwayat melakukan perjalanan. Ini menjadi pertanda bahwa varian baru Covid-19 telah menyebar tanpa disadari di antara penduduk Amerika.

Pada 31 Desember 2020, pejabat kesehatan Florida mengumumkan temuan kasus pertama varian baru Covid-19 yang lebih menular, di negara bagiannya.

“Pria yang tinggal di bagian utara West Palm Beach itu, berusia 20-an tahun, dan tanpa riwayat bepergian,” demikian unggahan Departemen Kesehatan Florida di akun Twitter.

Ditambahkan lagi bahwa pria Florida tersebut merupakan salah satu di antara segelintir orang yang didiagnosis dengan varian baru – yang dikenal sebagai B.1.1.7. - dan pertama kali diidentifikasi di Inggris Raya.

Sementara itu di California, telah mengidentifikasi sedikitnya empat kasus varian baru virus corona di daerah San Diego, yang ditemukan pada seorang pria yang dilaporkan tidak memiliki riwayat perjalanan. Kasus ini muncul hanya beberapa hari setelah para pejabat kesehatan Colorado mendeteksi beberapa kasus pertama pada orang-orang yang tidak bepergian.

“Saya tidak terkejut Anda memiliki kasus itu, dan kemungkinan ada lebih banyak kasus di California. Kita kemungkinan akan melihat laporan dari negara bagian lain,” ujar Dr. Anthony Fauci, sebagai penasihat virus corona Gedung Putih, kepada Gubernur California Gavin Newsom, pada 30 Desember 2020 setelah mengumumkan bahwa pejabat kesehatan negara bagian menemukan kasus pertamanya.

Menurut para pejabat kesehatan AS, kedatangan varian baru dari virus corona ke negara-negara bagian tersebut bukan hal yang mengejutkan. Walau tetap bisa memperburuk keadaan, jika penyebarannya dibiarkan tanpa terkendali.

Bukti-bukti menunjukkan bahwa varian baru menular lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan jenis virus sebelumnya. Tetapi tidak memperparah penyakit bawaan yang diderita oleh pasien yang terinfeksi, dan vaksin yang sudah ada saat ini masih dapat melawan varian baru virus corona. Demikian disampaikan pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam konferensi pers, Rabu.

Keadaan Semakin Buruk

Di sisi lain, para ahli menyebutkan bahwa varian baru dari virus corona mengancam memperburuk keadaan jika semakin banyak orang yang dirawat di rumah sakit akibat seiring penyebarannya.

Seperti diketahui, Desember adalah bulan paling mematikan dari pandemi di AS karena rumah sakit-rumah sakit telah mencapai kapasitasnya. Sedangkan vaksin Covid-19 yang diluncurkan berjalan lebih lambat dari dugaan.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University (JHU), AS telah melaporkan lebih dari 6,3 juta kasus infeksi baru, dan lebih dari 77.500 jiwa meninggal dunia selama Desember 2020. Menuju 2021, lebih dari 125.000 orang yang saat ini dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Catatan ini menunjukkkan lebih dari dua kali lipat angka tertinggi yang ditetapkan pada pertengahan April tahun lalu, seperti dihimpun oleh Covid Tracking Project.

Ada pun penyebab kekhawatiran lain, kasus pertama dari varian baru telah ditemukan di negara bagian terpadat di negara itu di tengah musim liburan yang sibuk. Demikian dikatakan Mercedes Carnethon, wakil ketua pengobatan pencegahan di Northwestern University, kepada MSNBC pada Jumat (1/1).

Para pejabat TSA menyatakan telah memeriksa 1,28 juta penumpang di bandara AS pada Minggu (27/12) setelah Natal 2020. Ini adalah jumlah penumpang tertinggi sejak pandemi Covid menghentikan perjalanan pada pertengahan Maret.

“Kami dapat yakin berdasarkan foto-foto yang kami lihat dari titik-titik pemeriksaan TSA. Selama liburan, jutaan orang bepergian di antara tujuan-tujuan ini. Kami cukup yakin varian ini sekarang ada di mana-mana,” kata Carnethon.

Bukti terbaru dari Imperial College London juga menunjukkan, varian baru dari virus corona tersebut tampaknya lebih memengaruhi orang-orang di bawah usia 20 tahun daripada golongan orang dewasa yang lebih tua. Namun, pergeseran ini bisa jadi karena sekolah-sekolah tetap buka selama periode pemberlakuan karantina.

“Perbedaan usia bisa menjadi masalah karena orang-orang yang lebih muda lebih mungkin berada di komunitas sebagai pekerja penting, dan mereka bukan kelompok pertama untuk divaksinasi. Saya pikir prioritas menurut saya, perlu memperkuat pesan dasar yang kita ketahui tentang bagaimana menghentikan penularan di komunitas. Seperti yang sangat kita sadari, strategi vaksinasi kita dimulai dengan menopang infrastruktur tenaga kesehatan. Namun, ini belum tentu populasi yang mengarah ke masyarakat yang menyebarkan virus corona,” demikian penjelasan Carnethon.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN