Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson . ( Foto: John Sibley / POOL / AFP )

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson . ( Foto: John Sibley / POOL / AFP )

Kesepakatan Perdagangan Pasca-Brexit Kemungkinan Tidak Tercapai

Sabtu, 12 Desember 2020 | 07:36 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Jumat (11/12) mengatakan bahwa sangat besar kemungkinan perundingan dagang dengan Uni Eropa (UE) akan gagal. Yang artinya Inggris akan meninggalkan UE, setelah usainya masa transisi di akhir tahun ini, tanpa kesepakatan untuk hubungan perdagangan di masa depan.

“Saya harus mengatakan bahwa di titik sekarang ini besar kemungkinan kita harus mencari solusi yang menurut saya akan sangat baik bagi Inggris, bahwa kita akan sanggup melakukan apa yang ingin kita lakukan mulai 1 Januari (2021), yang bakal sangat berbeda dari apa yang tadinya hendak kita capai,” ujar Johnson kepada para wartawan di London.

Tapi, tandas Johnson, dirinya tidak ragu bahwa Inggris akan siap untuk mengikuti aturan-aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Jika kesepakatan itu akhirnya gagal tercapai, hubungan perdagangan Inggris dan UE akan didasarkan pada aturan-aturan WTO, bukan kesepakatan antara kedua pihak. Yang akibatnya akan ditandai kenaikan biaya-biaya dan adanya tarif-tarif serta kuota.

Johnson menuturkan bahwa perundingan tetap mandek mengenai isu penangkapan ikan, di perairan Inggris. Juga apa yang disebut klausul perubahan di kemudian hari tapi tidak dapat dibatalkan lagi, yang akan membuat Inggris tetap terpaku pada aturan-aturan UE.

“Kami terus berharap dan negosiasi juga terus berlangsung dan tim kami masih di Brussels. Semoga ada penawaran besar dan perubahan besar dalam apa yang mereka katakan, tapi harus saya katakan itu belum ada,” kata Johnson.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Heiko Maas, sebelum pertemuan dengan Menlu Irlandia Simon Coveney di Berlin, yakin bahwa kesepakatan pasca-Brexit itu masih dimungkinkan tercapai.

“Kami yakin perjanjian sulit tercapai tapi masih dimungkinkan. Kami akan terus bernegosiasi sepanjang masih terbuka kesempatan,” kata Maas.

Coveney menambahkan bahwa dirinya masih yakin kesepakatan dapat tercapai, baik hubungan di masa depan maupun perjanjian dagang.

Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen sebelumnya menggelar pertemuan darurat empat mata di Brussels, Belgia, pada Rabu (9/12). Usai pertemuan, keduanya sepakat menetapkan Minggu, 13 Desember 2020, sebagai batas waktu bagi tercapainya kesepakatan tersebut.

Von der Leyen pada Jumat dilaporkan memberi tahu para pemimpin negara-negara UE bahwa harapannya tipis bahwa kesepakatan itu akan tercapai.

“Para pemimpin mendengar bahwa peluang tidak ada kesepakatan lebih besar dibandingkan ada kesepakatan,” ujar seorang pejabat UE, tentang pemberitahuan yang disampaikan pada pertemuan puncak akhir tahun UE di Brussels.

Pejabat tersebut menambahkan, nasib perundingan itu akan segera diketahui. Apakah dimungkinkan untuk dilanjutkan pembicaraannya. Tapi ia juga tidak mengesampingkan terjadinya kejutan di saat-saat akhir.

Selain Johnson memerintahkan pemerintahannya untuk bersiap jika tidak ada kesepakatan, UE juga pada Kamis sudah menerbitkan rencana darurat agar arus perjalanan darat dan udara tetap berjalan. Juga hak-hak penangkapan ikan tetap terbuka, jika kesepakatan itu tidak tercapai.

Inggris sudah meninggalkan UE sejak 31 Januari 2020. Tapi kemudian sepakat menjalani masa transisi untuk meneruskan perundingan dagang dimaksud. Masa transisi ini akan berakhir pada 31 Desember 2020.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN