Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence dan Ketua Dewan Perwakilan (DPR) AS Nancy Pelosi memimpin sidang bersama Kongres untuk mengesahkan hasil Electoral College 2020 setelah pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung Capitol pada hari sebelumnya di Capitol Hill di Washington, DC pada 6 Januari 2021. ( Foto: Erin Schaff / POOL / AFP )

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence dan Ketua Dewan Perwakilan (DPR) AS Nancy Pelosi memimpin sidang bersama Kongres untuk mengesahkan hasil Electoral College 2020 setelah pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung Capitol pada hari sebelumnya di Capitol Hill di Washington, DC pada 6 Januari 2021. ( Foto: Erin Schaff / POOL / AFP )

Kongres Sahkan Kemenangan Joe Biden, Trump Janjikan Transisi Damai

Jumat, 8 Januari 2021 | 06:21 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON – Kongres Amerika Serikat (AS) secara resmi mengesahkan Joe Biden sebagai presiden AS mendatang, pada Kamis (7/1) waktu setempat. Keputusan ini menjadi pukulan telak terakhir bagi Presiden Donald Trump, setelah para pendukungnya menyerbu gedung Capitol di Washington beberapa jam sebelum pengesahan. Kekacauannya menjadi tontonan masyarakat dunia yang mempertanyakan demokrasi Amerika.

Dengan keputusan itu maka para anggota parlemen di Senat dan Dewan Perwakilan AS berhasil mengalahkan upaya Partai Republik untuk menolak hasil suara elektoral yang memenangkan Biden sebagai presiden terpilih AS.

Pengesahan Kongres menegaskan kemenangan Biden atas Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) 3 November 2020, dengan perolehan suara 306-232. Langkah ini sekaligus menutup pintu dari upaya-upaya Trump serta para loyalisnya yang tak tertandingi dan sangat kontroversial untuk membatalkan hasil pemilihan umum (pemilu) 2020.

Meski masih menolak mengakui kemenangan Biden, Presiden Trump tetap merilis pernyataan yang isinya menjanjikan transisi yang tertib. Namun dia juga menunjukkan bakal tetap berada di jalur politik, yang mengisyaratkan bahwa Trump kemungkinan mencalonkan diri lagi pada pemilu 2024.

“Meski saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilu, dan fakta membuktikan. Namun akan ada transisi tertib pada 20 Januari. Saya selalu mengatakan kami akan melanjutkan perjuangan kami untuk memastikan bahwa hanya suara sah yang dihitung. Meskipun ini merupakan akhir dari masa jabatan pertama terbesar dalam sejarah kepresidenan, ini hanyalah awal dari perjuangan kami untuk Membuat Amerika Hebat Lagi!,” demikian pernyataan Trump, yang dikutip AFP.

Sebelumnya, proses pengesahan atau sertifikasi kemenangan Biden sempat tertunda beberapa jam karena insiden kerumunan massa yang menerobos gedung Capitol, dan membuat para anggota parlemen bergegas menyelamatkan diri. Para anggota parlemen dilaporkan kembali beberapa jam kemudian dan bertekad untuk menyelesaikan tugas, walau masih dalam keadaan erguncang.

Menanggapi serbuan massa pendukung Trump, Biden menyebut tindakan dengan kekerasan itu sebagai sebuah pemberontakan. Dia kemudian meminta Trump untuk segera tampil di televisi nasional guna meminta para perusuh mundur.

“Demokrasi kita berada di bawah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini bukan perbedaan pendapat. Ini adalah kekacauan. Itu berbatasan dengan hasutan. Dan harus diakhiri sekarang,” ujar Biden.

Trump lantas segera setelah merilis pernyataan video, yang meminta massa untuk pergi. Tetapi dia mengulangi klaim penipuan pemilu yang tidak terbukti kebenarannya. “Kita harus memiliki kedamaian. Jadi pulanglah. Kami mencintaimu – kalian sangat spesial,” katanya.

Namun perusahaan media sosial menarik pesan video itu karena dituding memperburuk tindakan kekerasan Bahkan Twitter menangguhkan sementara akun Trump, dan memperingatkannya tentang larangan menggunakan Twitter secara permanen jika tidak mematuhi aturan tentang integritas sipil.

Wakil Presiden AS Mike Pence membaca selembar kertas tentang penghitungan suara akhir yang menyatakan Joe Biden sebagai Presiden AS berikutnya selama sidang gabungan Kongres untuk menghitung suara pemilihan Presiden, di Capitol AS di Washington, DC, pda 7 Januari, 2021. ( Foto: Saul Loeb / AFP )
Wakil Presiden AS Mike Pence membaca selembar kertas tentang penghitungan suara akhir yang menyatakan Joe Biden sebagai Presiden AS berikutnya selama sidang gabungan Kongres untuk menghitung suara pemilihan Presiden, di Capitol AS di Washington, DC, pda 7 Januari, 2021. ( Foto: Saul Loeb / AFP )

Kegagalan Demokrasi

Kekacauan yang menimpa gedung Capitol terjadi sehari setelah Biden menikmati kemenangan baru. Pasalnya Partai Demokrat memenangkan dua kursi Senat dalam putaran pemilihan kedua di Negara Bagian Georgia. Dengan Demokrat yang sudah mengendalikan DPR maka tidak pernah ada kemungkinan Kongres akan membatalkan kemenangan Biden. Kemenangan ini juga secara dramatis meningkatkan kemampuan Biden untuk meloloskan undang-undang, yang akan dimulai dengan rancangan undang-undang (RUU) baru stimulus Covid-19.

Para sejarawan mengatakan, peristiwa tersebut adalah pertama kalinya Capitol dikuasai sejak 1814, ketika Inggris membakarnya selama Perang 1812.

Di samping itu, selama lebih dari dua abad, acara pengesahan di Kongres telah menjadi acara seremonial yang tenang untuk secara resmi mengesahkan pemenang pilpres. Tetapi Trump mendesak anggota Partai Republiknya untuk menolak hasil tersebut.

Kongres pun menolak menantang kemenangan Biden di Arizona dan Pennsylvania. Upaya-upaya telah dilakukan untuk menantang penghitungan di Georgia, Michigan, Nevada dan Wisconsin, tetapi setelah aksi kekerasan massa, Senat Partai Republik memutuskan mengesahkan kemenangan Biden sehingga memupuskan peluang untuk berdebat.

Pemimpin Senat Republik Mitch McConnell – sekutu erat Trump selama masa kepresidenannya – telah mencoba mencegah penolakan tersebut. Dia mencatat bahwa hasil pemilu bahkan tidak mendekati, dan puluhan pengadilan negara bagian telah membatalkan tuntutan hukum karena dituding melakukan penyimpangan.

“Jika pemilihan ini dibatalkan hanya dengan tuduhan dari pihak yang kalah, demokrasi kita akan memasuki kegagalan,” pungkas McConnell.

Senator Mitt Romney – salah satu kritikus Trump yang paling vokal di Partai Republik – pun dengan tegas mengatakan bahwa cara terbaik untuk menghormati pemilu adalah dengan mengatakan yang sebenarnya kepada mereka.

“Mereka yang terus mendukung langkah berbahaya ini akan selamanya dianggap terlibat dalam serangan luar biasa terhadap demokrasi kita,” katanya.

Seorang pengunjuk rasa pro-Trump membawa mimbar Ketua DPR Nancy Pelosi melalui Roturnda, di Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) setelah massa pro-Trump menyerbu gedung pada 6 Januari 2021 di Washington, DC. ( Foto: Win McNamee / Getty Images / AFP )
Seorang pengunjuk rasa pro-Trump membawa mimbar Ketua DPR Nancy Pelosi melalui Roturnda, di Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) setelah massa pro-Trump menyerbu gedung pada 6 Januari 2021 di Washington, DC. ( Foto: Win McNamee / Getty Images / AFP )

Seruan Pemecatan Trump

Trump kini hanya memiliki sisa waktu dua pekan sebagai presiden AS. Jadwal kegiatannya selama berpekan-pekan juga sudah berkurang, bahkan beredar laporan Trump belum menerima kenyataan.

Beberapa juga berita melaporkan, kabinet Trump mulai mengembuskan isu pemecatannya karena dinilai tidak layak menjabat di bawah Amendemen ke-25 Konstitusi AS.

“Kerelaan Presiden Trump dalam menghasut kekerasan dan kerusuhan sosial untuk membatalkan hasil pemilu dengan paksa, jelas memenuhi standar ini,” tulis semua anggota Komite Kehakiman Demokrat di DPR dalam sebuah surat kepada Wakil Presiden Mike Pence.

Sebelum terjadi aksi massa di gedung Capitol, Trump berpidato dengan kemarahan dan mendesak para pendukungnya untuk berbaris ke Capitol serta menuntut Pence – yang secara seremonial memimpin acara pengesahan kemenangan Biden – untuk campur tangan membalikkan kekalahan mereka.

Tapi Pence menolak dan berdiri bersama di depan sidang gabungan Kongres yang mengumumkan kekalahannya dan Trump dari Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris yang akan datang.

Alhasil, ribuan pendukung Trump menuju ke Washington atas desakannya dalam beberapa hari terakhir, Pusat-pusat bisnis di kawasan pusat kota diliputi kekhawatiran akan terjadinya aksi kekerasan, sehingga Walikota Muriel Bowser memerintahkan penerapan jam malam pada Rabu (6/1) waktu setempat.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN