Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perlindungan terhadap virus korona. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Perlindungan terhadap virus korona. Foto ilustrasi: Investor Daily/IST

Korban Mati Akibat Korona di Italia Salip Tiongkok

Jumat, 20 Maret 2020 | 10:18 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Jumlah korban jiwa akibat virus korona atau Covid -19 di Italia pada Kamis (19/3) telah menyalip angka kematian di negara tempat virus mematikan itu pertama kali muncul, Tiongkok.

Menurut data worldometers.info Jumat pagi (20/3/2020), Italia melaporkan ada 5.322 kasus baru dan 427 kematian baru. Dengan tambahan korban itu, tercatat ada 3.405 orang di seluruh Italia yang kehilangan nyawa sejak wabah itu muncul pada 21 Februari.

Korban kematian Italia melampaui Tiongkok yang mencapai 3.248 jiwa, menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi karena virus korona di dunia.

Truk-truk tentara Italia membentuk antrean panjang di pusat kota Bergamo untuk mengangkut peti mati dari kuburan Bergamo ke situs kremasi di daerah lain, karena negara tidak dapat mengatasi lebih banyak kematian akibat virus korona.

Berita kematian di surat kabar lokal naik dari 1,5 halaman (pada 9 Februari) menjadi 10 halaman (pada 13 Maret).

Rumah-rumah sakit di Italia mengaku kewalahan.

Sementara itu, pemerintah Italia bersiap-siap untuk memperpanjang masa karantina wilayah (lockdown) dan tentara-tentara dikerahkan untuk mengangkuti jenazah-jenazah untuk dimakamkan.

Namun, jumlah orang mengidap virus korona di Italia hingga Kamis jauh di bawah Tiongkok, yaitu 41.035 kasus di Italia dan 80.907 kasus di Tiongkok.

Penduduk manula dengan jumlah besar di Italia, yaitu kalangan yang sangat rentan terhadap virus, dilihat sebagai faktor penyebab angka kematian yang tinggi.
 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : worldometers.info

BAGIKAN